Sukses

Bolehkah Anak-Anak Minum Kopi?

Kebanyakan orangtua kerap memberikan kopi kepada anaknya untuk terhindar dari kejang (step). Amankah kopi dikonsumsi anak-anak?

Klikdokter.com, Jakarta Kopi mengandung zat kafein, yang dapat digolongkan sebagai obat karena memengaruhi sistem saraf manusia. Dalam dosis rendah kafein membantu Anda agar lebih terjaga dan juga energetik.

Namun, dosis kafein yang berlebih juga bisa menimbulkan efek samping seperti gelisah, sakit kepala, nyeri perut, kesulitan konsentrasi, kesulitan tidur, detak jantung meningkat, dan tekanan darah meningkat.

Selayaknya obat, anak-anak yang tubuhnya lebih kecil dari orang dewasa akan terpengaruh oleh dosis yang lebih kecil dari orang dewasa. Sehingga, secangkir kopi yang memberikan efek “segar” bagi orang dewasa bisa saja memberikan efek samping bagi anak-anak.

Konsumsi zat kafein lebih dari 3mg per kg berat badan ditemukan meningkatkan kegelisahan pada anak. Sebagai gambaran, secangkir kopi biasanya mengandung setidaknya 100mg kafein.

Perlu diingat, kafein memiliki sifat diuretik (membantu tubuh mengeliminasi air, umumnya melalui buang air kecil) sehingga minum kopi membuat anak banyak berkemih. Tanpa disadari, hal ini dapat meningkatkan resiko terjadinya dehidrasi pada anak, terutama jika tidak banyak minum cairan lain usai minum kopi.

Pada anak, direkomendasikan untuk memiliki waktu tidur 10 jam per malam, konsumsi kopi dapat mengganggu hal ini. Konsumsi kopi pada pagi hari, membuat anak belajar di bawah pengaruh zat kafein.

Sehingga, saat tiba waktunya mengingat kembali memori seputar pelajaran (misalnya saat ujian), anak butuh pengaruh zat ini kembali agar dapat memberikan performa terbaik. Anak jadi seperti ketergantungan.

Karena itu, disarankan bagi orangtua untuk menghindari pemberian kopi dan beberapa minuman yang mengandung zat kafein seperti minuman bersoda, energi dan teh kepada anak.

[DA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar