Sukses

Kebiasaan-kebiasaan yang Berisiko Sebabkan Infeksi Saluran Kemih

Salah satu penyebab infeksi saluran kemih adalah kebiasaan yang Anda lakukan sehari-hari. Kenali dan hindari, agar Anda tak mengalami penyakit berbahaya tersebut!

Apakah Anda sering mengalami anyang-anyangan, nyeri saat buang air kecil, atau urine berwarna keruh? Jangan anggap sepele, bisa jadi itu merupakan tanda bahwa Anda mengalami infeksi saluran kemih.

Faktanya, infeksi saluran kemih adalah gangguan kesehatan dengan gejala sering buang air kecil, urine keluar sedikit-sedikit dan tidak tuntas, terasa nyeri, serta terdapat perubahan warna menjadi keruh atau kemerahan.

Banyak hal yang dapat menjadi penyebab infeksi saluran kemih. Salah satunya adalah kebiasaan yang Anda lakukan sehari-hari.

Artikel Lainnya: Wanita Lebih Rentan Kena Infeksi Saluran Kemih, Kenapa?

Berikut ini beberapa kebiasaan pemicu terjadinya infeksi saluran kemih :

1 dari 5 halaman

1. Kurang Minum

Kurang minum membuat produksi urine berkurang, sehingga Ini menjadi penyebab infeksi saluran kemih. Pasalnya, buang air kecil (BAK) merupakan cara terbaik untuk mengeluarkan bakteri yang ada di saluran kemih.

Guna mencegah kondisi tersebut, pastikan Anda minum minimal 8 gelas air putih setiap hari.

2. Menahan Buang Air Kecil

Urine yang terlalu lama tertahan di saluran kemih dapat menjadi media yang baik bagi bakteri untuk berkembang. Bila ditambah dengan faktor-faktor pendukung lain, bakteri tersebut dapat mencetuskan infeksi saluran kemih.

Infeksi saluran kemih akibat bakteri yang tidak segera diatasi dapat menyebar hingga ke ginjal.

2 dari 5 halaman

3. Membasuh Vagina dari Belakang ke Depan

Membasuh vagina dari belakang (anus) ke arah depan saat di toilet bisa menjadi penyebab infeksi saluran kemih. Kebiasaan tersebut membuat bakteri yang ada di anus berpindah ke vagina, yang akhirnya dapat masuk ke dalam saluran kemih Anda.

4. Tidak Mengeringkan Kemaluan Setelah Menggunakan Toilet

Setelah menggunakan toilet, kemaluan tentu berada dalam keadaan basah. Apakah Anda langsung mengenakan pakaian dalam setelahnya? Sebaiknya hindari kebiasaan tersebut.

Ada baiknya untuk mengeringkan area kemaluan terlebih dahulu sebelum menggunakan pakaian dalam. Anda bisa menggunakan tisu sekali pakai maupun kain yang bersih.

Dengan begitu, area kemaluan tidak mengalami kelembapan berlebih sehingga bakteri dan jamur tidak mudah berkembang.

Artikel Lainnya: 8 Tanda Infeksi Saluran Kencing pada Wanita

3 dari 5 halaman

5. Menggunakan Pakaian Dalam yang Lembap dan Basah

Pakaian dalam yang lembap dan basah dapat menciptakan lingkungan yang nyaman bagi bakteri untuk tumbuh dan berkembang. Hal ini memperbesar risiko Anda terkena infeksi saluran kemih.

Oleh karena itu, pastikan Anda mengganti pakaian dalam minimal 2 kali per hari, atau saat ketika basah maupun lembap.

6. Mandi Berendam

Produk untuk mandi berendam banyak mengandung bahan sintetik, yang jika didiamkan di dalam air dalam waktu lama dapat mengiritasi saluran kemih bagi Anda yang sensitif.

Di samping itu, air juga bisa menjadi sumber bakteri dari kulit, pakaian, atau benda lain yang ikut masuk ke dalamnya.

Agar lebih higienis, mandilah menggunakan air pancuran (shower). Bila sesekali ingin berendam, hindari melakukannya terlalu lama, serta sebisa mungkin airnya bersirkulasi.

4 dari 5 halaman

7. Tidak Membasuh Kemaluan Sehabis Berhubungan Intim

Apakah Anda memiliki kebiasaan langsung tertidur usai berhubungan intim? Ketahuilah bahwa kebiasaan ini berisiko menjadi penyebab infeksi saluran kemih.

Terdapat suatu istilah honeymoon cystitis, yaitu suatu bentuk infeksi saluran kemih yang sering dialami oleh orang-orang yang honeymoon atau baru saja menikah. Kondisi ini terjadi karena adanya risiko masuknya bakteri ke saluran kemih wanita saat berhubungan seksual.

Demikian berbagai kebiasaan yang bisa menjadi penyebab infeksi saluran kemih. Penting untuk menghindari kebiasaan tersebut, agar kesehatan tubuh Anda senantiasa terjaga.

Jika Anda merasa mengalami gejala yang berhubungan dengan infeksi saluran kemih, jangan ragu untuk segera berkonsultasi ke dokter melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar