Sukses

Kiat Hadapi Bos yang Suka Mem-bully

Punya bos yang hobi mem-bully dan mencari-cari kesalahan memang menyebalkan. Namun, jangan buru-buru resign. Hadapi dengan kiat melawan bos toxic berikut ini.

Terkadang Anda bisa dihadapkan pada situasi sulit di tempat kerja. Bukan karena pekerjaan yang dijalani tak lagi menyenangkan, tapi karena Anda menghadapi bos toxic yang suka mem-bully.

Apakah Anda memiliki bos yang suka menyindir atau mencari-cari kesalahan? Jika iya, bisa jadi Anda sedang menjadi korban dari perilaku bullying atau perundungan.

Perlu Anda sadari, bullying dapat menyebabkan masalah kesehatan pada korban, seperti kecemasan berlebih, stres, dan lain-lain. Jika terjadi di tempat kerja, kondisi ini bisa saja berdampak pada menurunnya kreativitas dan produktivitas Anda.

Jika Anda sedang menghadapi bos toxic, tenang dulu, jangan buru-buru resign. Simak cara melawan bully di tempat kerja berikut ini:

1 dari 6 halaman

1. Bicarakan dengan Bos Anda

Jika Anda menjadi korban bully oleh bos, cara menghadapi bullying yang dapat dilakukan adalah membicarakan hal ini dengan bos Anda. Jika memungkinkan, sampaikan kepada bos bahwa perkataan atau perbuatannya membuat Anda tidak nyaman.

Meski tidak mudah, jelaskan kepada bos mengenai solusi untuk memperbaiki kekurangan atau kesalahan Anda secara spesifik. Dengan begitu, Anda bisa memperbaiki diri dan menjadi lebih produktif.

Daripada hanya dicela saja, bos Anda dapat menjelaskan apa saja kekurangan yang selama ini menjadi alasan Anda diperlakukan secara ‘tidak baik’. Atasan juga dapat melihat inisiatif Anda untuk memperbaiki diri.

Artikel Lainnya: 6 Tanda Atasan Anda Pelaku Bullying

2. Alihkan Fokus dari Bos ke Pekerjaan Anda

Daripada terus-menerus stres akibat atasan yang gemar mengintimidasi, fokuslah pada detail dan pekerjaan yang harus Anda lakukan.

Penelitian dari Harvard University menyebutkan, karyawan yang memiliki atasan buruk cenderung mengalami berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan tidur hingga tekanan darah tinggi. Hal ini memang dapat menjadi penyebab menurunnya performa kerja.

Meski suasana kerja terasa tidak nyaman, tetaplah berusaha menghasilkan pekerjaan yang terbaik. Selain itu, selalu ingat alasan utama Anda memilih pekerjaan saat ini. Jadikan performa baik kerja Anda sebagai cara menghadapi bullying yang efektif.

2 dari 6 halaman

3. Ketahui Pencetus di Balik Bad Mood Bos Anda

Anda mungkin tidak tahu secara pasti apa yang membuat bos Anda kesal atau punya suasana hati yang buruk. Bisa jadi karena dia memang temperamental, egois, kurang percaya diri, atau sedang memiliki masalah pribadi.

Hal yang perlu Anda pahami adalah api tidak bisa dipadamkan dengan api. Jadi, meski atasan Anda sedang bad mood, Anda tak perlu ikut terlarut dalam suasana yang tegang. Ingatlah, menjadi tegang bukan merupakan cara melawan bully di tempat kerja.

Perhatikan pola mood atasan Anda. Pada hal apa dan kapan saja si bos biasanya marah. Apapun alasannya, coba hindari membuatnya emosi di waktu-waktu tersebut.

Artikel Lainnya: Atasan Pelaku Bullying? Ini Dampaknya pada Kesehatan Mental Karyawan

4. Fokus pada Perkataannya, Bukan Intonasi Bicaranya

Bos bisa saja suka mencari kesalahan Anda. Selain itu, dia juga mungkin sering melontarkan perkataan atau hinaan yang menyakitkan ketika berbicara dengan Anda. Namun terkadang, apa yang dia lontarkan bisa jadi merupakan feedback positif untuk Anda.

Cara atasan menyampaikannya mungkin dengan nada tinggi atau dengan intonasi yang menyakitkan. Namun, cobalah fokuskan pada perkataannya. Bisa saja apa yang disampaikan berupa ‘wejangan’ akibat pekerjaan Anda tidak sesuai prosedur. Jadi, tetap tenang dan telaah dengan kepala jernih, ya.

3 dari 6 halaman

5. Membangun Koneksi yang Baik dengan Rekan Kerja

Selain dapat membantu membela Anda jika bullying terjadi kembali, membangun koneksi dengan rekan kerja dapat memungkinkan Anda untuk dipindahkan ke bagian lain, jika koneksi yang Anda bangun baik.

Koneksi dengan rekan kerja juga akan membantu Anda bekerja dengan lebih baik. Performa kerja yang bagus akan menjadi cara menghadapi bullying yang efektif karena bos Anda tidak dapat ‘menyerang’ Anda.

6. Dokumentasi dan Pencatatan

Jika perundungan terus berlanjut, biasakan diri untuk mencatat bukti aktivitas ini untuk menghadapi bos toxic. Anda dapat menyimpan surel atau catatan yang berisi bukti.

Jika dilakukan secara verbal, catat dengan rinci tanggal, lokasi, saksi mata, juga kejadian yang terjadi. Jika tidak berhasil menghentikan bullying, Anda dapat melaporkan hal ini kepada bagian HR, tentunya dengan membawa bukti yang valid.

Artikel Lainnya: Waspada, Ini Jenis Bullying di Tempat Kerja!

4 dari 6 halaman

7. Dikelilingi dengan Teman dan Orang yang Positif

Bos Anda mungkin sudah membuat hidup Anda terasa bagai mimpi buruk di kantor. Anda pun bisa dibuat bingung mengenai cara untuk melawan bully di tempat kerja.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di Journal of Business and Psychology, atasan dengan perilaku yang buruk memang dapat membuat karyawannya tidak bahagia, sehingga pada akhirnya berujung depresi.

Akan tetapi, kehidupan Anda bukan hanya di kantor saja. Buat rencana menyenangkan sepulang kantor dengan teman, pasangan, atau keluarga.

Dukungan sosial yang positif penting untuk mengurangi suasana stres yang Anda hadapi di kantor. Dikelilingi oleh orang-orang positif juga dapat menjadi salah satu cara menghadapi bullying.

8. Hindari Bergosip

Bergosip merupakan tindakan yang hanya akan memperkeruh suasana dan bukan cara melawan bully di tempat kerja yang efektif. Bergosip mengenai bos toxic hanya akan membuat Anda menjadi sama dengan bos Anda karena bergosip juga merupakan tindakan perundungan.

Membicarakan secara langsung kepada bos atau pengawas Anda menjadi pilihan yang lebih baik ketimbang bergosip. Salah-salah, Anda yang didapuk sebagai pem-bully.

Artikel Lainnya: Tips Hadapi Bullying di Tempat Kerja

5 dari 6 halaman

9. Beristirahat Sejenak

Tubuh yang sehat akan membentuk pikiran yang sehat pula. Jika memungkinkan, ambillah langkah ini sebagai cara menghadapi bullying yang dilakukan bos Anda.

Cobalah untuk mengambil cuti sejenak dari kantor. Pergilah berlibur untuk melakukan aktivitas atau hobi tertentu yang selama ini ingin Anda lakukan. Dengan begitu, pikiran Anda akan kembali ‘sehat’.

Jika cuti tak memungkinkan, sekadar melakukan me time dengan pergi ke spa atau yoga sepulang kantor juga bisa membantu menurunkan tingkat stres.

10. Konsultasi dengan Bagian SDM

Jika Anda sudah merasa tak tahu lagi bagaimana cara untuk menghadapi bullying, cobalah untuk konsultasi dengan bagian SDM kantor tempat Anda bekerja.

Namun sebelumnya, buat ‘riset’ terlebih dahulu, apakah memang SDM Anda akan berpihak pada karyawan. Jika ya, ceritakan masalah yang Anda hadapi selama ini dan mintalah solusi untuk menghadapinya.

Jika memang tindakan bullying yang dilakukan bos berlebihan atau membuat Anda stres berat, pertimbangkan dengan baik untuk keluar dari pekerjaan. Mungkin saja, solusi paling terakhir ini merupakan cara menghadapi bullying yang paling baik.

Bagaimanapun juga, kesehatan dan kebahagiaan Anda merupakan prioritas yang utama. Semoga membantu!

[WA]

0 Komentar

Belum ada komentar