Sukses

Emfisema, Penyakit yang Melemahkan Fungsi Paru-Paru

Kenali lebih jauh soal penyakit emfisema, serta cara penanganan dan pencegahannya.

Pernahkah Anda mendengar penyakit paru-paru yang bernama emfisema? Emfisema termasuk ke dalam kelompok Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dan masih menjadi ancaman kesehatan paru. 

Bayangkan saja, angka penderita penyakit ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Prevalensi global PPOK pada tahun 2015 sekitar 11,7%, meningkat 44,2% dari tahun 1990. 

Indonesia juga tidak luput dari penyakit satu ini. Prevalensi PPOK di Indonesia menurut Riskesdas 2013 adalah 3,7% (laki-laki 4,2%, perempuan 3,3%).

1 dari 4 halaman

Mengenal Penyakit Emfisema

Emfisema adalah kondisi ketika kantong udara (alveoli) di paru-paru mengalami kerusakan. Hal inilah yang pada akhirnya membuat jumlah oksigen dalam darah berkurang.

Artikel Lainnya: Bahaya Kesehatan Akibat Jakarta Termasuk Kota Terpolusi di Dunia

Walaupun sama-sama tergolong dalam kategori PPOK, emfisema dan bronkitis adalah dua kondisi yang berbeda. 

Salah satu perbedaan utama dari kedua penyakit ini adalah lokasi paru yang diserang. Bronkitis adalah penyakit yang menyerang lapisan tabung bronkial. Sedangkan emfisema menyerang kantung alveoli, yang merupakan bagian paling akhir dari sistem pernapasan manusia.

Merokok merupakan penyebab dari emfisema. Semakin banyak Anda merokok, semakin tinggi risiko Anda terkena emfisema. Berdasarkan data American Lung Association, merokok membunuh lebih dari 480,000 orang Amerika per tahun, dan 80 persen kematian tersebut disebabkan oleh emfisema. 

Bahkan, paparan asap rokok juga meningkatkan risiko terkena emfisema. Di samping itu, orang yang tinggal atau bekerja di daerah yang terpapar polusi tinggi dan asap kimia, berisiko tinggi terkena penyakit ini.

Artikel Lainnya: Polusi Udara Sama Buruknya dengan Merokok 20 Batang Sehari

Tanda dan Gejala Emfisema

Selain sesak napas, gejala-gejala umum emfisema lainnya adalah batuk dan adanya produksi dahak yang banyak. 

Gejala-gejala yang lain yang perlu diwaspadai adalah kemampuan untuk berolahraga dan menjalani aktivitas rutin menurun secara bertahap, napas pendek sehingga tidak bisa menaiki tangga, bibir dan kuku menjadi kebiruan. Sebagian besar penderita emfisema juga dapat menderita bronkitis kronis.

2 dari 4 halaman

Penanganan untuk Emfisema

Penyakit emfisema tidak dapat disembuhkan. Penanganan yang diberikan hanya bertujuan untuk mengontrol gejala. 

Berbagai metode penanganan emfisema yang bisa diterapkan adalah:

  • Penggunaan Obat-obatan

Terdapat beberapa obat yang dapat digunakan untuk menurunkan gejala emfisema. Beberapa obat bekerja dengan menekan peradangan pada bronkus dan melebarkan diameter bronkus (atau dikenal dengan obat bronkodilator).

 Artikel Lainnya: Apakah PPOK Bisa Disembuhkan?

  • Rehabilitasi Paru

Terapi paru atau olahraga ringan seperti berjalan kaki dapat melatih pola pernapasan, sehingga membantu mengurangi gejala. Rehabilitasi yang lebih terstruktur juga dapat dilakukan dengan melibatkan bagian rehabilitasi medik.

  • Vaksinasi

Jangan sepelekan peran vaksinasi. Mendapatkan vaksinasi terhadap infeksi tertentu, seperti pneumonia dan influenza, dapat mencegah kondisi emfisema makin memburuk.

3 dari 4 halaman

Cara Mencegah Emfisema

Karena emfisema disebabkan oleh kebiasaan merokok, cara terbaik untuk mencegahnya adalah dengan berhenti merokok. Selain itu, jauhkan diri Anda dari bahan kimia berbahaya, asap, serta polusi berat.

Menurut para ahli, merokok dapat mempercepat perkembangan penyakit ini. Jadi berhenti merokok sangat penting untuk dilakukan. 

Untuk mencegah emfisema, terapkan juga gaya hidup sehat seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan berolahraga. 

Walaupun belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit emfisema secara total, Anda tetap bisa memperlambat perkembangannya. Dengan pola hidup sehat dan terapi yang tepat, penderita emfisema dapat menjalani hidup yang sehat dan berkualitas.

Jika Anda masih memiliki pertanyaan seputar emfisema atau masalah kesehatan lainnya, silakan berkonsultasi dengan dokter kami. Gunakan layanan Live Chat yang tersedia di aplikasi KlikDokter. 

[FY/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar