Sukses

Benarkah Gula Bikin Anak Jadi Hiperaktif?

Konsumsi gula sering dianggap sebagai biang kerok penyebab anak menjadi hiperaktif. Benarkah hal itu?

Klikdokter.com, Jakarta Kebanyakan orang tua meyakini mengonsumsi gula berlebih dapat menyebabkan anak menjadi hiperaktif. Bahkan ada istilah ‘sugar rush’ yang menggambarkan bahwa setelah anak mengonsumsi makanan yang mengandung gula, energinya akan langsung melejit untuk beraktivitas.

Sebenarnya, anggapan bahwa gula dapat menyebabkan anak menjadi hiperaktif telah dimulai sejak tahun 1973. Saat itu, seorang dokter bernama Benjamin Feingold memublikasikan bahwa anak yang mengalami ADHD (attention deficit-hyperactive disorder) tidak dianjurkan untuk mengonsumsi pemanis buatan karena dapat memperberat kondisi gangguan yang dialaminya.

Untuk membuktikan apakah gula menyebabkan anak menjadi hiperaktif berbagai penelitian dilakukan pada tahun 1995. Salah satu penelitian yang dimuat di JAMA Journal menjelaskan tidak ada hubungan antara konsumsi gula dengan kondisi anak hiperaktif. Tak hanya itu, berbagai studi serupa juga menyimpulkan hal yang sama.

Melihat hal tersebut maka dipastikan gula aman dikonsumsi karena tidak menyebabkan anak menjadi hiperaktif. Kondisi anak menjadi hiperaktif lebih disebabkan karena gangguan emosional, gangguan tidur (kurang tidur atau kelebihan tidur), dan gangguan kejiwaan seperti penyakit attention deficit-hyperactive disorder (ADHD).

Meski tidak terbukti menyebabkan anak hiperaktif, namun mengonsumsi gula secara berlebih tidak dianjurkan. Karena itu, sesuai anjuran WHO sebaiknya anak mengonsumsi gula maksimal 5-7 sendok teh per hari.

[DA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar