Sukses

Kiat Lindungi Anak dari Incaran Pedofil di Media Sosial

Lakukan kiat-kiat berikut ini, agar anak Anda terhindar dari pelaku pedofil di media sosial.

Klikdokter.com, Jakarta Nafa Urbach naik pitam setelah membaca beberapa komentar dari warganet terkait pemberitaan putrinya, Mikha, di sebuah portal berita nasional. Melalui akun instagramnya, artis kelahiran tahun 1980 tersebut memotret beberapa komentar yang diduga berasal dari seorang pedofil.

Dugaan pedofil mengarah pada beberapa warganet, karena menggunakan istilah ‘loli’ atau lolitan. Istilah ini kerap digunakan untuk para calon korban pelaku pedofilia.

“Saya ingat. Kok anak saya dikomentarin ‘loli’ bukan cuma satu, tapi banyak, ada yang bilang tunggu gedenya. Waktu saya searching, loli itu adalah kata-kata yang digunakan oleh pedofilia untuk anak-anak di bawah umur,” kata Nafa, seperti dikutip dari liputan6.com

Berkaca dari kasus yang menimpa Nafa Urbach, setiap orang tua memang harus menjadi benteng pertahanan terhadap anaknya.

Nah, agar kasus serupa tidak terjadi pada anak Anda, ini kiat-kiat yang perlu dilakukan:

  1. Aktif dalam kehidupan anak

    Pastikan Anda dan anak sering menghabiskan waktu bersama. Dengan begitu, Anda dapat mengenali orang-orang yang menjalin kontak dengan anak Anda.

    Pedofil mencari anak-anak yang tampak sendirian, atau ketika orang tua mereka tidak terlalu memperhatikan.

    Ajarkan pada anak untuk tidak menyimpan rahasia apa pun dengan Anda. Beritahukan padanya bahwa Anda peduli dengan apa yang dilakukannya, dan ingin tahu apa yang sedang ia rasakan.

  2. Kenalkan anak dengan bagian-bagian tubuh

    Pedofil sering mengadopsi nama lucu untuk bagian 'seksual' dari tubuh anak-anak. Jika anak Anda tahu nama yang tepat, hal itu dapat mencegah serangan seksual.

    Seorang anak yang memiliki banyak pengetahuan, mungkin bisa menakut-nakuti pelaku pedofil. Ajarkan anak tidak membuka baju di depan orang lain dan jangan mau difoto dalam keadaan telanjang atau tidak berpakaian lengkap.

    Ajari anak menolak dengan tegas, lari dan mencari pertolongan dengan segera jika dia merasakan ada bahaya atau diperlakukan tidak senonoh oleh orang lain.

  3. Jangan menyebar identitas anak secara gamblang

    Orang tua tidak perlu mengunggah foto atau video anak di publik, terutama jika tidak dalam keadaan berpakaian lengkap. Anda tidak bisa memastikan siapa saja yang menyebar foto anak Anda.

    Selain itu, orang tua juga tidak perlu bercerita mengenai kegiatan sehari-hari anak di media sosial. Hal ini untuk mencegah kemungkinan seseorang yang sudah tertarik pada anak Anda.

    Meski sangat baik mengawasi anak, pastikan Anda melakukannya dalam batasan yang wajar. Jangan sampai perlindungan yang Anda berikan justru membatasi ruang gerak anak.

Perhatikan betul-betul keselamatan dan kesehatan anak Anda, lindungi mereka dari para pelaku pedofil. Jangan biarkan keceriaan anak Anda direnggut oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar