Sukses

Membedakan Stres dengan Gangguan Jiwa Depresi

Stres atau depresi? Kenali perbedaan keduanya dengan melihat gejalanya.

Klikdokter.com, Jakarta Stres dan depresi tidaklah sama. Tapi, kadang orang menganggapnya sebagai hal yang serupa. Sebenarnya, apa sih yang membedakan keduanya?

Stres biasanya dipicu oleh situasi tertentu, misalnya saat ujian atau presentasi proyek pekerjaan. Namun, stres ini tidak selamanya buruk.

Memang benar, stres terlalu lama dapat memberikan efek buruk pada kesehatan, tapi stres juga bisa baik. Contohnya saat sedang deadline, stres akan memobilisasi tubuh untuk memperbaiki kinerja. Artinya, seseorang dapat menemukan potensi lebih dalam lagi karena stres tersebut.

"Sedikit stres memang baik tapi jika terlalu banyak, Anda harus melakukan shut down dan reboot," kata Esther Sternberg, M.D., seorang peneliti stres terkemuka dari National Institute of Mental Health.

Stres juga tak hanya muncul dari kejadian tak mengenakkan. Bisa juga terjadi pada momen yang membahagiakan, misalnya saat menyiapkan pernikahan atau mendapatkan pekerjaan baru.

Namun, stres biasanya akan hilang setelah situasi yang buruk tersebut terlewati, atau saat orang tersebut melakukan hobinya. Pada orang yang rentan, stres dapat menyebabkan depresi berat.

Membedakan stres dan depresi
Depresi adalah penyakit serius yang menyebabkan perubahan kimia pada otak. Penderitanya akan terus-menerus merasa sedih, lelah, tak bergairah (bahkan pada hobinya sekalipun), kehilangan motivasi, dan sebagainya. Kondisi ini dapat berlangsung selama 6 bulan atau lebih.

Sebuah penelitian mengungkapkan, faktor-faktor yang berkontribusi pada timbulnya depresi adalah genetik, perubahan tingkat hormon, kondisi medis, stres, kesedihan atau keadaan kehidupan yang sulit. Namun, kadang depresi terjadi tanpa ada pemicu sama sekali.

Pria dan wanita di segala usia, tingkat pendidikan, latar belakang sosial dan ekonomi bisa menderita depresi. Dampak depresi ini bisa lebih parah bila terdapat penyakit lain, seperti diabetes, stroke, dan jantung.

Perlu diketahui juga, kebanyakan orang yang menderita depresi tidak pernah didiagnosis apalagi diobati. Kabar baiknya adalah ketika depresi segera diidentifikasi, gejalanya pun akan mudah diatasi.

Kesehatan jiwa sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Berkonsultasi dengan psikiater masih identik dengan gangguan jiwa serius sehingga orang terkadang enggan. Padahal, berbicara mengenai masalah Anda kepada ahlinya bukanlah hal yang memalukan, malah sangat disarankan (bahkan meskipun Anda sedang stres biasa).

Jika Anda merasa mengalami stres atau depresi, cobalah untuk berbicara kepada orang terdekat yang dipercaya dan diskusikan mengenai langkah selanjutnya. Ingat, mengunjungi psikiater akan sangat membantu kondisi Anda.

Baca juga di sini 

[RS/ RVS]

1 Komentar