Sukses

Daftar Hewan Pengisap Darah yang Berbahaya bagi Manusia

Tak hanya vampir yang suka mengisap darah! Ada beberapa hewan pengisap darah yang patut Anda waspadai. Berikut hewan pengisap darah yang paling sering menyebabkan masalah kesehatan.

Tidak hanya Drakula, hewan juga bisa menjadi pengisap darah. Ini karena jenis hewan tertentu memenuhi kebutuhan nutrisinya dan bertahan hidup dengan cara mengisap darah manusia ataupun hewan lainnya.

Sayangnya, hewan-hewan tersebut tidak hanya mengisap darah, melainkan juga membawa wabah penyakit bagi manusia. Anda pasti mengenal penyakit seperti demam berdarah, filariasis, hingga penyakit sampar. Penyakit-penyakit tersebut ada akibat gigitan hewan seperti nyamuk hingga lalat.

1 dari 2 halaman

Hewan Pengisap Darah yang Membahayakan Kesehatan

Hewan pengisap darah yang ada di sekitar Anda umumnya berukuran kecil, sampai-sampai Anda tak menyadarinya apabila hewan ini mengisap darah. Berikut ini adalah beberapa hewan pengisap darah yang berbahaya bagi manusia:

1. Nyamuk

Di antara hewan pengisap darah, nyamuk adalah hewan yang terkenal. Tak sekadar bertahan hidup dengan mengisap darah manusia saja, nyamuk menjadi hewan yang paling sering merenggut nyawa manusia.

Umumnya gigitan nyamuk rumah atau nyamuk Culex tidaklah memberikan gejala yang membahayakan. Gatal dan bentol pada kulit adalah bentuk umum akibat isapan darah dari nyamuk ini. 

Namun, ada beberapa jenis nyamuk pengisap darah yang menyebarkan penyakit berbahaya, seperti nyamuk Anopheles yang menyebabkan malaria, nyamuk Aedes aegypti yang mencetuskan demam berdarah dengue, serta gigitan nyamuk yang membawa parasit filaria yang menimbulkan kaki gajah.

Tanda dan gejala penyakit akibat gigitan nyamuk bisa bervariasi. Umumnya menimbulkan demam, nyeri badan, lemas, sakit kepala, mual dan muntah, bengkak pada bagian tubuh, hingga penurunan kesadaran.

Untuk mencegah Anda mengalami penyakit-penyakit tersebut, pastikan untuk menjaga kebersihan rumah sekitar, gunakan losion antinyamuk, dan kelambu saat tidur. 

Anda juga bisa menutup sumber air bersih dan melakukan pembersihan pada tangki-tangki penyimpanan air secara berkala. Jika perlu, gunakan bubuk abate di dalamnya.

Artikel lainnya: Penyebab Sering Digigit Nyamuk, Padahal Orang di Sekitar Tidak

2. Cacing Tambang

Tak hanya anak-anak yang bisa mengalami infeksi cacing. Bagi orang dewasa yang memiliki kebiasaan berjalan di tanah tanpa alas kaki, bisa menyebabkan larva cacing tambang mudah masuk ke dalam tubuh. 

Cepat atau lambat, larva hewan ini akan terus bergerak ke aliran darah dan menuju ke usus. Di usus, larva cacing tambang akan berubah menjadi cacing dewasa. Untuk bertahan hidup, cacing mendapatkan makanan dengan cara mengisap darah manusia di saluran cerna.

Tak mengherankan apabila orang yang terinfeksi cacing tambang mengalami anemia, karena cacing termasuk hewan pengisap darah. Selain itu, infeksi cacing tambang menyebabkan gangguan pencernaan seperti nyeri perut, diare yang bercampur dengan darah, mual dan muntah. 

Infeksi cacing tambang bisa dicegah dengan cara menjaga kebersihan diri, yaitu dengan menggunakan alas kaki setiap keluar rumah terutama melakukan aktivitas di kebun dan mencuci tangan sebelum makan. 

3. Lintah dan Pacet

Lintah dan pacet juga mendapatkan makanan dengan cara mengisap darah hewan lain atau manusia. Lintah sering terdapat di air, sedangkan pacet hidup di daun atau batang pohon. Keduanya dapat mengeluarkan zat yang mampu mencegah pembekuan darah saat ‘mengisap’ korbannya, yaitu zat hirudin.

Tidak seperti hewan lainnya yang menyebabkan penyakit, umumnya gigitan lintah maupun pacet tidak berbahaya. Biasanya setelah kenyang mengisap darah, lintah dan pacet akan terlepas dengan sendirinya. Setelah terlepas dari kulit akan timbul luka maupun lebam akibat isapan hewan tersebut. 

Sebagai pertolongan pertama dari gigitan hewan pengisap darah ini, Anda bisa mencuci bekas gigitannya dengan air dan sabun, kemudian rawat luka yang ada. Apabila bengkak dan lebam, kompreslah dengan air dingin. 

Lalu, apabila masih ada luka berdarah yang sulit berhenti, Anda bisa membalut dan menekannya dengan kasa atau perban elastis. 

Artikel lainnya: Minyak Lintah, Benarkah Ada Manfaatnya untuk Kesehatan?

4. Kutu Busuk (Kepinding)

Kutu busuk atau kepinding merupakan hewan yang dapat menempel di kulit manusia. Tak hanya berada di luar rumah seperti hutan, kebun, atau sawah, kutu busuk bisa tinggal di dalam rumah Anda. 

Meski tidak menyebabkan transmisi penyakit tertentu, kutu menjadi hewan pengisap darah yang bisa mencetuskan keluhan gatal, bengkak, dan nyeri bekas gigitan. 

Untuk mencegah Anda mengalami gigitan kutu busuk, sebaiknya jaga kebersihan rumah Anda. Salah satunya adalah harus mencuci sprei dan selimut secara berkala, membersihkan kasur, lantai, tirai, maupun sofa dengan penyedot debu.

5. Kutu Loncat

Kutu loncat banyak terdapat pada hewan peliharaan, seperti kucing dan anjing. Selain itu, bisa juga berasal dari hewan pengerat seperti tikus. Jika tidak dibasmi, kutu ini dapat mengisap darah manusia. 

Dahulu, kutu loncat sempat menjadi agen penyebar wabah penyakit pes atau penyakit sampar di Eropa. Kutu ini bisa membawa bakteri Yersinia pestis yang menyebabkan  penyakit pes dan menginfeksi banyak orang. 

Secara garis besar ada tiga jenis penyakit pes, yaitu bubonic plague, septicemic plague, dan pneumonic plague. Gejala dari ketiganya bisa berbeda-beda. 

Artikel lainnya: Penyakit Jiggers (Kutu Kecil) Bisa Mengakibatkan Kematian, Benarkah?

6. Lalat Tse Tse

Lalat juga bisa menjadi hewan pengisap darah. Tentunya bukan jenis lalat rumahan yang berada dis ekitar Anda. Pernahkah Anda mendengar lalat tse tse?

Lalat tse tse dikenal sebagai lalat yang menyebabkan penyakit tidur. Ketika lalat tse tse mengisap darah Anda, ia memasukkan parasit dan menyebabkan keluhan lemas, demam tinggi, sakit kepala, dan nyeri otot. Apabila tidak ditangani dengan baik, maka bisa menyebabkan kematian.

Mereka banyak berada di daerah Afrika. Bagi Anda yang gemar bepergian dan berencana ke Afrika, Anda harus berhati-hati dengan gigitan lalat tse tse. Gunakanlah pakaian yang menutup tubuh Anda, tentunya pilih yang berwarna netral dan berbahan tebal. 

Pasalnya, lalat tse tse menyukai warna terang dan gelap serta gigitannya bisa menembus pakaian yang tipis. Selain itu, hindari tempat seperti semak-semak karena banyak lalat tse tse yang berdiam diri di sana dan akan menggigit apabila merasa terganggu.

7. Lalat Pasir

Lalat pasir, atau yang disebut sebagai sandfly, adalah hewan pengisap darah yang menyebabkan penyakit leishmaniasis. Lalat ini banyak ditemukan di daerah tropis dan subtropis di wilayah Eropa Selatan. 

Ada beberapa gejala klinis yang mungkin timbul akibat gigitan dari lalat pasir, yaitu terbentuknya luka di tubuh, kerusakan jaringan mukosa, dan pembengkakan organ dalam seperti hati dan limpa. 

Untuk mencegah paparan hewan pengisap darah ini, disarankan untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah saat malam hari. Hal ini dikarenakan lalat pasir aktif saat malam hari. 

8. Kissing Bugs

Kissing bugs, atau yang dikenal dengan triatomine, merupakan serangga yang menyebabkan penyakit Chagas. Kissing bugs dikenal sebagai hewan pengisap darah dan aktif pada malam hari. 

Setelah Anda tergigit serangga ini, tak langsung menimbulkan gejala. Dibutuhkan beberapa minggu hingga bulan untuk menimbulkan gejala. Beberapa gejalanya antara lain demam, bengkak di sekitar gigitan, dan ruam merah. Pada beberapa kasus berat, penyakit dari hewan ini bisa menyebabkan gangguan irama jantung.

Untuk menghindari gigitan kissing bugs, Anda bisa menggunakan bugs repellent spray jika beraktivitas di luar rumah. Selain itu, bersihkanlah kayu maupun batu-batu yang ada di sekitar rumah karena bisa menjadi tempat hidup kissing bugs

Sekarang Anda sudah tahu bahwa banyak hewan pengisap darah yang menyebabkan penyakit. Karena itu, tetaplah waspada. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar adalah kunci utama agar tidak mudah tertular penyakit dari hewan-hewan tersebut.

Bagi Anda yang punya pertanyaan seputar hewan pengisap darah yang berbahaya bagi manusia, silakan bertanya langsung kepada dokter kami. Gunakan layanan Live Chat dengan mengunduh aplikasi KlikDokter.

[NWS]

0 Komentar

Belum ada komentar