Sukses

Bengkak Kebiruan di Sekitar Luka Suntikan, Berbahayakah?

Tidak jarang, bekas suntikan berubah menjadi bengkak kebiruan. Apakah hal ini wajar atau harus diwaspadai? Berikut penjelasannya.

Menyuntik terkadang harus dilakukan pada mereka yang sedang sakit. Tak jarang, area di sekitar suntikan berubah menjadi bengkak kebiruan. 

Apakah kondisi bengkak setelah disuntik termasuk normal, atau ada sesuatu yang tidak beres?

Setelah injeksi, pembengkakan dan inflamasi (peradangan) dapat terjadi pada area di mana jarum masuk ke kulit. Ini adalah reaksi yang normal terhadap jarum atau obat yang disuntikkan. Atau mungkin reaksi terhadap keduanya. 

Reaksi bisa terjadi segera setelah penyuntikan atau beberapa jam setelahnya. Dalam kebanyakan kasus, reaksinya tidak serius dan hilang dengan sendirinya.

Namun, pembengkakan yang abnormal juga bisa terjadi. Pembengkakan ini terasa lunak, lembek, dan sangat nyeri. Untuk lebih jelasnya, baca selengkapnya di bawah ini. 

Penyebab Biru dan Bengkak Setelah Disuntik

Penyebab paling umum dari bengkak kebiruan setelah disuntik adalah respons kulit terhadap jarum atau obat. 

Lalu, penyebab yang kurang umum adalah reaksi alergi terhadap obat. Atau Anda mungkin mengalami infeksi di tempat suntikan.

Artikel lainnya: Risiko Suntik Vaksin Kosong bagi Kesehatan Tubuh 

Fakta lain, bengkak kebiruan di sekitar luka suntikan terjadi akibat adanya perdarahan dan rusaknya jaringan di bawah kulit. 

Hal ini karena pembuluh darah vena, pembuluh darah kecil, serta jaringan-jaringan yang terletak di sekitarnya mudah sekali pecah.

Alhasil, robekan pembuluh darah dan kerusakan jaringan di bawah kulit bisa saja terjadi. 

Robekan pembuluh darah tersebut membuat darah keluar, menumpuk, dan menyebabkan kebiruan di sekitar bekas suntikan. Sedangkan kerusakan jaringan menyebabkan bengkak.

Cara Menghilangkan Bengkak Bekas Suntikan

Jika hal ini terjadi, jangan panik. Dalam keadaan normal, bengkak kebiruan setelah disuntik dapat hilang dengan sendirinya. Hanya saja, proses ini memerlukan waktu yang tidak sebentar.

Namun, jika bengkak kebiruan semakin meradang, terasa nyeri, timbul nanah, bertambah besar dari hari ke hari, Anda perlu waspada. Karena hal ini menjadi pertanda bahwa luka Anda sudah terjangkit infeksi.

Berikut adalah cara menghilangkan bengkak bekas suntikan:

1. Kompres Dingin

Pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengompres bengkak kebiruan tersebut dengan air dingin atau es batu selama 10-20 menit. 

Jika keluhan tidak kunjung membaik, apalagi ditambah dengan kejadian demam, jangan ragu untuk segera membawa diri ke dokter.

Artikel lainnya: Tangan Terasa Pegal Usai Vaksinasi COVID-19? Coba Lakukan Gerakan Ini 

2. Gunakan Obat Pereda Nyeri

Anda juga bisa menggunakan obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti paracetamol atau ibuprofen

Obat ini dapat membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan yang terjadi. 

3. Periksa ke Dokter

Jika terjadi tanda-tanda infeksi atau abses, Anda disarankan periksa ke dokter untuk mendapatkan resep antibiotik sebagai penanganan. 

Tanda-tanda benjolan abses meliputi:

  • Benjolan merembes atau mengeluarkan cairan seperti nanah atau darah.
  • Pembengkakan tumbuh dari ukuran yang kecil dan semakin membesar. Jika benjolan ini terus berkembang dan tak ada perbaikan, segera hubungi dokter.
  • Disertai gejala sistemik seperti demam, pembesaran kelenjar getah bening, nyeri otot, badan lemas, dan sakit kepala.

Anda tidak boleh memencet abses tersebut, guna mencegah infeksi menyebar ke seluruh tubuh.

Sekarang Anda sudah tahu bahwa bengkak kebiruan di area injeksi setelah disuntik tidak selalu berbahaya. Tapi tetaplah waspada dan jaga kesehatan Anda pasca injeksi. 

Jika Anda masih memiliki pertanyaan seputar topik ini, Anda bisa chat dokter melalui fitur LiveChat atau di aplikasi KlikDokter.

[RS]

0 Komentar

Belum ada komentar