Sukses

5 Fakta Tentang Serat yang Anda Belum Tahu

Serat merupakan bagian dari makanan sehari-hari. Namun, fakta tentang serat berikut ini bisa jadi belum Anda ketahui sebelumnya.

Klikdokter.com, Jakarta Mengonsumsi cukup serat merupakan salah satu langkah untuk memulai hidup sehat. Nah, sebelum membiasakan diri untuk hidup sehat, ketahuilah lima fakta tentang serat berikut ini.

  1. Jenis serat tak hanya satu macam

    Terdapat dua jenis serat, yaitu serat larut air dan serat tidak larut air.

    Serat larut air didapatkan dari kacang-kacangan, tanaman hijau, dan buah-buahan. Sementara itu, serat tak larut air dapat diperoleh dari gandum, beras merah, beras hitam, kulit buah, dan kulit sayuran.

    Kedua jenis serat ini sama-sama memiliki manfaat untuk memperlancar pencernaan.

  2. Manfaat serat tak hanya untuk saluran pencernaan

    Serat larut, misalnya oligosakarida dan polisakarida, tak hanya bermanfaat bagi saluran pencernaan. Ia juga bermanfaat sebagai prebiotik.

    Secara sederhana, prebiotik merupakan nutrisi bagi bakteri ‘baik’ di usus. Dengan mengonsumsi serat larut, jumlah bakteri baik di usus juga akan berada dalam jumlah yang cukup. Hal ini akan meningkatkan daya tahan tubuh.

    Selain itu, bakteri ‘baik’ di usus juga membuat kadar gula darah menjadi lebih terjaga. Oleh karena itu, konsumsi serat larut secara rutin dalam jumlah cukup akan menurunkan risiko penyakit kronik, seperti diabetes dan penyakit jantung koroner.

  3. Jumlah serat dalam jus tak sama dengan jumlah serat pada sayur dan buah segar

    Agar lebih praktis, banyak orang lebih memilih untuk makan sayur dan buah dalam bentuk jus. Andakah salah satunya? Bila ya, sebaiknya itu tidak sering Anda lakukan.

    Pasalnya, mengonsumsi sayur dan buah dalam bentuk jus akan menghilangkan sebagian dari seratnya. Jus lebih kaya dengan air, tetapi lebih rendah seratnya dibandingkan dengan sayur dan buah segar.

  4. Sebagian besar penduduk Indonesia kurang serat

    Fakta mengejutkan diungkapkan oleh Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan.

    Ternyata sebesar 93,5% penduduk di atas usia 10 tahun kurang makan sayur dan buah. Hal ini tak dapat disepelekan. Kurangnya konsumsi serat dapat menyebabkan sembelit dan meningkatkan risiko kanker usus besar.

  5. Serat mengandung kalori

    Banyak orang berpikir serat tidak mengandung kalori, sehingga mengonsumsinya bersamaan sumber karbohidrat lain. Hal ini tidaklah tepat.

    Umumnya karbohidrat kompleks mengandung serat. Sumber karbohidrat seperti beras merah, roti gandum, jagung, dan oats adalah sumber serat yang baik. Dengan mengonsumsi karbohidrat kompleks tersebut, kalori sekaligus kebutuhan serat Anda dapat tercukupi.

Selain bermanfaat bagi saluran pencernaan, serat pun baik bagi daya tahan tubuh dan kesehatan jantung. Serat juga dapat memiliki rasa yang enak, asalkan diolah dengan tepat. Apalagi sudah ada beberapa produk di pasaran yang tinggi serat tanpa mengabaikan rasa. Yuk, biasakan konsumsi serat mulai hari ini!

[RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar