Sukses

Ini Alasan Buah dan Sayuran Jelek Harus Dimakan

Tahukah Anda bahwa buah dan sayuran yang tampilannya seperti tidak layak masih bisa dimakan?

Klikdokter.com, Jakarta Ada sebagian buah dan sayur yang terlihat ‘buruk rupa’ dibanding teman-temannya yang dihasilkan dari ladang yang sama. Apakah Anda termasuk orang yang langsung membuang buah atau sayur yang memiliki tampilan seperti itu?

Jangan buru-buru dibuang! Meski memiliki tampilan yang tidak sempurna, bukan berarti buah dan sayuran tersebut tidak layak untuk dikonsumsi. Karena makanan tetaplah makanan, meski tidak terlihat menawan.

Menurut seorang ahli gizi berbasis di Los Angeles, Rachel Beller, RD., memilih makanan hanya berdasarkan penampilan merupakan satu hal yang tidak baik. Menjadi seorang yang terlalu pemilih bisa menyebabkan truk-truk sampah hanya dipenuhi dengan makanan buruk rupa.

Beller menekankan, selama buah dan sayur masih terlihat segar, tampilan fisik yang tak sempurna bukanlah suatu masalah. Dia menjamin, makanan yang terlihat tidak sempurna itu masih memiliki kandungan yang sama seperti makanan lain sejenisnya.

“Semua jenis makanan, buah dan sayur dapat menambah gizi harian kita. Banyak orang kurang makan buah dan sayur, dan kebiasaan membedakan buah dan sayur dari tampilan hanya akan membuat Anda semakin menjauhi makanan sehat itu,” kata Beller, yang merupakan pendiri Beller Nutritional Institute.

Dampak membuang buah dan sayur

Sebuah data menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga makanan yang ada di dunia terbuang sia-sia hanya karena penampilannya. Padahal jika dimanfaatkan sebagaimana mestinya, jumlah tersebut dapat memberi makan miliaran orang yang kelaparan di dunia.

Tak hanya itu, kebiasaan membuang-buang makanan berpenampilan jelek juga dinilai sebagai suatu kebiasaan yang dapat merusak keseimbangan hidup. Ini karena membuang makanan yang demikian turut menyebabkan kerusakan lingkungan.

Sejumlah ahli menyatakan bahwa sampah dari makanan-makanan tersebut turut menyumbang sekitar 8% dari polusi iklim global.

Penelitian juga menyebutkan bahwa membuang makanan dapat berdampak pada semakin banyaknya orang yang menderita kelaparan.

"Ada banyak orang yang lapar dan kekurangan gizi, termasuk di AS. Dugaan saya mungkin sekitar 5-10% dari populasi masih kelaparan.

Mereka masih belum cukup makan," kata direktur jenderal Lembaga Penelitian Kebijakan Pangan Internasional di Washington, Shenggen Fana.

Dampak-dampak tersebut belum termasuk pemborosan air dan polusi udara dari makanan-makanan yang dibiarkan membusuk di tempat sampah. Jika nyatanya buah atau sayuran buruk rupa memiliki kandungan yang sama dengan yang sempurna, yakin Anda masih akan membuangnya?

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar