Sukses

Fakta Menarik Seputar Bau Badan

Walaupun sering terjadi, masih banyak fakta tentang bau badan yang jarang diketahui. Mari simak fakta bau badan yang perlu Anda tahu di sini.

Percaya atau tidak, bau badan menjadi momok bagi sebagian besar orang. Urusan yang satu ini bukan cuma mengganggu kenyamanan sekitar, tapi juga bisa mengikis rasa percaya diri seseorang.

Penyebab bau badan antara lain akibat keringat bercampur dengan bakteri. Hal lain yang menarik, bau akan bergantung pada kondisi tubuh pemiliknya. Faktor yang meliputinya seperti status kesehatan, apa yang dimakan, hingga seberapa banyak rambut yang ada dekat kelenjar keringat.

Mau tahu apa lagi fakta bau badan lainnya? Simak ulasan di bawah ini.

1 dari 4 halaman

1. Produksi Bau Badan Diatur Bakteri Menjadi Bau

Kelenjar keringat apokrin memproduksi campuran lemak dan asam amino yang tidak berbau, juga feromon, yang diubah oleh bakteri menjadi bau badan.

Kelenjar apokrin memproduksi keringat lebih sedikit dibandingkan kelenjar ekrin, yakni kelenjar keringat lainnya pada tubuh. 

2. Kelenjar Keringat Terbanyak dan Terbesar Berada di Ketiak

Sebetulnya, kelenjar keringat apokrin baru aktif di masa puber. Tak heran, remaja sering kali tercium bau badan yang amat menyengat.

Selain di ketiak, kelenjar keringat terdapat di kulit kepala, kelamin dan anus, kelopak mata, saluran telinga, serta kelenjar payudara.

Laki-laki memiliki kelenjar keringat apokrin yang lebih besar di ketiak dibandingkan perempuan. Biasanya, bau badan mereka akan lebih menyengat.

Artikel lainnya: Duh, Bau Badan Mengganggu? Ini 7 Cara Mengatasi Bau Badan

2 dari 4 halaman

3. Bau Badan Memiliki Fungsi Tersendiri!

Mungkin fakta tentang bau badan badan ini sedikit bikin Anda terheran-heran. Ya, bau badan ternyata bisa membantu seseorang dalam memilih pasangan! 

Yang pertama, dalam hal menghindari perkawinan sedarah. Dan, yang kedua untuk menilai status kesehatan calon pasangan yang potensial.

Pada umumnya, seseorang tidak akan tertarik ketika mencium aroma tubuh orang lain yang sedarah. Berkaitan dengan status kesehatan, bau badan akan berubah ketika ada penyakit serta infeksi pada tubuh.

4. Bau Badan Dipengaruhi oleh Diet

Perubahan pada diet akan memengaruhi bau keringat. Perempuan lebih menyukai aroma laki-laki yang mengonsumsi asupan kaya akan telur, keju, kedelai, buah dan sayuran, dibandingkan daging merah.

5. Bau Badan Penting dalam Ketertarikan

Perempuan memiliki indra penciuman yang lebih baik dibandingkan pria. Fakta bau badan ini ternyata menjadi penilaian yang penting dalam menilai daya tariknya terhadap pria.

6. Kelenjar Keringat Berkurang dengan Adanya Produksi Keringat

Ketika memproduksi keringat, sel pada kelenjar apokrin berkurang. Hal ini berarti bahwa keringat juga mengandung sel yang hidup.

Artikel lainnya: 5 Penyebab Paling Sering dari Bau Badan Tak Sedap

3 dari 4 halaman

7. Bau Badan Akan Berubah Sesuai Kondisi Tubuh

Terdapat suatu skala bernama Body Odor Disgust Scale (BODS), yang mencerminkan kerentanan seseorang terhadap suatu penyakit.

Bau badan akan berubah ketika terpajan kuman. Kondisi ini akan menurunkan daya tarik bau badan terhadap perempuan.

8. Bau Badan Dapat Berbeda

Bakteri yang ada di ketiak ataupun lokasi lain yang terdapat kelenjar keringat bisa berbeda. Nah, beda bakteri rupanya dapat memproduksi aroma badan yang berlainan pula. Ada yang menyerupai bau asam, bau daging, bau bawang, maupun bau telur busuk.

9. Deodoran Berperan Penting dalam Bau Badan

Tak hanya menyamarkan bau badan dengan wewangian tertentu, deodoran juga mampu membunuh bakteri serta mengurangi produksi keringat. Hal ini sekaligus bermanfaat untuk mengurangi bau badan.

10. Rambut Dapat Meningkatkan Bau Badan

Semakin banyak folikel rambut pada permukaan kulit, semakin banyak luas area yang dapat ditempeli bakteri. Karena itu, rawatlah rambut yang ada pada berbagai permukaan tubuh, agar bau badan tidak begitu menyengat.

Itulah 10 fakta bau badan yang mungkin belum Anda ketahui. Agar masalah ini tak lagi jadi hambatan Anda dalam beraktivitas, pastikan seluruh lipatan tubuh Anda terjangkau dengan sabun dan air mengalir saat mandi.

Saat banyak beraktivitas—apalagi di luar ruangan—gunakan pakaian yang menyerap keringat, seperti katun. Tak ketinggalan, gunakan deodoran untuk mengurangi bau badan tak sedap.

Masih ada pertanyaan seputar tips menghilangkan bau badan? Konsultasikan langsung dengan dokter melalui fitur Live Chat di aplikasi Klikdokter.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar