Sukses

Ini Cara Mengatasi Keputihan Saat Hamil

Meski normal terjadi, keputihan saat hamil tidak boleh diabaikan.

Klikdokter.com, Jakarta Tubuh wanita akan mengalami berbagai perubahan saat hamil. Salah satu perubahan tersebut ialah jumlah keputihan yang muncul semakin meningkat. Keputihan saat hamil tidak selalu berbahaya, tetapi penting untuk diperhatikan.

Keputihan yang terjadi pada wanita hamil biasanya lebih banyak daripada wanita yang tidak hamil. Hal ini normal terjadi dan disebabkan oleh beberapa alasan.

Pertama, meningkatnya produksi hormon estrogen dan meningkatnya aliran darah ke area vagina. Kedua, melunaknya serviks dan dinding vagina saat hamil membuat area ini mudah terinfeksi, sehingga produksi keputihan meningkat agar infeksi tidak masuk ke dalam rahim.

Keputihan yang normal cenderung encer, berwarna bening hingga putih susu dan hanya sedikit berbau. Sedangkan yang tidak normal biasanya berwarna hijau atau kekuningan, menggumpal seperti keju, berbau asam atau amis yang menyengat, serta dapat disertai kemerahan atau rasa gatal. Keputihan yang tidak normal ini paling sering disebabkan oleh infeksi jamur Candida Albicans.

Cara mencegah keputihan

Untuk mencegah keputihan, wanita hamil sebaiknya tidak menggunakan tampon, sebab tampon dapat menimbulkan infeksi vagina. Wanita hamil juga tidak disarankan melakukan cuci vagina (douching) karena akan mengganggu keseimbangan bakteri vagina sehingga rentan keputihan.

Bila keputihan membuat tidak nyaman, Anda dapat menggunakan panty liners asalkan diganti setiap tiga jam. Agar area kewanitaan tetap bersih dan sehat, gunakan pula pakaian dalam berbahan katun dan menyerap keringat.

Hindari pemakaian celana yang ketat dan berbahan sintetik. Hindari pula penggunaan tisu, pembalut, atau sabun yang berparfum karena dapat menimbulkan iritasi.

Secara spesifik, Himpunan Obstetri dan Ginekologi Sosial Indonesia (HOGSI) mengimbau agar wanita hamil membersihkan area kewanitaan 2-3 kali sehari menggunakan air hangat dan pembersih yang mengandung asam laktat.

Pembersih ini akan membantu menjaga pH normal vagina dan meningkatkan pertahanan alami vagina dari kuman-kuman penyebab keputihan yang tidak normal. Pembersih ini juga aman untuk janin.

Di samping itu, jangan lupa untuk selalu membasuh area kewanitaan setiap setelah buang air kecil dari arah depan ke belakang. Kemudian, keringkan menggunakan lap atau handuk bersih dari arah yang sama pula.

Gejala keputihan yang tidak normal saat hamil tidak selalu jelas. Kadang keputihan yang encer dan bening juga sulit dibedakan dengan air ketuban. Karena itu, Anda tidak dianjurkan untuk mendiagnosis dan mengobatinya sendiri.

Keputihan adalah bagian yang normal pada wanita hamil, tetapi kondisi ini tidak boleh diabaikan. Anda perlu selalu mengamati ciri keputihan yang muncul. Bila terasa tidak seperti biasanya, yaitu keputihan menjadi berwarna, berbau menyengat, serta menimbulkan rasa gatal hingga perih, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

[BA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar