Sukses

Seberapa Besar Risiko Penularan Herpes dari Ibu Hamil ke Bayi?

Apakah ibu hamil berisiko menularkan virus herpes pada bayi? Simak penjelasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Herpes adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh virus. Berdasarkan virus penyebabnya, herpes dibagi menjadi dua jenis, yaitu herpes zoster dan herpes simpleks. Lalu, apakah ibu hamil yang terserang virus herpes pasti akan menularkannya pada bayi?

Jika Anda adalah ibu hamil yang memiliki virus herpes, Anda memang harus lebih waspada. Namun, bukan berarti herpes menjadi alasan bagi Anda untuk merasa khawatir berlebihan. Memang ada kemungkinan bagi ibu hamil untuk menularkan virus herpes pada bayi, tetapi risiko penularan juga dipengaruhi oleh faktor lain.

  1. Sebelum masa kehamilan

    Jika Anda terinfeksi virus herpes sebelum masa kehamilan, risiko untuk menularkan herpes pada bayi sangat rendah. Hal itu karena antibodi yang Anda miliki telah melawan virus penyebab herpes. Alhasil bayi akan lebih terlindungi dan terhindar dari risiko penularan virus.

    Mengutip webmd, risiko penularan virus herpes hanya 1 persen jika Anda terinfeksi sebelum masa kehamilan.

    Herpes sebelum masa kehamilan juga dapat membentuk antibodi yang dapat melawan virus tersebut. Hasilnya, Anda juga akan menurunkan antibodi tersebut pada bayi yang sedang dikandung. Sehingga bayi menjadi lebih kuat dan mampu melawan serangan virus.

  2. Trimester pertama dan kedua

    Pada trimester pertama dan kedua kehamilan (awal hingga sekitar 27 minggu usia kehamilan), risiko penularan herpes dari ibu hamil sedikit meningkat.

    Namun, terinfeksi herpes pada usia kehamilan ini tidak berarti bahwa bayi pasti akan ikut herpes. Herpes pada trimester pertama dan kedua pun tidak akan meningkatkan risiko keguguran pada ibu hamil.

    Jika Anda terinfeksi virus herpes di trimester kedua kehamilan, Anda mungkin perlu mengonsumsi obat-obatan tertentu untuk mengurangi risiko penyakit dan mengurangi gejala herpes. Pada kondisi lebih lanjut, Anda mungkin harus menjalani proses persalinan secara caesar, untuk menghindari bayi bersentuhan langsung dengan luka herpes.

  3. Trimester akhir

    Usia kehamilan pada trimester ini meningkatkan risiko penularan virus herpes pada bayi sekitar 30 hingga 50 persen. Apalagi jika Anda baru terserang virus dalam 5 minggu terakhir masa kehamilan. Hal ini dikarenakan Anda tidak memilki banyak waktu untuk membangun antibodi yang berguna sebagai pelindung dari virus.

    Dalam kondisi ini, Anda harus benar-benar memperhatikan dan menjauhi hal-hal yang dapat membahayakan bayi, seperti stres berlebihan dan kelelahan. Beritahu dokter Anda mengenai setiap keluhan yang terjadi selama masa kehamilan.

Pada ibu hamil yang memiliki herpes, metode persalinan yang sering diterapkan memang operasi caesar. Hal itu untuk mencegah penularan herpes jika bayi mengalami kontak langsung dengan luka terbuka di sekitar vagina ibu.

Rasa cemas berlebihan saat kehamilan malah dapat memperburuk keadaan dan semakin membahayakan janin. Periksakan kehamilan Anda secara rutin untuk mengetahui kondisi bayi dan menghindari hal-hal yang tak diinginkan—termasuk herpes. Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan kulit Anda.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar