Sukses

Campak dan Campak Jerman, Apa Bedanya?

Campak dan campak Jerman dapat menular ke orang lain dengan mudah. Kenali perbedaan keduanya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Campak dan campak Jerman. Anda tentu sudah pernah mendengar tentang kedua penyakit ini. Meski sama-sama menimbulkan ruam merah pada kulit, penyebab dan perjalanan penyakit keduanya ternyata sangat berbeda.

Campak

Campak disebabkan oleh virus jenis paramyxovirus. Gejala-gejala umum campak, antara lain demam, kehilangan nafsu makan, ruam merah pada kulit, infeksi telinga, mata sensitif terhadap cahaya, dan diare.

Tanda dan gejala biasanya muncul 10 hingga 14 hari setelah paparan terhadap virus. Anak-anak yang terkena campak biasanya menghabiskan waktu sekitar 5 hari untuk beristirahat. Jika penyakit ini terus dibiarkan, komplikasi yang dapat terjadi adalah radang otak.

Virus campak dapat bertahan di permukaan selama beberapa jam dan menempel pada benda-benda lain. Saat Anda menyentuh benda yang sudah terkena percikan virus campak lalu menempelkan tangan ke hidung atau mulut, otomatis Anda bisa ikut terinfeksi.

Campak Jerman (Rubella)

Campak Jerman disebabkan oleh virus rubella. Penyakit ini sangat menular karena dapat menyebar melalui udara, salah satunya melalui bersin dan batuk. Umumnya campak Jerman membutuhkan waktu sekitar 14–21 hari untuk menimbulkan gejala.

Campak Jerman biasanya lebih ringan dibanding campak. Namun jika menyerang wanita hamil, terutama saat usia kehamilan di bawah 20 minggu, penyakit ini berpotensi menimbulkan keguguran dan cacat lahir (seperti kehilangan pendengaran dan kerusakan otak).

Selain itu, penderita campak Jerman pada anak-anak biasanya menunjukkan gejala yang lebih ringan dibanding dengan penderita dewasa. Akan tetapi, ada juga penderita campak Jerman yang tak mengalami gejala tetapi tetap dapat menyebarkan penyakit.

Vaksin MR & Penanganan

Saat ini, pemerintah telah menggunakan vaksin MR (vaksin gabungan untuk campak dan campak Jerman) secara massal karena telah mendapat rekomendasi dari WHO. Vaksin MR ini dipercaya 95 persen efektif untuk mencegah campak dan campak Jerman, serta telah digunakan di 141 negara di dunia.

Bagi Anda yang terkena campak atau campak Jerman, tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit ini. Penanganan yang paling utama adalah istirahat yang banyak, cukupi asupan air putih, serta konsumsi parasetamol untuk mengurangi nyeri serta demam.

Untuk anak-anak di bawah 12 tahun sebaiknya tidak diberikan aspirin, kecuali direkomendasikan oleh dokter. Jika terjadi komplikasi atau infeksi menjadi sangat parah, perawatan di rumah sakit kemungkinan akan dibutuhkan.

Karena penyakit campak tampak serupa dengan campak Jerman, sebaiknya hubungi dokter untuk diagnosis yang lebih mendalam. Melakukan vaksinasi MR juga penting sebagai upaya memutus penyebaran kedua virus ini.

[RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar