Sukses

Inilah Penyebab Nyeri Tumit yang Anda Harus Tahu

Anda sering merasakan nyeri tumit? Mungkin Anda mengalami salah satu dari beberapa kondisi berikut ini.

Sebagai bagian yang menopang berat badan tubuh, tekanan, atau beban berlebihan, tumit dapat mengalami rasa nyeri. Penyebab nyeri tumit ini cukup beragam.

Secara umum, nyeri tumit disebabkan oleh kondisi-kondisi yang terjadi di bagian bawah atau di belakang tumit. Namun, penyebab tumit sakit bisa juga berasal dari kondisi lain di luar tumit.

Bagian tumit Anda terdiri atas beberapa struktur. Ada tulang, otot, ligamen, tendon, dan lain-lain. Tiap-tiap struktur tersebut dapat mengalami masalah medis maupun cedera. Berikut adalah penyebab nyeri tumit yang perlu Anda ketahui:

1 dari 8 halaman

1. Plantar Fasciitis

Pada bagian telapak kaki, terdapat jaringan fascia (selubung otot) yang menghubungkan tulang tumit dengan tulang-tulang jari kaki. Fasia berfungsi menyerap getaran dan mempertahankan kelengkungan kaki.

Namun, apabila tekanan terlalu besar, fascia akan meregang dan bisa robek. Peradangan akibat robeknya fasia inilah yang menjadi penyebab tumit sakit.

Artikel Lainnya: Tips Meredakan Nyeri Tumit Plantar Fasciitis

Umumnya keadaan ini banyak timbul di usia 40 hingga 60-an. Akan tetapi, orang yang lebih muda juga bisa mengalaminya. Beberapa faktor risiko plantar fasciitis, antara lain:

  • Pelari.
  • Orang dengan kaki datar (flat foot).
  • Orang dengan kaki terlalu melengkung (high arch).
  • Memiliki berat badan berlebih.
  • Kebiasaan memakai sepatu hak tinggi.
  • Melakukan pekerjaan yang banyak berjalan atau berdiri.
2 dari 8 halaman

2. Achilles Tendinitis

Tendon achilles adalah tendon terbesar dalam tubuh manusia yang menghubungkan otot betis dengan tulang tumit. Tendon ini berperan penting ketika Anda berjalan, berlari, meloncat, atau berjinjit.

Bila terjadi peradangan pada tendon achilles, akan muncul nyeri yang terasa di belakang tumit. Peradangan muncul bila ada peregangan berlebihan yang berulang, seperti terlalu banyak berlari, atau menggunakan sepatu yang menggesek atau menusuk bagian belakang tumit.

Penyebab nyeri tumit akibat kondisi ini muncul perlahan dan lebih terasa di pagi hari. Kemudian biasanya akan membaik setelah beraktivitas ringan.

Faktor risiko terjadinya kondisi ini, antara lain:

  • Usia yang semakin menua.
  • Jarang berolahraga.
  • Meningkatkan intensitas berlari secara tiba-tiba.
  • Jenis kelamin pria.
  • Kaki datar.
  • Berat badan berlebih.

Artikel Lainnya: Tumit Sakit Setelah Lari? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

3 dari 8 halaman

3. Keseleo dan Otot Tegang

Keseleo dan otot tegang merupakan penyebab nyeri tumit yang cukup sering. Keduanya terjadi bila Anda terjatuh atau melakukan perubahan gerakan badan secara tiba-tiba. Saat terjadi keseleo, tumit akan tampak bengkak akibat peradangan yang terjadi.

Faktor risiko terjadinya kondisi ini adalah kurangnya pemanasan sebelum melakukan olahraga, serta lingkungan yang tidak kondusif, seperti permukaan lantai yang licin atau tidak datar.

Sebaiknya olahraga dilakukan di atas permukaan lantai datar dan kering serta didahului pemanasan yang cukup.

Bila terjadi keseleo, lakukan beberapa hal berikut ini:

  • Segera hentikan aktivitas Anda.
  • Lakukan kompres menggunakan es batu pada area yang mengalami cedera.
  • Posisikan kaki lebih tinggi daripada badan dengan meletakkannya di atas kursi atau bantal.
  • Lakukan selama kurang lebih 20 menit.
4 dari 8 halaman

4. Ruptur Tendon Achilles

Penyebab nyeri tumit lainnya adalah ruptur tendon achilles. Sama seperti achilles tendinitis, cedera ini melibatkan tendon achilles.

Artikel Lainnya: Nyeri Tumit, Sebaiknya Lakukan Ini

Perbedaannya, bila achilles tendinitis hanya sebatas inflamasi, ruptur tendon achilles berarti tendon mengalami sobekan. Faktor risikonya adalah peregangan pada tendon achilles yang berlebihan.

Pada saat tendon achilles sobek, Anda bisa mendengar suara ‘pop’, diikuti nyeri tumit yang terasa tajam dan tiba-tiba serta kesulitan berjalan.

Penanganan ruptur tendon achilles membutuhkan operasi. Namun, pada beberapa kasus bisa saja tidak membutuhkan tindakan operasi. Bila terjadi ruptur, segera periksakan diri ke dokter.

5 dari 8 halaman

5. Bursitis

Bursitis adalah peradangan pada bursa—sebuah kantong kecil berisi cairan yang merupakan bantalan bagi tulang, tendon, dan otot di sekitar sendi. Kondisi ini umumnya terjadi pada bahu, siku, dan pinggul.

Namun demikian, bursitis juga dapat menjadi penyebab nyeri tumit dan lutut, walaupun tidak terlalu sering.

Pada kebanyakan kasus, nyeri akibat bursitis dapat hilang dalam beberapa minggu setelah istirahat. Namun pada beberapa kasus, bursitis dapat kambuh dan terjadi secara berulang.

Terapi bursitis adalah dengan melakukan istirahat pada sendi yang terlibat dan melindunginya dari benturan.

6 dari 8 halaman

6. Neuropati Perifer

Neuropati perifer merupakan kerusakan pada saraf-saraf tepi yang menyebabkan nyeri, kelemahan, dan kebas atau kesemutan. Keadaan ini bisa terjadi di bagian tubuh manapun, tetapi paling sering pada kaki dan tangan.

Artikel Lainnya: Stop Kebiasaan Ini Jika Tak Mau Kesehatan Saraf Tepi Terganggu

Neuropati perifer paling sering disebabkan oleh diabetes. Penyebab lainnya, yakni infeksi, trauma, tumor, atau masalah metabolik lainnya.

Nyeri pada neuropati perifer bersifat menusuk, terasa panas, atau seperti disetrum. Biasanya penderita akan merasakan nyeri, bahkan ketika hanya disentuh.

Neuropati perifer pada kaki tidak hanya menjadi penyebab tumit sakit, tetapi biasanya memengaruhi seluruh bagian kaki, termasuk telapak kaki sampai ke jari-jari. Begitu juga bila terjadi pada tangan dan bagian tubuh lainnya.

7 dari 8 halaman

7. Rheumatoid Arthritis

Penyebab nyeri tumit yang cukup jarang terjadi adalah rheumatoid artritis. Penyakit ini ditandai dengan peradangan pada sendi-sendi dan merupakan penyakit autoimun.

Pada penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuh akan menyerang jaringan-jaringan sehat pada tubuh Anda.

Rheumatoid artritis biasanya terjadi pada sendi-sendi kecil, terutama jari-jari tangan dan jari-jari kaki. Pada kasus yang jarang, rheumatoid artritis melibatkan sendi-sendi besar seperti lutut, siku, dan pinggul. Penyakit ini bisa menyerang sendi-sendi pada tumit dan menyebabkan nyeri tumit walaupun jarang.

Bila Anda mengalami gejala rheumatoid artritis, segera periksakan diri ke dokter. Deteksi dini dapat membantu penyembuhan yang lebih baik.

Beberapa orang sering membiarkan gejala nyeri tumit dan tetap melakukan kegiatan yang mencetuskan keluhan tersebut. Padahal, kondisi tersebut bisa saja menandakan berbagai penyakit di atas.

Jika Anda mengalami keluhan nyeri tumit, segera istirahatkan kaki. Apabila tak kunjung membaik, bicarakanlah dengan dokter untuk menemukan penyebab nyeri tumit dan memperoleh pengobatan yang tepat.

[WA]

1 Komentar

  • Anisa wy

    Kalau pengobatan sementara agar rasa sakit berkurang...belibobat di apotek dgn merk apa ya...