Sukses

Flakka, Narkoba Pengubah Manusia Jadi Mayat Hidup

Flakka atau Alpha-pyrrolidinopentiophenone (PVP) adalah salah satu jenis narkoba, yang konon dapat mengubah manusia menjadi mayat hidup.

Klikdokter.com, Jakarta Pada tahun 2012, sebuah jenis narkoba baru yang dijuluki bath salt mengejutkan banyak orang. Pasalnya, narkoba yang juga dikenal sebagai flakka ini dituding membuat pria asal Miami, Austin Harrouff, bertingkah layaknya zombie atau ‘mayat hidup’, karena merobek baju dan memakan wajah pria lainnya.

Menurut dr. Michael Baumann dari National Institute on Drug Abuse (NIDA), flakka memang dapat menimbulkan efek yang sangat mengganggu. Ini karena flakka membuat penggunanya seperti memiliki 'kekuatan super’.

“Begitu orang berada di atas batas tertentu akibat flakka, mereka akan menjadi sangat gelisah dan agresif,” kata Baumann, seperti dilansir dari iflscience.com.

“Dalam banyak kasus, mereka berhalusinasi serta mendapat delusi penganiayaan, dan oleh karena itu mereka pikir mereka sedang berjuang untuk hidup,” imbuhnya.

Baumann menambahkan bahwa flakka jauh lebih kuat daripada narkoba pada umumnya. Hal ini berdasarkan penelitian yang menunjukkan bahwa tikus membutuhkan flakka 10 kali lebih sedikit daripada kokain untuk masuk ke tahap kecanduan.

Baumann mengungkapkan, flakka adalah zat yang sangat berbahaya, karena jika dikonsumsi dengan dosis yang tinggi dapat menyebabkan kelainan jiwa dan halusinasi.

Namun, Baumann menegaskan bahwa data klinis yang dikumpulkan dari orang-orang yang mengonsumsi flakka masih sedikit. Ini karena para pengguna tidak pernah berobat ke rumah sakit.

“Sejauh ini yang kami punya hanyalah laporan anekdot,” katanya.

Mengungkap Bahaya Flakka

Menurut pakar obat dan pendiri Center for Network Therapy, dr. Indra Cidambi, flakka menimbulkan efek 10 kali lebih kuat dari kokain.

Orang yang mengonsumsi narkoba jenis ini akan merasa gembira, bergairah dan cepat terangsang.

Di samping itu, penggunaan flakka secara berlebihan juga diketahui dapat menyebabkan tubuh mencapai suhu yang tinggi. Hal ini menyebabkan komplikasi fisik berupa kerusakan ginjal dan otot.

Badan narkoba Amerika Serikat menetapkan flakka sebagai satu dari narkoba sintetik yang dilarang beredar di pasaran sejak 2014 silam. Tindakan ini diikuti oleh 20 negara lain, seperti Jerman, Inggris, Spanyol, Bulgaria, Austria, Republik Ceko dan Perancis.

Meski efek samping flakka yang dapat mengubah orang menjadi zombie atau ‘mayat hidup’ masih belum terbukti kuat, Anda sebaiknya tidak mendekati obat ini sama sekali. Karena narkoba – apapun macamnya – pasti mendatangkan dampak buruk bagi pemakainya.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar