Sukses

Inilah 4 Efek Samping Minum Susu

Tak hanya bermanfaat bagi kesehatan dan mengurangi risiko penyakit, minum susu ternyata dapat memberikan efek samping bagi tubuh.

Klikdokter.com, Jakarta Selain mengurangi risiko osteoporosis, kanker payudara dan penyakit jantung, ternyata, susu juga dapat memberikan efek samping bagi tubuh. Berikut penjelasannya;

  1. Masalah pencernaan

    Beberapa orang memiliki intoleransi laktosa, suatu kondisi dimana tubuh tidak dapat memecah laktosa. Gejala intoleransi laktosa meliputi mual, kram perut dan diare.

    Efek samping ini berkembang antara 30 menit dan dua jam setelah mengonsumsi susu. Beberapa orang mengalami gejala intoleransi laktosa meski hanya seteguk susu.

    Jika tetap ingin mengonsumsi susu, carilah susu yang sudah ditambahkan enzim laktase ke dalamnya, susu rendah laktosa, atau susu bebas laktosa. Bagi mereka yang mempunyai intoleransi laktosa, minum susu dengan porsi yang lebih kecil sepertinya masih dapat ditoleransi oleh tubuh. Mereka juga masih dapat mengonsumsi susu yang telah difermentasi, seperti yogurt, atau produk susu tinggi lemak, seperti mentega.

  2. Masalah penyerapan zat besi

    Susu bisa memengaruhi penyerapan zat besi dan mengurangi efektifitas suplemen zat besi. Meskipun hal ini umumnya bukan masalah kesehatan utama untuk orang dewasa, anak kecil yang mengonsumsi terlalu banyak susu bisa kekurangan zat besi dan mungkin mengalami anemia.

    Centers for Disease Control and Prevention merekomendasikan bahwa bayi di bawah 12 bulan tidak boleh diberi susu sapi sama sekali dan anak di bawah usia 5 tahun harus dibatasi 3 gelas per hari.

  3. Menimbulkan jerawat

    Sebagian besar remaja pasti pernah mempunyai jerawat di wajahnya. Salah satu makanan atau minuman yang dapat menyebabkan jerawat adalah susu.

    Di dalam susu terkandung insulin dan hormon pertumbuhan IGF-1. Kedua faktor inilah yang dapat memicu tumbuhnya jerawat. Peningkatan insulin atau IGF-1 dalam tubuh dapat memberi sinyal pada faktor-faktor yang dapat menimbulkan jerawat pada wajah.

  4. Alergi susu

    Alergi susu tidak sama dengan intoleransi laktosa. Seseorang dengan alergi susu benar-benar memiliki respons kekebalan terhadap protein dalam susu. Gejala alergi susu ditunjukkan dengan batuk, sesak tenggorokan, sakit perut, mata gatal, muntah dan bengkak.

    Hal ini biasanya dimulai dalam beberapa menit setelah mengonsumsi susu, meski terkadang bisa berkembang hingga dua jam kemudian. Pada kasus yang parah, seseorang dengan alergi susu dapat mengembangkan reaksi anafilaksis, sebuah kondisi yang mengancam jiwa seseorang.

Jika Anda mengalami kondisi di atas, mulai saat ini konsultasikan terlebih dahulu kebutuhan susu dengan dokter, supaya memperoleh saran mengenai asupan yang tepat bagi tubuh. Selain itu, agar Anda terhindar dari efek samping minum susu.

[DA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar