Sukses

Panduan Merawat Bayi dengan Berat Lahir Rendah

Bayi berat lahir rendah bisa masuk golongan berkebutuhan khusus yang tentunya perlu perawatan ekstra, Begini cara merawat bayi dengan berat lahir rendah.

Bayi berat lahir rendah atau BBLR membutuhkan penanganan khusus, baik sesaat setelah lahir maupun ketika sudah stabil dan boleh pulang ke rumah. Kondisi ini bisa berdampak buruk pada bayi, seperti terhambatnya pertumbuhan, infeksi, gagal organ, hingga kematian.

Ada beberapa penyebab terjadinya berat bayi lahir rendah. Hal yang paling sering adalah kelahiran prematur dan PJT (Pertumbuhan Janin Terhambat) atau IUGR (Intrauterine Growth Retardation).

Selain itu, bayi kembar, usia ibu saat hamil (<20 tahun atau >40 tahun), komplikasi pada masa kehamilan, penyakit bawaan janin, ibu yang konsumsi alkohol, NAPZA, dan kurang gizi selama kehamilan juga bisa menjadi penyebab berat bayi lahir rendah.

Jadi, bagaimanakah perawatan bayi berat badan lahir rendah? Simak penjelasannya berikut ini.

Artikel Lainnya: 5 Kiat Cegah Bayi Lahir dengan Berat Badan Rendah

1 dari 2 halaman

Panduan Merawat Bayi dengan Berat Lahir Rendah

Saat anak lahir dengan kondisi BBLR, tentu dokter yang menangani akan melakukan sejumlah tata laksana dan perawatan. Ketika kondisi sudah stabil, bayi baru diperbolehkan pulang. 

Namun, selepas di rumah, perawatan bayi berat badan lahir rendah tetap harus dilakukan. Berikut panduan cara merawat bayi dengan kondisi tersebut. 

  1. Tetap Berikan ASI

ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi. Selain memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil, ASI juga mengandung immunoglobulin yang bermanfaat untuk daya tahan tubuh.

Di lain sisi, bayi dengan berat lahir rendah umumnya memiliki bobot kurang dari 2.500 gram. Nah, agar bisa mengejar target berat badan sesuai usianya, berikan ASI setiap 2 jam sekali.

Suplemen penambah nutrisi ASI, seperti HMF (Human Milk Fortifikasi), bisa diberikan sesuai saran dokter.

Artikel Lainnya: Berat Badan Bayi Tidak Normal? Ini Pemeriksaan yang Diperlukan

  1. Kontak Langsung Kulit Bayi dan Ibu

BBLR memiliki lapisan lemak yang sedikit pada tubuhnya sehingga sulit untuk mempertahankan suhu tubuh tetap hangat. 

Karena itu, kontak langsung kulit antara bayi dengan ibu (atau ayah) dengan perawatan metode kanguru (PMK) dapat membantu bayi tetap hangat. Bahkan, metode ini dapat memperlancar produksi ASI.

  1. Rutin Mencuci Tangan

Bayi dengan berat lahir rendah lebih berisiko infeksi yang justru akan menghambat kenaikan berat badan bayi. 

Itu sebabnya, Anda sebaiknya rajin mencuci tangan selama perawatan bayi berat badan lahir rendah untuk mencegah infeksi.

  1. Lakukan Pijat Bayi

Pemijatan merupakan bentuk kontak fisik dan stimulasi yang baik bagi bayi. Cara ini diketahui dapat membantu meningkatkan berat badan bayi.

Namun, sebelum melakukannya, disarankan untuk mengonsultasikan ke dokter terkait cara pemijatan yang aman.

Artikel Lainnya: Berat Badan Bayi Susah Naik, Jangan-Jangan karena Anemia?

  1. Menghindari Asap Rokok

Jangankan untuk BBLR, untuk orang dewasa saja paparan asap rokok bisa sangat berbahaya. Asap rokok pada bayi antara lain dapat memicu asma dan infeksi saluran pernapasan.

Bahkan, pada bayi dengan berat lahir rendah, paparan asap rokok bisa menyebabkan sindrom kematian mendadak. Itu sebabnya, semaksimal mungkin, hindarkan si Kecil dari asap rokok.

  1. Selalu Waspada

Sebagai orang tua, mata Anda perlu jeli dan waspada jika terdapat perubahan dan tanda bahaya pada bayi. 

Misalnya, kulit menjadi kuning, sesak, membiru, demam, lemah, tidak mau menyusu, lunglai, hingga tidak merespons.

Apabila Anda melihat tanda-tanda tersebut, jangan diabaikan. Disarankan Anda segera membawa bayi berobat ke dokter.

Mengingat pentingnya perawatan bayi berat badan lahir rendah, peran Anda sebagai orang tua sangat diperlukan. Dengan begitu, komplikasi bayi berat lahir rendah dapat dicegah dan si Kecil tetap tumbuh dan berkembang secara optimal.

Anda masih punya pertanyaan seputar perawatan bayi berat badan lahir rendah? Jangan ragu untuk menanyakannya langsung pada dokter di aplikasi KlikDokter! Anda juga bisa mengecek tumbuh kembang anak Anda di sini

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar