Sukses

Masalah Kesehatan yang Sering Menyerang Pengungsi Gunung Meletus

Hidup di pengungsian dan di tengah daerah yang dilanda bencana alam memang berisiko. Apa saja penyakit yang sering menyerang pengungsi?

Klikdokter.com, Jakarta Masalah kesehatan tampaknya sulit untuk dipisahkan dari bencana alam. Biasanya, beragam masalah kesehatan selalu hadir mengiringi bencana alam yang melanda satu daerah.

Beberapa waktu belakangan, Indonesia diramaikan dengan bencana alam yang melanda sejumlah daerah. Gunung meletus di Sinabung, letusan kawah Sileri di Dieng, Gempa Bumi di Pidie Jaya, dan sejumlah daerah lainnya.

Bencana alam yang terjadi tak pelak menyebabkan ratusan bahkan ribuan warga harus hidup bersama di sebuah pengungsian. Dalam kondisi darurat seperti itu tentu saja mereka rawan terjangkiti penyakit. Lalu, apa sajakah ancaman penyakit yang dapat menyerang pengungsi dan warga yang mengalami bencana alam tersebut?

  • Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

    Penyakit ISPA kerap menghantui para pengungsi bencana gunung meletus. Pasalnya, gunung meletus biasanya akan mengeluarkan hamparan debu yang dapat menyebabkan ISPA jika terhirup manusia.

    Saat gunung Kerinci di Jambi meletus pada 2016 lalu, dilaporkan ada sebanyak 61 warga terjangkit ISPA. Kebanyakan dari pengungsi yang terkena ISPA adalah anak-anak, bahkan sebelas di antaranya bayi.

    Penyakit ini biasanya disebabkan oleh pengaruh semburan abu vulkanik yang terjadi di sekitar mereka.

  • Penyakit Kulit

    Penyakit kulit umumnya menyerang para pengungsi yang daerahnya dilanda bencana banjir. Hal itu disebabkan bakteri-bakteri yang terbawa oleh air banjir yang menggenangi wilayah tersebut.

    Dikutip dari liputan6.com, air banjir biasanya akan menyebabkan ruam kulit pada para pengungsi. Membersihkan diri dengan produk sabun atau pembersih rupanya malah berpotensi memperparah ruam.

 

1 dari 2 halaman

Penyakit Lainnya

  • Penyakit Paru-Paru dan Lain-Lain

    Pengungsi gunung meletus biasanya rentan terkena penyakit yang menyerang paru-paru. Bahkan, dampak dari abu vulkanik bisa menyebabkan kematian.

    “Kalau (abu) masuk, mata jadi panas dan perih. Kalau partikelnya kecil bisa masuk ke paru-paru bagian dalam dan kalau partikelnya besar, bisa nyangkut ke tenggorokan. Yang bahaya bila partikel ini masuk ke paru-paru bagian bawah, sehingga bisa radang paru-paru hingga kematian," kata dr. Ceva Wicaksono Pitoyo, SpPD, seperti dikutip dari liputan6.com.

  • Hipertensi dan Asam Lambung

    Masalah kesehatan ini banyak dilaporkan terjadi pada pengungsi erupsi gunung Sinabung di Karo, Sumatera Utara. Seperti diketahui, gunung tersebut telah murka dan memuntahkan awan panas sejak beberapa tahun belakangan ini.

    Akibatnya, pengungsi harus merasakan tinggal bertahun-tahun di pengungsian dan meninggalkan rumah yang telah bertahun-tahun mereka tempati. Hal inilah yang menjadi pemicu tingginya tekanan darah dan naiknya asam lambung pengungsi.

“Pikiran yang tak tenang bisa menjadi penyebab datangnya penyakit, apalagi di posko pengungsian, banyak warga yang tidak nyaman saat tidur," kata seorang bidan bernama Asal Tarigan di Kabanjahe, Karo, Sumatera Utara.

Sementara data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sejumlah penyakit lainnya juga ikut menyerang para pengungsi. Di antaranya observasi febris, ISPA, dispepsia, hipertensi, gastroenteritis dan psikosomatis.

Itulah sederet penyakit yang biasa menyerang para pengungsi. Jika Anda memiliki kerabat atau Anda sendiri tinggal di daerah yang sering disentuh bencana, harap lebih berhati-hati dan menyiapkan diri terhadap serangan penyakit-penyakit tersebut.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar