Sukses

Imunoterapi, Terobosan Baru Pengobatan Kanker?

Imunoterapi adalah sebuah metode untuk meningkatkan kekuatan respons kekebalan.Bagaimana pemanfaatannya untuk mengobati kanker?

Klikdokter.com, Jakarta Mandy memiliki seorang anak bernama Kaitlyn Johnson yang mengidap leukemia limfoblastik akut. Mandy sempat putus asa dengan penyakit yang diderita anaknya. Anaknya didiagnosis menderita penyakit ini saat usianya baru 18 bulan. Selanjutnya, hidup bocah itu dipenuhi dengan mengonsumsi obat-obatan, kunjungan ke dokter, dan menginap di rumah sakit.

Namun, seorang dokter di Children's Hospital of Philadelphia (CHOP) menyarankan Mandy untuk mencoba pilihan yang lebih radikal untuk putrinya, Kaitlyn. Bocah itu dijadikan percobaan atas terapi eksperimental pertama kalinya, yaitu terapi gen untuk melatih sistem kekebalan tubuh.

Cara ini merupakan pengembangan terbaru dalam metode imunoterapi, dimana terapi ini dimanfaatkan untuk menghancurkan kanker dari dalam tubuh. Imunoterapi adalah sebuah metode untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap tumor.

“Pikiran yang terlintas dalam benak saya adalah Kaitlyn mungkin tidak akan pulang lagi. Saya tidak bisa mengatakan berapa kali saya berada di kamar mandi rumah sakit, menghabiskan satu jam di kamar mandi hanya menangis, berpikir, apa yang akan kita lakukan jika (imunoterapi) ini tidak berhasil menolongnya,” kata Mandy seperti dikutip dari Time.com.

Setelah menjalani imunoterapi, sel kanker di tubuh Kaitlyn berangsur menghilang. Satu hal yang menyelamatkan Kaitlyn adalah sel kekebalan tubuhnya telah dimodifikasi secara genetik untuk menghancurkan leukemia yang dideritanya.

Sel kekebalan yang sudah direkaya secara genetik ini dikenal sebagai sel Chimeric Antigen Receptor (CAR) T. Yang membuat terapi sel CAR T ini sangat menjanjikan adalah karena penderita kanker tidak perlu mengonsumsi pil atau cairan secara teratur. Terapi ini juga mampu membuat seseorang untuk memproduksi ‘obat’ penghilang rasa sakit dari dalam tubuhnya.

Namun pada saat terapi, sel CAR-T yang diinfuskan dapat memicu keluarnya sitokin (zat kimia dalam tubuh yang menimbulkan peradangan) dalam jumlah besar yang dapat menyebabkan demam tinggi dan turunnya tekanan darah sampai pada tingkat yang membahayakan.

Sel imunoterapi CAR-T dengan metode mengubah struktur gen ini sedang menjadi area riset yang sangat menjanjikan. Uji coba seperti ini telah membangkitkan optimisme untuk terus meneliti sel CAR-T. Sehingga, masih dibutuhkan banyak penelitian dan pembelajaran lebih lanjut mengenai terapi CAR-T.

[BA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar