Sukses

Amankah Mengganti Pembalut dengan Kain Saat Haid?

Perdebatan seputar pemakaian pembalut pada wanita saat haid seakan tak ada habisnya. Salah satunya tentang mengganti pembalut dengan kain.

Klikdokter.com, Jakarta Pembalut dinilai memiliki sejumlah kandungan yang berbahaya bagi vagina. Baru-baru ini, kembali tercetus ajakan agar para wanita beralih dan memilih untuk menggunakan kain selama haid atau menstruasi. Namun, amankah mengganti pembalut dengan kain saat haid?

Menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti, pada dasarnya, penggunaan pembalut bertujuan untuk memudahkan aktivitas wanita selama haid. Tentunya, setiap produk pembalut memiliki standar tersendiri sebelum akhirnya dipasarkan kepada para konsumen.

Jika penggunaan pembalut, yang sudah sedemikian mudah dan membantu itu, harus diganti dengan kain justru dapat mengganggu keleluasaan wanita dalam beraktivitas. Perihal menggunakan kain dinilai lebih aman, Astid menyebut bahwa hal tersebut masih memerlukan sejumlah kajian dan penelitian mendalam.

“Penggunaan kain selama haid bisa dibilang aman tapi juga tidak aman. Karena tujuannya untuk digunakan kembali, kain harus benar-benar dicuci sampai bersih,” kata Astrid.

Saat mencuci itulah, sambungnya, mungkin bisa menimbulkan hal yang tidak aman bagi vagina, seperti kurang bersih dalam mencuci kain.

Sisa dari sabun maupun deterjen yang digunakan untuk mencuci pun belum tentu aman dan ramah terhadap kulit di sekitar vagina.

Selain masalah mencuci, nyatanya menggunakan kain selama haid dapat menyebabkan darah menstruasi ‘menggenang’ di kain tersebut.

Hal itu mungkin terjadi, sebab kain tidak memiliki kemampuan menyerap darah seperti pembalut. Genangan darah itu berpotensi menjadi sarang kuman dan bakteri yang berbahaya bagi vagina.

“Karena kalau pembalut didesain untuk menyerap darah dan menguncinya. Sementara pada kain, dia akan menggenang tanpa terserap.

Lagipula darah itu berasal dari makhluk hidup, nah darah bisa menjadi media yang pas untuk bakteri dan jamur berkembang,” kata Astrid.
Astrid menambahkan, tidak semua jenis kain bisa dan cocok untuk dijadikan bantalan selama masa haid. Penggunaan kain yang salah justru berpotensi berbahaya bagi vagina. Namun Astrid mengungkapkan, hal itu masih perlu diteliti lebih jauh apakah penggunaan kain untuk menggantikan pembalut itu dibolehkan. Untuk saat ini, hal itu masih belum dianjurkan.

“Karena mencuci sendiri kan, enggak bisa jamin kain itu udah bersih atau belum. Mungkin juga nanti lembap saat habis buang air. Jadi belum bisa dibilang lebih aman juga,” tutur Astrid.

Beberapa orang di berbagai belahan dunia memang masih menggunakan kain selama haid. Namun benar-benar diperlukan kriteria kain dan sabun pencuci khusus untuk mengurangi risiko dari penggunaan kain pada vagina.

“Ada sabun khusus yang digunakan untuk mencuci kain, sehingga tidak mengganggu ph dari vagina,” ujar Astrid.

Jadi, sejauh ini memang belum ada penemuan yang menyatakan bahwa penggunaan kain selama haid akan lebih aman ketimbang pembalut. Jika Anda ragu, pilihlah pembalut yang dikenal memiliki reputasi baik. Namun hal ini tergantung pada kecocokan kulit Anda dengan bahan-bahan dalam produk. Hentikan dan ganti jenis pembalut jika mulai muncul masalah di vagina atau kulit sekitar vagina.

[BA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar