Sukses

Kapan Harus Cek Kolesterol?

Kolesterol tinggi merupakan penyebab utama penyakit jantung koroner dan stroke. Kapan seseorang perlu cek kolesterol?

Klikdokter.com, Jakarta Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan, lebih dari 70 persen orang dewasa di Indonesia memiliki kolesterol tinggi. Sebagian besar dari mereka tak mengetahui hal ini sebelumnya, karena kolesterol tinggi umumnya tak menimbulkan gejala dan baru diketahui dari hasil cek kolesterol.

Lantas kapan seseorang perlu mulai melakukan pemeriksaan kolesterol? American Heart Association merekomendasikan bahwa pria dan wanita yang telah berusia 20 tahun ke atas sebaiknya melakukan pemeriksaan kolesterol.

Bila diketahui riwayat kolesterol tinggi secara genetik, pemeriksaan kolesterol sebaiknya dimulai lebih dini, bahkan sejak usia 10 tahun.

Bila semua hasil pemeriksaan kolesterol menunjukkan nilai yang normal dan tidak ada penyakit apapun, pemeriksaan kolesterol dianjurkan dilakukan setiap 4-6 tahun sekali. Namun bila ada penyakit seperti diabetes, penyakit jantung koroner, stroke, obesitas, atau kebiasaan merokok, kolesterol perlu diperiksa setiap 1-3 tahun sekali.

Sedangkan orang-orang yang memiliki kolesterol tinggi dan diharuskan dokter untuk mengonsumsi obat penurun kolesterol, umumnya perlu melakukan pemeriksaan tiap 3 bulan sampai setahun sekali.

Bagaimana pemeriksaan kolesterol yang baik dan akurat?

Saat ini banyak dijumpai pemeriksaan kolesterol yang mudah di pusat perbelanjaan, apotik, dan area publik lainnya. Hanya dengan mengambil darah dari ujung jari, kadar kolesterol total dapat diketahui.

Pemeriksaan seperti ini sebearnya untuk skrining awal. American Heart Association tidak merekomendasikan pemeriksaan tersebut untuk menjadi standar pemeriksaan kolesterol yang baik.

Pemeriksaan kolesterol yang dianjurkan adalah pemeriksaan profil kolesterol meliputi kolesterol total, HDL (high density lipoprotein), LDL (low density lipoprotein), dan trigliserida.

Pemeriksaan ini harus dilakukan di laboratorium dengan mengambil darah vena dari lengan. Agar mendapat hasil yang akurat, perlu dilakukan puasa selama 9-12 jam sebelum pengambilan darah dilakukan.

Kapan seseorang dianggap memiliki kolesterol tinggi?
Seseorang memiliki kolesterol tinggi bila:

  • Memiliki kadar LDL > 130 mg/dl, atau di atas 100 mg/dl pada penderita diabetes mellitus, atau
  • Kadar HDL < 40 mg/dl, atau
  • Kadar kolesterol total > 200 mg/dl, atau
  • Trigliserida > 150 mg/dl

Jadi, itulah penjelasan mengenai kapan seseorang harus cek kolesterol. Untuk mencegah penyakit jantung koroner dan stroke, Anda sebaiknya segera melakukan pemeriksaan kolesterol.

Nah, agar Anda terhindar dari penyakit jantung koroner dan stroke yang kerap diakibatkan oleh kolesterol tinggi, segera lakukan cek kolesterol.

[BA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar