Sukses

Awas, Sakit Hati Gara-Gara Sering Stres

Jangan simpan masalah dalam hati, atau organ hati Anda yang jadi taruhannya.

Klikdokter.com, Jakarta Terkadang, orang suka berlarut-larut memikirkan suatu masalah hingga menyimpannya dalam ‘hati’ hingga akhirnya stres. Padahal, stres bisa merugikan organ bernama hati. Tak percaya?

Saat stress, tubuh akan melepaskan berbagai senyawa kimia yang dapat memicu peradangan di organ-organ tubuh, termasuk organ hati. Peradangan berkepanjangan yang tidak segera ditangani bisa menurunkan fungsi hati. Bahkan bukan tidak mungkin akan menyebabkan kerusakan secara permanen.

Berbagai penelitian dilakukan untuk membuktikan hal tersebut. Salah satu penelitian dilakukan oleh University of Edinburgh, di mana para peneliti menemukan hubungan antara kondisi psikis seseorang dengan kesehatan hati.

Penelitian yang melibatkan 165.000 responden ini, membuktikan bahwa mereka yang memiliki tingkat stres tinggi berpotensi menderita penyakit hati mematikan di usia lanjut.

Lalu bagaimana stres bisa sangat memengaruhi organ hati di tubuh Anda? Seperti inilah langkah keji yang dilancarkan stres pada organ tersebut:

  1. Stres dapat memperburuk keadaan seseorang dengan infeksi virus hepatitis C .
  2. Stres meningkatkan keparahan gangguan hati pada orang dengan infeksi virus hepatitis B.
  3. Stres psikis akan melipatgandakan reaksi peradangan pada seseorang yang memiliki kerusakan hati permanen atau sirosis.
  4. Stres akan mengganggu kemampuan tubuh untuk memperbaiki sel yang rusak, memengaruhi DNA dan meningkatkan risiko kanker hati.

Bukan hanya opini, seluruh pernyataan tersebut berlandaskan penelitian tahunan yang dilakukan pada sejumlah besar orang. Terbukti, kondisi alam bawah sadar sangat berpengaruh pada kesehatan tubuh Anda sendiri.

Tidak ada kata terlambat untuk mencegah kerusakan hati akibat stres yang Anda alami. Kalau begitu apa yang bisa dilakukan saat masalah dan stres menyerang Anda?
Berbagi adalah salah satu kunci utamanya. Utarakan apa yang Anda rasakan pada orang-orang terdekat. Selain itu, bila sudah mengganggu keseharian dan sulit tertangani, konsultasikan apa yang Anda rasakan pada dokter psikiatri.

Kenali tanda-tanda yang ‘diteriakkan’ tubuh Anda jika ada sesuatu yang terjadi, termasuk saat ada masalah. Jadi, bebaskan diri Anda dari stres kalau tak mau sakit hati.

(DA/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar