Sukses

Apa yang Terjadi Ketika Tubuh Kekurangan Garam?

Ternyata kekurangan garam juga mendatangkan sederet dampak buruk bagi kesehatan!

Klikdokter.com, Jakarta Tidak sedikit orang yang enggan mengonsumsi garam. Entah karena alasan medis tertentu, atau hanya sekadar tidak suka. Padahal kekurangan garam juga tidak baik bagi kesehatan tubuh, lho!

Garam merupakan elektrolit penting yang membantu menjaga keseimbangan air di dalam sel tubuh manusia. Dalam kadar cukup, garam juga berperan untuk menjaga fungsi otot dan saraf, yang pada akhirnya membuat tekanan darah tetap stabil.

Sebaliknya, saat kadar garam di dalam tubuh kurang dari normal, maka tubuh akan kehilangan fungsinya secara perlahan-lahan. Ini dikenal dengan sebutan hiponatremia.

Seseorang yang mengalami hiponatremia bisa saja tidak merasakan gejala atau gangguan yang berarti. Namun cepat atau lambat, kondisi ini bisa menimbulkan beberapa komplikasi. Berikut beberapa di antaranya:

  • Gangguan kognitif

    Sebagian besar jaringan tubuh dapat menangani sel yang berkembang akibat hiponatremia. Namun otak tidaklah demikian. Hal ini bisa menurunkan kondisi otak akibatnya penderita mengalami iritabilitas dan halusinasi.

    Lambat laun, tingkat kesadaran penderita akan menurun hingga akhirnya masuk dalam kondisi koma. Kejadian ini meningkatkan risiko kematian, khususnya saat kadar natrium dalam darah di bawah nilai normal.

  • Gangguan fungsi otot

    Seseorang yang kekurangan garam akan mengalami komplikasi, yang melibatkan gangguan fungsi otot di dalam tubuh. Gejalanya meliputi lemah otot, kejang atau kram.

    Agar Anda terhindar dari kondisi di atas, pastikan Anda menambahkan garam dalam menu sehari-hari. The Food Standards Agency merekomendasikan agar orang dewasa mengonsumsi garam tidak lebih dari 6 gram setiap hari. Untuk anak-anak usia 1-3 tahun, batas aman konsumsi garam adalah 2 gram, 4-6 tahun 3 gram, sementara usia 7-10 tahun adalah 5 gram.

    Sedangkan untuk bayi dan balita, garam sebaiknya dihindari sama sekali. Ini karena ginjalnya belum ‘matang’, sehingga belum mampu mengolah zat-zat yang terkandung pada garam dengan sempurna.

Setelah mengetahui fakta di atas, apakah Anda masih ragu untuk menambahkan garam pada asupan sehari-hari? Pastikan garam yang Anda konsumsi sesuai batas aman yang dianjurkan. Mengonsumsi garam dalam jumlah yang cukup akan menghindarkan Anda dari kondisi hiponatremia akibat kekurangan garam

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar