Sukses

Cara Menghadapi Orang Narsis

Suka memuji diri sendiri dan menganggap dirinya yang terbaik? Hmm… mungkin ini gejala orang dengan kepribadian narsistik! Simak tips menghadapi orang narsis berikut ini.

Satu waktu dalam hidup Anda, mungkin pernah bertemu atau bahkan bekerja sama dengan orang narsis. Narsisme adalah gangguan kepribadian di mana seseorang merasa dirinya penting, ingin selalu dipuja, dan kurang empati terhadap orang lain.

Menurut Sigmund Freud, narsisme adalah perkembangan normal dari suatu individu, karena sifat ini dapat membentuk kepribadian diri seseorang dan membantu dalam menetapkan tujuan dalam hidupnya. 

Namun, jika melebihi batas, hal tersebut dapat menghambat kemampuan orang tersebut untuk memiliki hubungan yang sehat dengan lingkungan sekitar, serta berkembang menjadi gangguan kepribadian narsistik.

1 dari 2 halaman

Cara Menghadapi Orang yang Narsistik

Kata narsis sering kali identik dengan kurangnya empati dan keegoisan berlebihan. Tak hanya itu, mereka biasanya ‘haus’ akan pujian dari lingkungan sekitar, mengeksploitasi orang lain tanpa merasa hal itu salah, sering merendahkan dan mengintimidasi orang lain, serta mementingkan diri sendiri di atas kepentingan orang lain. 

Berikut adalah cara menghadapi orang narsistik yang bisa Anda coba:

  1. Alihkan Perhatian ke Topik Lain

Biasanya ciri-ciri orang narsis adalah mereka sangat mendominasi percakapan. Mereka cenderung berbicara tentang diri mereka sendiri dan membesar-besarkan prestasi mereka.

Jika Anda bertemu dengan orang seperti ini, alihkan perhatiannya ke topik yang lain. Karena, jika seorang narsis menceritakan dirinya dalam versi yang ideal secara terus-menerus, hal ini justru berdampak kurang baik untuk Anda.

Artikel lainnya: Narsis dan Percaya Diri Itu Beda Lho, Begini Perbandingannya

  1. Tetap Positif

Dalam pandangan seorang narsis, dunia ini hanya diisi oleh pemenang dan pecundang. Dan orang narsis biasanya selalu ingin menjadi pemenang. Mereka harus membuat diri mereka lebih unggul dari orang lain. 

Selain itu, sifat narsis membuat mereka ingin mendominasi orang lain. Namun jangan buru-buru tersulut api. Bila Anda tampak kesal padanya, justru ia akan semakin agresif kepada lawan bicaranya. Oleh karena itu, meski Anda jengkel setengah mati, tetaplah menunjukkan sikap santai dan positif.

  1. Jangan Mengganggu Pendiriannya

Jika Anda memiliki rekan yang narsis, jangan berpikir untuk mengubah sikapnya menjadi tidak narsis. Hal ini justru dapat berakibat buruk dan memicu reaksi negatif.

Memiliki banyak pembenci membuat mereka merasa populer dan superior.Bersabarlah, sifat narsis akan hilang seiring proses pendewasaan diri.

  1. Hadapi dengan Humor

Seorang narsis biasanya merasa puas jika orang lain terbuai dengan hal-hal yang dipamerkannya. Untuk menghadapi orang narsis seperti ini, cobalah untuk santai dan humor. Humor membuat suasana lebih cair dan lebih menyenangkan. Hindari respons negatif seperti menyindir karena orang narsis sangat peka terhadap dirinya.

Artikel lainnya: Narsis, Benarkah Terjadi karena Pengaruh Usia?

  1. Sejajarkan Diri dengan Permainannya

Orang narsis percaya bahwa dirinya lebih istimewa dibanding orang lain. Karena itu, mereka cenderung tidak ingin mengetahui kekurangan yang ada pada dirinya. Bagaimana jika Anda sedang bekerja dengan orang seperti ini?

Terkadang Anda perlu sesekali membuai ego mereka apalagi jika Anda butuh sesuatu darinya. Mungkin kedengarannya tidak nyaman untuk sebagian orang, tetapi jika itu satu-satunya cara untuk membuat mereka mau bekerja sama, apa boleh buat?

  1. Terima Mereka Apa Adanya 

Saat mereka sedang membanggakan dirinya sendiri, jangan ambil hati dan terima mereka apa adanya serta berlapang dada selama tidak mengusik kehidupan pribadi Anda. 

  1. Tetapkan Batasan yang Jelas 

Jika orang dengan gangguan narsis mengusik kehidupan pribadi Anda, segera bicarakan kepada mereka. Bagaimanapun, Anda berhak menetapkan batasan yang jelas bahwa hal tersebut sudah melampaui batas. 

  1. Sarankan untuk Meminta Bantuan kepada Psikolog 

Apabila Anda merasa pengidap narsis sudah melewati batas, sebaiknya sarankan mereka untuk konsultasi ke psikolog, terutama jika ini orang terdekat Anda atau keluarga. Hal ini penting agar kondisi mereka dapat segera ditangani dan tidak merugikan orang lain.  

Sifat narsis tentu ada pada diri setiap orang, hanya saja bagaimana Anda mengatasinya agar tidak berkembang dan lupa akan keberadaan orang lain di sekitar. Satu hal yang pasti, jangan sampai kenarsisan orang malah membuat Anda ‘tertular’ gangguan narsistik ini ataupun terbawa emosi. Semoga bermanfaat!

Bagi Anda yang punya pertanyaan seputar topik ini, dapat bertanya langsung kepada dokter kami. Gunakan layanan Live Chat dengan mengunduh aplikasi KlikDokter.

[NWS]

2 Komentar