Sukses

Kiat Membaca Fakta Nutrisi pada Kemasan Makanan

Berikut ini cara termudah membaca label informasi nilai gizi yang terdapat pada kemasan makanan.

Klikdokter.com, Jakarta Label informasi nilai gizi pada kemasan makanan memberikan penjelasan mengenai kandungan gizi yang ada pada makanan tersebut. Hal ini membantu Anda dalam mengatur dan menentukan diet, agar selalu seimbang dan sehat.

Berikut ini adalah cara membaca label informasi nilai gizi pada kemasan makanan:

  1. Takaran saji

    Takaran saji menunjukkan jumlah yang biasanya dikonsumsi untuk satu kali makan. Untuk mengetahui takaran gizi yang masuk ke dalam tubuh, Anda perlu membandingkan jumlah sajian per kemasan dengan porsi yang Anda makan.

    Bila takaran saji adalah 1 gelas dan Anda mengonsumsi 2 gelas, maka Anda akan mendapat kalori, lemak, dan zat gizi lain dua kali lipat dari yang tertera.

  2. Jumlah energi total

    Lihat berapa banyak kalori di dalam satu takaran. Jika Anda ingin menurunkan berat badan, pastikan Anda membatasi jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh.

  3. Gunakan persen AKG sebagai panduan

    Persen AKG (Angka Kecukupan Gizi) memperlihatkan kemampuan sebuah makanan dalam memberikan gizi pada diri Anda dalam satu hari.

    Rata-rata persen AKG berdasarkan kebutuhan energi 2.000 Kalori per hari. Kebutuhan kalori Anda mungkin lebih tinggi atau lebih rendah.

    Jika tertulis persen AKG lemak total adalah 12%, maka 1 takaran saji memenuhi 12% dari kebutuhan lemak total pada orang yang mengonsumsi 2000 Kalori per hari.

  4. Tinggi rendah persen AKG

    Kadar gizi dianggap rendah bila hanya 5% AKG atau kurang. Sedangkan, kadar zat gizi dianggap tinggi bila 20% AKG atau lebih.
    Sebaiknya Anda memilih makanan rendah lemak jenuh, lemak trans, kolesterol, dan natrium, namun tinggi vitamin, mineral, dan serat.

Setelah mengetahui cara membaca label informasi gizi pada kemasan makanan, yang harus Anda lakukan selanjutnya adalah memperhatikan hal-hal berikut ini:

  • Lemak jenuh, gula tambahan, dan natrium

    Konsumsi lemak jenuh, gula tambahan, dan natrium akan meningkatkan risiko Anda mengalami penyakit kronik seperti diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan stroke.

    Pastikan Anda juga membatasi konsumsi gula tambahan/pemanis (tertera sebagai ‘Gula’) di bawah 10% AKG.

  • Vitamin, mineral, dan serat

    Konsumsi lebih banyak serat, kalium, vitamin D, kalsium, dan zat besi untuk menjaga kesehatan tubuh serta mengurangi risiko osteoporosis dan anemia. Pilihlah makanan yang mengandung persen AKG tinggi untuk zat-zat macam ini.

  • Komposisi makanan

    Makanan dengan lebih dari satu komposisi harus menyertakan daftar bahan dasar pada label kemasan. Urutan daftar komposisi tertulis berdasarkan bahan dasar yang paling berat ke paling ringan. Komposisi makanan biasanya tertera di bagian bawah tabel fakta nutrisi pada kemasan makanan.

Informasi ini sangat membantu mereka yang memiliki alergi atau intoleransi terhadap makanan, membatasi konsumsi gula, atau memilih pola makan vegetarian.

Membaca tabel fakta nutrisi memang gampang-gampang susah. Cobalah untuk berlatih dan membiasakan diri membaca label informasi nilai gizi sebelum membeli makanan favorit Anda. Selain menambah pengetahuan, hal ini juga berperan dalam menjaga kesehatan Anda.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar