Sukses

Trigger Finger, ketika Jari Tangan Terkunci

Anda pernah merasakan jari tangan yang sulit diluruskan atau ditekuk (trigger finger)? Kenali penyebabnya.

Klikdokter.com, Jakarta Trigger finger atau jari pelatuk ditandai dengan nyeri pada jari manis dan tengah terasa terkunci dan berbunyi ‘klik’ atau ‘pop’ saat mencoba diluruskan. Nyeri ini paling terasa di pagi hari setelah bangun tidur saat menggenggam dan bila pangkal jari ditekan.

Trigger finger muncul ketika ada gangguan pada tendon jari tangan. Tendon merupakan jaringan yang menyambungkan tulang ke otot, dan berfungsi menggerakkan tulang ketika otot berkontraksi. Tendon ini dilindungi oleh selubung yang memproduksi cairan pelumas agar tendon dapat bergerak bebas ketika jari ditekuk atau diluruskan.

Siapa rentan mengalami?

Penggunaan tangan yang berlebihan dan gerakan berulang pada jari-jari tangan akan memicu peradangan dan pembengkakan pada tendon yang tidak dapat bergerak bebas di dalam selubung tersebut dan menggumpal membentuk tonjolan. Ketika tendon ‘terperangkap’ di bawah selubung, jari tersebut akan berbunyi ‘klik’ dan nyeri saat diluruskan, hal ini yang membuat jari menjadi sulit ditekuk

Umumnya trigger finger dialami oleh wanita karena lebih sering mengerjakan pekerjaan rumah yang menggunakan jari-jari tangan seperti memasak dan mencuci. Selain itu, kejadian trigger finger juga lebih sering muncul pada rentang usia 40-60 tahun, penderita diabetes melitus atau yang memiliki penyakit rematik.

Bagaimana menanganinya?

Bila keluhan cukup mengganggu, konsumsi obat golongan anti-inflamasi non-steroid (OAINS) dapat membantu. Namun jika sudah melakukan terapi tersebut keluhan masih belum mereda, diperlukan suntikan steroid ke dalam selubung tendon dan langkah terakhir perlu dilakukan pembedahan jika jari benar-benar ‘terkunci’, tidak bisa diluruskan atau ditekuk sama sekali.

Jika Anda mengalami trigger finger jangan biarkan berlarut-larut. Segera temui dokter. Pasalnya gangguan jari tangan terkunci ini dapat menyebabkan jari menjadi kaku atau terkunci secara permanen.

[DA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar