Sukses

5 Kiat Menjaga Kesehatan Area Kewanitaan Saat Haid

Menjaga kesehatan area kewanitaan, khususnya saat haid, dapat menghindarkan Anda dari risiko penyakit kelamin.

Kebersihan area kewanitaan tentu menjadi hal penting yang perlu diperhatikan oleh setiap wanita, terutama ketika haid atau menstruasi. Sebab saat menstruasi, ada banyak cairan dan darah yang menumpuk di area tersebut.

Selain itu, wanita bisa mengalami berbagai macam keluhan selama haid, misalnya timbul rasa gatal di area kewanitaan, keputihan yang berbau tidak sedap, dan masih banyak lagi. Nah, kondisi tersebut bisa terjadi akibat kebersihan vagina yang tidak terjaga selama menstruasi.

Tak hanya keluhan di atas, bila cairan darah yang menumpuk tidak segera dibersihkan, bukan tidak mungkin berbagai penyakit akan muncul. Untuk menghindarinya, berikut ini metode yang bisa Anda lakukan agar area kewanitaan tetap bersih dan sehat:

1. Pilih Metode Sanitasi

Di Indonesia, pembalut lebih umum digunakan daripada tampon karena tidak perlu mengintervensi bagian dalam area kewanitaan. Apapun pilihannya, pastikan Anda nyaman menggunakannya.

Pilihlah produk yang mengandung antiseptik alami yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada area kewanitaan. Pastikan juga produk pilihan Anda aman digunakan sehingga tidak menyebabkan iritasi pada kulit.

Sesuaikan juga ukuran produk pilihan Anda dengan banyaknya darah yang keluar. Pakailah pembalut yang dapat menyerap cairan dengan cepat sehingga permukaan pembalut tetap kering.

Artikel Lainnya: Penyebab Menstruasi Tidak Teratur

1 dari 3 halaman

2. Ganti Pembalut dengan Rutin

Walaupun darah haid terbilang bersih pada mulanya, namun tidak demikian halnya setelah darah haid keluar dari area kewanitaan. Darah haid akan dengan mudah terkontaminasi oleh kuman yang ada di area kewanitaan dan menjadi sumber infeksi.

Ganti selalu pembalut secara teratur setiap setidaknya 3 jam sekali. Ganti juga pembalut saat Anda buang air. Jangan hanya mengganti pembalut saat dirasa sudah penuh dengan darah haid, karena pembalut tetap akan lembab oleh keringat meskipun darah haid sudah tidak terlalu banyak.

3. Bersihkan secara rutin

Saat mengganti pembalut, bersihkan dengan seksama area kewanitaan sebelum memasang pembalut yang baru. Saat haid, darah tidak hanya menumpuk di pembalut namun bisa mengering di bibir vagina sehingga area kewanitaan menjadi kotor.

Artikel Lainnya: Fase Menstruasi yang Wajib Diketahui

2 dari 3 halaman

4. Bersihkan dengan Benar

Saat membersihkan area kewanitaan, terdapat cara-cara yang dianjurkan untuk dilakukan. Basuh area kewanitaan anda dengan air yang mengalir, dan bersihkan dengan menggunakan tangan.

Tidak perlu memakai sabun untuk membersihkan vagina karena pengunaan sabun yang berlebihan bisa membuat keseimbangan flora vagina menjadi rusak. Bersihkan area kewanitaan dari arah depan (vagina) ke belakang (anus), dan bukan arah sebaliknya.

5. Gunakan Pakaian yang Nyaman

Hindari pemakaian celana yang terlalu ketat. Pada saat haid, area kewanitaan terutama vagina akan menjadi lembab karena darah yang menumpuk dan juga pembalut.

Pemakaian celana yang terlalu ketat atau dengan bahan yang sirkulasi udaranya tidak baik akan memperburuk keadaan lembab di area kewanitaan ini. Lebih baik, kenakan pakaian yang nyaman.

Jangan sepelekan penggantian pembalut secara rutin saat sedang haid. Selain itu, selalu keringkan area kewanitaan dengan handuk lembut atau tisu setiap kali Anda membersihkannya. Dengan demikian area kewanitaan bersih, sehat, tidak lembab ataupun sampai berisiko menyebabkan penyakit kelamin.

(DA/ RH)

1 Komentar