Sukses

Gejala HIV pada Anak yang Paling Mudah Terlihat

Kenali gejala awal HIV yang bisa terjadi pada anak dan selamatkan masa depannya.

Klikdokter.com, Jakarta Bagi orang dewasa, HIV mungkin mudah dideteksi bila gaya hidupnya berisiko tinggi. Namun, bagaimana dengan anak-anak yang penularan HIV nya dapat terjadi tanpa diketahui? Bagaimana cara mengetahui gejala HIV pada anak?

Data dunia mencatat, setidaknya terdapat 3,2 juta anak usia <14 tahun yang hidup dengan HIV. Sebanyak 190.000 di antaranya meninggal akibat komplikasi dari virus tersebut.

Dari anak-anak yang meninggal tersebut, tak sedikit yang melewati hidupnya tanpa mengetahui kehadiran sang virus hingga akhir hayatnya.

Tertular dari Orang Tua

Sebagian anak yang terinfeksi HIV mendapatkan virus tersebut dari orang tuanya, terutama sang ibu. Proses kehamilan, melahirkan, hingga menyusui berpotensi menularkan HIV tanpa pernah disadari. Sang ibu mungkin saja mendapatkan virus tersebut dari si ayah.

Melihat hal tersebut, penting bagi orang tua yang memiliki risiko tinggi penularan HIV untuk melakukan deteksi dini dan menjalani pengobatan yang sesuai.

Selain deteksi dini, hal yang tidak kalah penting adalah mengetahui gejala awal HIV pada anak. Mengenali gejala HIV pada anak tidak hanya akan melindungi kesehatannya pada kemudian hari, tetapi juga kualitas hidupnya saat dewasa nanti.

Gejala Awal HIV pada Anak

Gejala HIV pada anak yang dapat diketahui pada awal infeksinya adalah:

  • Infeksi bakteri yang sering terjadi dengan kondisi klinis yang berat, seperti infeksi telinga, infeksi saluran napas, dan paru.
  • Infeksi jamur di mulut berupa bercak putih yang terjadi berulang dan sulit disembuhkan dengan obat standar.
  • Infeksi virus dengan kondisi klinis yang berat, seperti herpes atau cytomegalovirus (CMV).
  • Berat badan sulit naik.
  • Gagal tumbuh. Ditandai dengan kurva pertumbuhan yang tidak naik atau jauh di bawah rata-rata anak seusianya.
  • Postur tubuh sangat kurus.
  • Perkembangan anak di bawah kemampuan anak seusianya.
  • Sulit berkonsentrasi dan rendahnya daya ingat.

Memang tidak semua anak yang mengalami gejala tersebut patut dicurigai terinfeksi HIV. Namun, bila tanda tersebut terjadi berulang dan berkepanjangan, terutama pada anak dengan orang tua yang berisiko tinggi, tentu gejala tersebut tidak boleh disepelekan.

Dengan pengenalan gejala HIV pada anak, penanganan, dan pengobatan yang tepat, anak dengan HIV sangat mungkin hidup normal dan berkembang optimal seperti anak-anak lainnya.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar