Sukses

Waspadalah, Hipertensi bisa Menyerang Anak

Tak hanya terjadi pada orang dewasa, hipertensi juga dapat menyerang anak. Ini penjelasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Tekanan darah tinggi alias hipertensi sering diidentikkan sebagai penyakit yang hanya menyerang orang yang telah berumur. Lalu benarkah penyakit yang disebabkan oleh menurunnya fungsi pembuluh darah dan kadar asupan garam yang tinggi ini juga dapat terjadi pada anak? Jawabnya: ya.

Mengutip CNN, data yang dimiliki oleh American Academy of Pediatrics menyebut banyak anak-anak hingga remaja, terdeteksi memiliki tekanan darah tidak normal. Mereka cenderung memiliki tekanan darah tinggi. Hipertensi terjadi saat kondisi tekanan darah sistolik >=140 mmHg atau tekanan darah diastolik >=90 mmHg.

Umumnya gejala hipertensi kerap diabaikan dan dianggap selesai hanya dengan kembali menyeimbangkan tekanan darah. Padahal dalam jangka panjang, hipertensi bisa berdampak buruk dan memicu penyakit kardiovaskular hingga kematian.

Menurut Dr. Joseph T. Flynn, seorang profesor pediatri di University of Washington, hipertensi pada anak berkaitan langsung dengan masalah berat badan. Dia menyebut anak yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas, berisiko tinggi terkena hipertensi.

Namun, lanjutnya, mekanisme fisiologis yang menyebabkan tekanan darah tinggi sangat rumit. Beberapa anak yang bahkan tak memiliki berat badan berlebih pun mungkin terserang hipertensi.

Berikut ini adalah beberapa penyebab hipertensi di usia anak dan remaja:

  1. Berat badan berlebih

    Sebanyak 50 persen anak dan remaja yang mengalami hipertensi memiliki berat badan berlebih alias obesitas. Obesitas dapat menyebabkan timbulnya resistensi insulin atau tidak mampunya insulin untuk membantu gula darah masuk ke dalam sel tubuh. Hal ini dapat menyebabkan timbulnya gangguan beberapa fungsi tubuh, seperti gangguan pembuluh darah, gangguan transportasi ion-ion antar sel dan retensi natrium atau tertahannya natrium di dalam tubuh.

    Untuk mengurangi pemicu hipertensi, Anda perlu mengubah pola hidup dan pola makan anak. Kurangi asupan garam dan motivasi anak agar lebih banyak beraktivitas fisik. Hal ini terbukti bisa membantu menurunkan tekanan darah.

  2. Stres

    Saat ini ada banyak hal yang bisa memungkinkan anak mengalami stres. Seperti masalah sekolah, tumpukan tugas sekolah, atau sekadar hal kecil seperti strategi untuk menyelesaikan sebuah permainan. Stres yang dialami oleh para anak dan remaja dapat menimbulkan hipertensi karena perubahan hormon-hormon dalam tubuh saat sedang stres.

  3. Riwayat keluarga

    Faktor riwayat keluarga juga menjadi pemicu anak terserang hipertensi. Anak dengan orangtua yang menderita hipertensi memiliki risiko lebih tinggi terkena hipertensi dibandingkan dengan anak dengan orangtua non-hipertensi.

  4. Gaya Hidup

    Pada orang dewasa, pola makan dengan mengonsumsi garam berlebih, alkohol dan merokok merupakan gaya hidup yang dapat memicu darah tinggi bahkan bisa memperparah kondisinya.

Jika Anda memiliki gaya hidup yang demikian, waspadalah, karena kemungkinan Anda juga bisa menularkan pada anak dan remaja, gaya hidup pemicu hipertensi.

Oleh karenanya, jangan sesekali menyepelekan hipertensi pada anak, karena dapat menyebabkan komplikasi yang lebih parah seiring bertambahnya usia. Kuncinya, selalu terapkan pola hidup sehat sejak dini pada anak agar terhindar dari berbagai macam penyakit di kemudian hari.

[DA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar