Sukses

6 Monster Laut yang Patut Anda Waspadai

Hati-hati, 6 binatang laut ini dapat mengancam Anda selama bermain di pantai!

Klikdokter.com, Jakarta Baru-baru ini publik dihebohkan dengan kejadian seorang remaja bernama Sam Kanizay (16) diketahui berdarah setelah merendam kakinya di dalam air di Pantai Bondy di Melbourne setelah bermain bola. Semula pihak keluarga menganggap bahwa Sam terkena kutu laut, namun belakangan diketahui penyebab kakinya berdarah dikarenakan lalat laut.

Kutu laut biasa digunakan secara luas untuk mendeskripsikan parasit krutasea kecil yang memakan kulit dan darah atau larva dari ubur-ubur. Mereka paling sering ditemukan menempel pada ikan.

Dalam jumlah besar, kutu laut bisa menyebabkan kerusakan besar pada kulit ikan karena menyebabkan luka terbuka. Pada umumnya, kutu laut berada di pantai di berbagai penjuru dunia dari Australia sampai Florida dan sering menyelip masuk ke baju renang kemudian menyebabkan rasa perih yang gatal.

Meski demikian, tak hanya kutu laut, beberapa monster laut ini wajib diwaspadai saat berada di pantai:

  1. Bulu Babi

    Melansir sickontheroad, bulu babi pada dasarnya adalah binatang laut yang pasif alias tidak suka menyerang. Namun, sekali Anda mengganggunya, dia akan mengeluarkan serangan-serangan yang agresif.

    Bulu babi memiliki kemampuan menyerang dengan cara menusukkan duri yang mengelilingi tubuhnya ke sasarannya. Duri tersebut akan bersarang dan memberikan dampak iritasi yang memicu infeksi pada kulit.

    Meskipun bermain di perairan dangkal, masih ada kemungkinan Anda bertemu dengan bulu babi. Setiap kali melangkah pastikan
    Anda memperhatikan apa yang ada di depan dan apa yang Anda injak.

    Jika tertusuk bulu babi, segera potong duri tersebut. Rendam kaki dengan air hangat berisi garam Epsom untuk membantu duri lepas dari kulit.

  2. Ubur-ubur

    Binatang laut yang satu ini menyerang mangsanya dengat cara menyengat. sengatan ubur-ubur ini bisa berakhir dengan kematian.

    Sebab itu, jangan mengambil benda apapun yang berwarna-warni dari laut bisa jadi itu masih termasuk varian ubur-ubur.

    Jika tersengat ubur-ubur, segera bilas dengan air laut, lepaskan duri dengan pinset atau ujung kartu yang memiliki sudut lancip. Tidak disarankan mengencingi bagian tubuh yang disengat karena dapat memperburuk kondisi luka.

  3. Lalat Laut

    Bekas gigitan yang diakibatkan lalat laut biasanya terasa seperti gigitan nyamuk. Lalat laut biasanya mulai aktif di area pantai di saat sore hingga pagi hari.

    Bila daerah tempat Anda bermain air memang rawan lalat laut, sebelum ke pantai oleskan losion antinyamuk yang mengandung permethrin. Bila digigit lalat laut, segera cuci lalu kompres es untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak. Anda pun harus mengurangi garukan terhadap bekas gigitan lalat laut.

  4. Hiu

    Jenis ikan yang satu ini memang umumnya hanya ditemukan di perairan dengan kedalaman tertentu. Namun ternyata bayi ikan hiu kerap ditemui di perairan dangkal, biasanya mereka berenang dekat batu karang.

    Anda harus menyesuaikan waktu berenang dan tempat aman untuk berenang. Jangan terlalu menjauh dari garis tepi pantai dan cobalah untuk berenang secara berkelompok.

    Hindari berenang bila sedang mengalami luka atau memakai perhiasan mengilap hal tersebut mampu memicu serangan hiu. Bila saat berenang melihat ikan hiu, Anda harus mencoba untuk tidak mengagetkannya dengan berenang setenang mungkin.

  5. Lalat Pasir

    Meski berbahaya dan harus dihindari, lalat pasir tidak akan menggigit Anda. Namun dia akan masuk ke kulit dan bertelur di sana. Lalat pasir biasanya hanya ditemukan di pantai-pantai tertentu.

Semoga kejadian Sam Kanizay menjadi pelajaran agar lebih waspada saat sedang bermain-main di pantai. Yang terpenting, usahakan tidak panik lakukan penanganan pertama apabila hal tersebut sewaktu-waktu menimpa Anda.

Baca artikel serupa di sini.

[DA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar