Sukses

Kenapa Narkoba dan Bunuh Diri Jadi Pilihan?

Narkoba dan bunuh diri selalu menjadi pilihan bagi sebagian orang untuk lari dari masalah yang tak mampu mereka hadapi. Kenapa?

Klikdokter.com, Jakarta Vokalis Linkin Park, Chester Bennington, ditemukan tewas bunuh diri di kediamannya di Los Angeles, Amerika Serikat, Kamis (20/07) waktu setempat. Rupanya, Chester diketahui telah dekat dengan obat-obatan terlarang dan minuman keras sejak belia. Chester mengisap ganja di usia 11 tahun setelah orang tuanya memutuskan untuk bercerai. Chester kecil pun pernah mengalami pelecehan seksual.

"Ketika masih muda, aku dipukuli dan diperkosa, sama sekali tidak menyenangkan," katanya kepada The Guardian pada 2011.
Setelah mencicipi ganja di usia muda, Chester pun beralih ke narkoba jenis lainnya yaitu kokain dan metamfetamin. Hingga akhirnya Chester memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Lalu, kenapa narkoba dan bunuh diri menjadi pilihan?

Menurut seorang ahli di bidang psikiatri, Dr. Adrian Lloyd, zat yang terkandung dalam obat-obatan tersebut memiliki kemampuan untuk merangsang rasa tenang. Ada bahan kimia tertentu di otak (disebut neurotransmiter) yang merupakan kunci dari perasaan yang biasa mengendalikan emosi seseorang.

Obat-obatan tersebut nyatanya juga dapat mendorong dan merangsang zat tersebut. Hasilnya, pengguna obat akan merasa lebih tenang dan dapat sejenak melepaskan masalah yang tengah dihadapi. Umumnya, pengguna obat-obatan akan mengalami perubahan drastis pada suasana hati dan semangatnya.

Kebanyakan orang, lanjut Lloyd, biasanya mengonsumsi lebih dari satu jenis obat-obatan. Bahkan beberapa menggabungkannya dengan minuman beralkohol. Hal tersebut tergantung dari kebutuhan seseorang terhadap “rasa senang” dan tenang.

Memang tidak semua orang memiliki kekuatan yang sama dalam menghadapi satu masalah dalam hidup. Selain menggunakan narkoba, ada cara lain yang biasanya menjadi pelarian bagi orang-orang yang merasa tertekan. Salah satunya bunuh diri. Sejumlah orang percaya dengan mengakhiri hidup, seluruh masalah dan rasa sakitnya akan selesai.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Inggris menunjukkan, orang-orang yang memutuskan untuk bunuh diri biasanya karena sejumlah faktor. Banyak orang yang bunuh diri karena memiliki penyakit jiwa, depresi, hingga kecanduan narkoba dan alkohol. Dalam banyak kasus, bunuh diri juga terkait dengan perasaan putus asa dan merasa diri tidak berharga.

Banyak ahli meyakini sejumlah hal menjadi pendorong seseorang untuk memilih untuk bunuh diri. Di antaranya:

  • Riwayat Hidup

    Riwayat hidup ini artinya memiliki pengalaman traumatis sejak masa kanak-kanak. Seperti pelecehan seksual yang dialami Chester. Atau kenangan buruk lain yang membuat seseorang merasa tak berharga dan tak lagi pantas untuk melanjutkan hidup.

  • Masalah Kesehatan Mental

    Masalah kesehatan seseorang pun bisa memicu aksi bunuh diri. Misalnya, seseorang dengan gangguan jiwa yang serius berupa skizofrenia dan merasa putus asa dengan segala rangkaian pengobatan.

  • Gaya Hidup

    Terlalu tergantung dan terlalu sering mengonsumsi narkoba serta alkohol bisa menjadi alasan seseorang mengakhiri hidup.

Selain alasan di atas, ada alasan lain yang mungkin jadi penyebab seseorang untuk bunuh diri. Untuk menghindari kejadian serupa terulang, Anda harus mulai memperhatikan lingkungan sekitar dan menyempatkan diri untuk mendengarkan keluh kesah dari rekan Anda yang tengah dalam masalah. Sehingga dia tidak merasa sendiri dan tidak lari pada narkoba apalagi bunuh diri.

[RS/ RVS]

 

0 Komentar

Belum ada komentar