Sukses

Menguliti Manfaat Kulit Pisang untuk Kesehatan

Kulit pisang ternyata menyimpan banyak manfaat untuk tubuh. Apa saja?

Pisang adalah salah satu buah yang banyak digemari. Selain mudah dan praktis untuk dikonsumsi setiap hari, manfaat pisang untuk kesehatan juga melimpah. Tak terkecuali kulit pisang.

Seperti yang telah kita ketahui, pisang mengandung tinggi kalium yang merupakan salah satu elektrolit atau ion yang dibutuhkan oleh tubuh.

Tidak jarang ketika seseorang mengalami kekurangan kalium derajat ringan, dokter tidak langsung memberikan obat, namun menyarankan orang tersebut untuk meningkatkan konsumsi pisang.

Lalu, bagaimana dengan manfaat kulit pisang untuk kesehatan? Mari simak selengkapnya dalam artikel berikut ini.

Artikel Lainnya: Pisang Kuning vs Pisang Hijau, Mana yang Lebih Bermanfaat?

1 dari 2 halaman

Manfaat Kulit Pisang untuk Kesehatan

Manfaat buah pisang memang tak perlu diragukan lagi. Tapi bagaimana dengan kulitnya? Inilah beberapa manfaat kulit pisang untuk kesehatan tubuh Anda:

1. Mengurangi Depresi

Kulit pisang kaya akan potasium dan serat yang mudah larut. Bagian luar ini mengandung triptofan, yang meningkatkan kadar serotonin dan memperbaiki mood seseorang.

Kandungan ini dipercaya dapat mengurangi depresi, karena memengaruhi neurotransmiter otak yang bertanggung jawab untuk menyeimbangkan emosi.

2. Membuat Tidur Lebih Nyenyak

Khasiat kulit pisang lainnya adalah dapat meningkatkan kualitas tidur. Kulit pisang mengandung senyawa triptofan yang tinggi.

Triptofan adalah asam amino esensial yang sering diresepkan dalam bentuk suplemen untuk mengatasi masalah tidur. Ini berarti mengonsumsi kulit pisang bisa membantu Anda mendapatkan tidur yang lebih nyenyak.

3. Menurunkan Kolesterol

Kulit pisang mengandung serat yang mudah larut. Dalam banyak penelitian, serat telah menunjukkan kemampuannya untuk menurunkan kadar kolesterol.

Hal tersebut tentu membantu menangkal komplikasi penyakit jantung dan stroke. Jadi, jangan remehkan khasiat kulit pisang yang satu ini.

Artikel Lainnya: 6 Alasan Jangan Buang Kulit Pisang

4. Menjaga Tubuh Tetap Langsing

Memiliki kalori yang rendah, manfaat kulit pisang untuk kesehatan bisa membantu mengurangi berat badan Anda.

5. Menurunkan Risiko Kanker

Manfaat kulit pisang yang lainnya adalah tinggi akan kandungan antioksidan. Selain itu, bagian ini juga mengandung senyawa yang berfungsi melindungi sel tubuh dari jenis mutasi penyebab tumor dan kanker.

6. Memperbaiki Penglihatan

Kulit pisang kaya akan lutein. Ini adalah senyawa yang membantu melindungi penglihatan. Kandungan lutein pada kulit pisang juga berperan dalam mencegah katarak dan degenerasi makula.

7. Melindungi Sel Darah Merah

Khasiat kulit pisang yang satu ini tak kalah penting. Pasalnya, sel darah merah mempunyai tugas untuk mengantarkan oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Gizi yang ada pada kulit pisang dapat mencegah sel darah merah Anda rusak.

Artikel Lainnya: Benarkah Jantung Pisang Bantu Mencegah Anemia?

8. Menjaga Kesehatan Kulit

Kandungan di dalam kulit pisang dapat membantu menjaga kelembapan kulit. Namun, masih membutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai cara penggunaan dan efektivitasnya.

9. Menjaga Kesehatan Rambut

Beberapa produk perawatan rambut menggunakan ekstrak kulit pisang sebagai bahan dasarnya. Kandungan ini dipercaya dapat membuat rambut menjadi lebih lembut dan berkilau karena adanya antioksidan yang menetralisir radikal bebas.

10. Menjaga Kesehatan Gigi

Pada beberapa studi menunjukkan, kulit pisang mengandung antibakteri yang dapat membantu mengatasi gangguan pada gusi.

Menggosokkan kulit pisang pada gigi dianggap dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan gusi. Namun, hal ini juga masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Kulit pisang juga mengandung phenolic. Zat ini dianggap memiliki potensi sebagai antioksidan dan antimikrobial yang dapat bermanfaat bagi kesehatan. Namun, kandungan phenolic di dalam kulit pisang akan sangat dipengaruhi oleh jenis pisang, cara penanaman, hingga tingkat kematangannya.

Walau manfaat kulit pisang untuk kesehatan cukup banyak, masih dibutuhkan studi lebih lanjut untuk mendukung hal tersebut. Para peneliti masih menelaah bagaimana cara menggunakannya, mengolahnya, hingga takaran yang harus digunakan sehingga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan.

[FY/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar