Sukses

Kesalahan Saat Memakai Celana Dalam yang Perlu Dihindari

Salah satu fungsi celana dalam adalah untuk melindungi organ intim. Sayangnya, ada beberapa kesalahan dalam pemakaian celana dalam yang justru bisa mengganggu kesehatan.

Pemakaian celana dalam adalah rutinitas sehari-hari. Namun, jangan sampai Anda jadi sembarangan dan menganggapnya remeh. Sebab, kesalahan pemakaian celana dalam bisa mengganggu kesehatan organ intim Anda.

Kulit sekitar area organ intim bersifat sensitif dan tetap perlu perhatian khusus. Nah, cara pakai celana dalam akan memberikan dampak langsung maupun tidak langsung terhadap kondisi kesehatan organ intim. Maka, pastikan Anda mengetahui kesalahan pemakaian celana dalam berikut ini:

1 dari 4 halaman

1. Terlalu Ketat

Celana dalam yang terlalu ketat kurang baik untuk kesehatan organ intim Anda. Bila dibarengi dengan bahan celana yang terlalu tebal, maka kondisi ini bisa berujung pada serangkaian gangguan kesehatan.

Masalah ini akan lebih berat bila terjadi pada kaum pria. Ketika terlalu sering menggunakan celana dalam berbahan ketat dan tebal, suhu sekitar testis bisa mengalami peningkatan. 

Artikel Lainnya: Ragam Pertanyaan Penting Seputar Celana Dalam

Akibatnya bisa terjadi gangguan proses produksi sperma. Tentunya, Anda tidak ingin kesalahan pemakaian celana dalam berujung pada masalah reproduksi, bukan?

2. Bahan Celana Dalam Tidak Menyerap Air

Adalah hal yang lumrah pada kaum wanita bila mengalami keputihan secara berkala. Keputihan yang berwarna putih hingga bening, tidak berbau, bisa muncul sewaktu-waktu di siklus haid Anda. 

Selama tidak dibarengi gejala lain seperti gatal, rasa terbakar, dan perih, maka keputihan ini dipertimbangkan sebagai keputihan alami atau fisiologis.

Untuk itu, pemilihan bahan celana dalam yang dapat menyerap air sudah menjadi suatu keharusan. Dengan demikian, area kemaluan akan tetap kering sekalipun mengalami keputihan normal. 

Saat Anda memilih pakaian dalam yang tidak menyerap air, maka kelembapan di area vagina dapat bertambah. Pada akhirnya, risiko untuk mengalami infeksi jamur akan semakin meningkat. Infeksi jamur ragi di organ intim adalah momok bagi para wanita, karena gejala gatalnya yang cukup berat.

2 dari 4 halaman

3. Bahan Terlalu Kedap Udara dan Iritatif

Begitu banyak jenis celana dalam yang ada saat ini, dengan berbagai model dan bahan. Dari tampilan yang umum hingga tampilan yang dianggap ‘imut’ atau seksi sudah tersedia di pasaran. Namun, cara pakai celana dalam yang bervariasi ini jangan sampai melupakan aspek bahan yang tepat untuk area kemaluan.

Artikel Lainnya: Ini Bahaya Tak Pakai Celana Dalam pada Aktivitas Sehari-hari

Bahan yang harus dihindari adalah yang tidak memungkinkan kulit untuk ‘bernapas’. Bahan seperti sutra dan spandeks mungkin memberikan tampilan yang spesial, namun keduanya lebih memerangkap panas dan kelembapan. Akibatnya, Anda berisiko mengalami infeksi akibat jamur ragi di kemaluan.

Pilih juga bahan yang relatif lebih lembut di kulit. Area vulva adalah bagian yang sangat sensitif, sama seperti area bibir di wajah Anda. Pemakaian bahan yang tidak lembut dapat berujung pada iritasi dan gatal pada area vagina. Karena itu, bahan celana dalam yang lebih tepat dan sehat untuk digunakan adalah bahan katun.

4. Memakai Celana Dalam Lebih dari Satu Hari

Salah satu kesalahan pemakaian celana dalam yang sering dijumpai adalah menggunakan celana dalam lebih dari 1 hari. Mungkin celana dalam posisinya lebih tersembunyi dan tidak bersentuhan dengan debu atau kotoran dari luar, sehingga dinilai tidak kotor. Namun, opini ini tentunya sangat tidak tepat.

Pastikanlah Anda mengganti celana dalam secara rutin setiap harinya. Bila perlu, pada wanita, Anda sebaiknya menggantinya lebih dari 1 kali saat cairan sedang banyak-banyaknya. Dengan begitu, area kemaluan tidak terpapar kelembapan berlebih.

3 dari 4 halaman

5. Tidak Membuang Celana Dalam yang Sudah Terlalu Lama

Apakah Anda mengingat kapan tepatnya membeli celana dalam yang saat ini sedang Anda pakai? Kesalahan pemakaian celana dalam berikutnya terkait dengan seberapa rutin Anda menggantinya dengan celana dalam baru.

Artikel Lainnya: Aneh tapi Nyata, Ini Manfaat Tidak Pakai Celana Dalam!

Anda disarankan untuk mengganti celana dalam setiap 6 bulan hingga 1 tahun sekali. Hal ini untuk memastikan bahwa pakaian dalam tersebut tetap dalam kondisi baik untuk melindungi kulit dan organ kemaluan Anda.

6. Mengira Bahwa pada Malam Hari Wajib Melepas Celana Dalam

Kesalahan pemakaian celana dalam berikutnya berkaitan dengan informasi yang tren baru-baru ini. Belakangan, beredar sebuah kabar yang menyarankan untuk tidak menggunakan celana dalam ketika tidur di malam hari.

Sesungguhnya, saran tersebut lebih tepat digunakan bagi penderita infeksi jamur vagina berulang. Dengan melepas celana dalam, maka organ intim tidak terpapar kelembapan terus-menerus.

Namun, bila organ kemaluan Anda cenderung sehat dan tanpa masalah, Anda tidak diwajibkan untuk melepas celana dalam ketika tidur. 

Demikianlah beberapa kesalahan pemakaian celana dalam yang perlu Anda ketahui. Cara pakai celana dalam yang salah ternyata bisa memengaruhi organ reproduksi Anda. 

Sudahkah Anda memikirkan langkah perbaikan dari kesalahan yang mungkin masih Anda lakukan? Jangan takut, semakin cepat menanganinya, tentu Anda akan terhindar dari gangguan kesehatan yang mungkin terjadi. 

Apabila Anda masih punya pertanyaan mengenai topik ini, silakan berkonsultasi melalui layanan Live Chat di aplikasi KlikDokter.

[FY]

2 Komentar