Sukses

11 Mitos Populer Seputar Melahirkan Caesar

Jangan tertipu. Ini fakta di balik mitos populer seputar melahirkan caesar.

Klikdokter.com, Jakarta Melahirkan caesar sudah bukan sesuatu yang asing di telinga para ibu hamil. Akan tetapi, masih banyak informasi yang simpang siur mengenai hal ini.

Agar Anda tidak tertipu, berikut fakta di balik mitos populer seputar melahirkan caesar:

  • Mitos #1. Melahirkan caesar membuat ikatan batin ibu dan bayi berkurang

    Ikatan batin ibu dengan bayi sesungguhnya sudah dimulai sejak masa kehamilan. Ikatan batin itu juga tidak akan dipengaruhi oleh metode kelahiran yang dijalani.

    Sebagian besar fasilitas kesehatan mendorong Inisiasi Menyusu Dini (IMD), yang memungkinkan bayi diberikan ASI segera setelah lahir.

    Pada proses IMD, bayi akan dibaringkan di atas dada ibu dan dibiarkan mencari sendiri puting susu ibu. Saat inilah, untuk pertama kalinya Anda akan merasakan skin-to-skin contact (kontak kulit ke kulit) yang memperkuat ikatan batin Anda dan bayi.

  • Mitos #2. Menyusui menjadi lebih sulit jika melahirkan caesar

    Cara melahirkan tidak memengaruhi kemampuan untuk menyusui. Seorang ibu pasti mampu menyusui bayinya, kecuali ada kondisi-kondisi yang membuatnya tidak bisa menyusui.

    Pada ibu yang melahirkan caesar, keluarnya ASI memang cenderung lebih lambat daripada yang melahirkan normal, dan biasanya sudah lancar setelah hari keempat pasca operasi.

  • Mitos #3. Tidak bisa melahirkan normal jika sebelumnya melahirkan caesar

    Melahirkan caesar bukan berarti Anda tidak bisa melahirkan normal pada kehamilan berikutnya—disebut VBAC atau vaginal birth after caesarean.

    Bila Anda ingin melahirkan normal pasca operasi caesar, Anda akan menjalani percobaan melahirkan yang disebut dengan TOLAC atau trial of labor after caesarean. Percobaan ini akan menentukan apakah aman bagi Anda untuk melakukan VBAC

    Berdasarkan data dari American College of Obstetrician and Gynecologists (ACOG), sebanyak 60-80% wanita yang menjalani TOLAC dapat melahirkan normal tanpa hambatan.

  • Mitos #4. Dibandingkan melahirkan normal, operasi caesar lebih mudah

    Pada awalnya, operasi caesar lebih ditujukan untuk kehamilan-kehamilan yang berisiko tinggi seperti hamil kembar atau adanya komplikasi kehamilan pada ibu dan bayi.

    Tetapi, saat ini banyak wanita yang memilih melahirkan caesar atas keinginan sendiri—disebut dengan operasi caesar elektif. Operasi caesar jenis ini dapat dijadwalkan, sehingga Anda lebih bisa mempersiapkan segala sesuatunya.

    Operasi caesar juga umumnya aman, tetapi bukan berarti bebas risiko. Melahirkan caesar berisiko layaknya operasi besar lainnya seperti perdarahan, infeksi, atau cedera terhadap struktur di sekitarnya –misalnya kandung kemih dan usus.

  • Mitos #5. Pemulihan setelah melahirkan caesar dan normal adalah sama

    Wanita yang melahirkan caesar umumnya dapat pulang 3-5 hari setelah operasi, dan membutuhkan waktu 4-6 minggu untuk pemulihan. Ini sangat berbeda dengan wanita yang melahirkan normal, yang bisa pulang 1-2 hari setelahnya dan hanya membutuhkan 1-2 minggu untuk pemulihan.
1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  • Mitos #6. Jumlah operasi caesar yang dapat dijalani sangat terbatas

    Hingga kini belum ada data berapa jumlah operasi caesar yang dianggap aman. Seorang wanita dapat menjalani operasi caesar berulang kali. Namun hal ini turut meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan persalinan.

  • Mitos #7. Melahirkan caesar tidak terasa sakit

    Proses melahirkan caesar memang tidak sakit seperti melahirkan normal. Rasa sakit baru akan muncul setelah operasi dilakukan, dan dapat berlangsung hingga 2-6 minggu.

  • Mitos #8: Anda tidak sadarkan diri selama melahirkan caesar
    Saat ini, operasi caesar menggunakan pembiusan regional (intralumbar anesthesia/ILA), sehingga Anda tetap sadar selama melahirkan.

  • Mitos #9: Otot-otot perut akan rusak

    Setelah melahirkan caesar, otot perut Anda tidak akan pernah sama lagi. Ini pun berlaku pada wanita yang melahirkan normal.
    Sesungguhnya, yang membuat otot perut Anda berubah adalah pembesaran perut selama hamil hingga bayi cukup bulan. Anda tetap dapat membuat otot perut kencang kembali pasca melahirkan dengan latihan-latihan yang membentuk otot perut.

  • Mitos #10: Bekas operasi tak enak dipandang

    Untuk mengeluarkan bayi, dokter harus membuat sayatan sepanjang 10-12 cm. Pada awalnya, bekas jahitan operasi tampak kemerahan dan menonjol. Lama-lama, bekas ini akan memudar dan setelah beberapa tahun akan semakin samar.

    Para ahli kebidanan saat ini juga semakin mahir membuat jahitan yang rapi dan tak kelihatan bekasnya.

  • Mitos #11. Melahirkan caesar membuat Anda merasa gagal menjadi ibu

    Tidak benar bila wanita yang melahirkan normal dianggap lebih ‘hebat’ daripada yang melahirkan caesar.

    Faktanya, Anda telah ‘memelihara’ janin selama kurang lebih 40 minggu dan melalui operasi yang berisiko untuk mengeluarkan bayi. Setelahnya, Anda pun harus memberikan jiwa raga untuk memelihara dan memenuhi kebutuhan bayi sembari memulihkan diri dari operasi.

Jika Anda memilih operasi caesar dengan alasan lebih praktis, tidak repot, atau tidak sakit, sebaiknya berpikirlah ulang. Jika Anda harus menjalani operasi caesar karena indikasi medis, janganlah merasa kecewa.

Tidak selalu yang Anda inginkan bisa terpenuhi, karena banyak hal terkait kehamilan yang tidak bisa diprediksi. Hal yang paling penting, bayi sehat dan Anda telah melakukan yang terbaik untuk menjaga kehamilan, menjalani proses kelahiran, hingga merawat dan memenuhi kebutuhan si buah hati. Intinya, melahirkan caesar sama mulianya dengan melahirkan secara normal!

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar