Sukses

Menguak Fakta di Balik Mitos Penyakit Hepatitis B

Berbagai mitos bermunculan di masyarakat terkait penyakit Hepatitis B. Bagaimana fakta di balik mitos-mitos tersebut?

Klikdokter.com, Jakarta Hepatitis B merupakan penyakit yang menyerang organ hati (liver) yang disebabkan oleh virus Hepatitis B. Penyakit ini dapat bersifat sementara (akut) ataupun menetap (kronis).

Jika penyakit ini berlanjut menjadi kronis, dapat terjadi komplikasi berupa pengerasan hati (sirosis hati) dan kanker hati. Itulah mengapa penyakit hepatitis B harus di cegah dan dideteksi sejak dini.Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai penyakit Hepatitis B menjadi penyebab munculnya mitos yang menyebar dari mulut ke mulut. Berikut beberapa mitos seputar penyakit Hepatitis B:

  1. Penyakit hepatitis B pasti di tandai dengan kuning pada mata dan kulitBanyak yang mengira bahwa penyakit Hepatitis B ditandai dengan kuning pada mata dan kulit. Padahal tidak semua penderita Hepatitis B mengalami hal tersebut. Pada fase awal, penyakit Hepatitis B bisa saja tidak menimbulkan gejala. Pada kebanyakan kasus, fase awal penyakit ini terdeteksi terdeteksi melalui pemeriksaan laboratorium secara rutin. Jika sudah berlanjut menjadi penyakit sirosis atau kanker hati, barulah berbagai gejala termasuk kuning dapat muncul. Untuk itu, lakukan pemeriksaan kesehatan hati Anda.
  2. Penyakit Hepatitis B dapat ditularkan melalui makanan dan minumanAda informasi yang beredar di masyarakat yang menyebutkan bahwa penyakit ini dapat menular jika Anda makan-minum bersama penderita Hepatitis B. Faktanya, penyakit Hepatitis B ditularkan melalui cairan tubuh seperti darah, sperma, dan cairan vagina. Oleh karena itu, jalur penularannya adalah lewat kontak seksual atau bersentuhan langsung dengan cairan tubuh penderita Hepatitis B tanpa pelindung. Makan minum bersama penderita Hepatits B tidak menyebabkan penularan.
  3. Ibu hamil yang memiliki riwayat penyakit Hepatitis B pasti menurun ke bayinyaBerita ini juga cukup marak beredar dalam masyarakat. Faktanya, memang benar bayi yang dikandung oleh ibu yang mengalami Hepatitis B berisiko terinfeksi penyakit B. Infeksi dapat terjadi selama proses persalinan. Namun demikian, sebenarnya tidak semua bayi yang lahir dari ibu pengidap hepatitis B akan terinfeksi Hepatitis B juga. Untuk mengurangi kemungkinan penularan, setiap bayi yang lahir dari ibu yang mengalami Hepatitis B wajib mendapatkan suntikan imunoglobulin hepatitis B dan imunisasi Hepatitis B dalam 12 jam pertama kelahiran.
  4. Tranfusi darah dapat menyebabkan infeksi Hepatitis BBanyak masyarakat yang takut menjalani tranfusi darah karena takut tertular penyakit Hepatitis B. Faktanya, penyakit Hepatitis B memang dapat ditularkan melalui tranfusi darah. Meski demikian kemungkinannya sangat kecil. Saat ini, semua orang yang ingin melakukan donor darah akan melewati pemeriksaan beberapa penyakit yang dapat ditularkan melalui darah. Misalnya HIV dan Hepatitis B. Karena itu, kemungkinan mendapat Hepatitis B dari tranfusi darah saat ini sangatlah kecil.

Demikianlah beberapa mitos mengenai penyakit hepatis B yang perlu Anda ketahui. Semoga hal ini dapat menambah pemahaman Anda seputar penyakit Hepatitis B. Cegah dan lakukan deteksi dini penyakit Hepatitis B.

(DA/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar