Sukses

Yuk, Ketahui Penyebab Kolesterol Tinggi pada Anak

Kolesterol tinggi tak hanya mengintai orang dewasa. Anak pun bisa terkena kolesterol tinggi.

Klikdokter.com, Jakarta Kolesterol tinggi tak hanya menyerang orang dewasa. Anak juga bisa mengalami penyakit kolesterol tinggi. Kolesterol sebetulnya diproduksi oleh tubuh dan berfungsi untuk metabolisme tubuh dan membentuk hormon. Kolesterol juga bisa didapat dari konsumsi makanan hewani seperti kuning telur, daging, seafood, dan produk olahan susu.

Penyebab kolesterol tinggi pada anak berkaitan dengan faktor genetik, pola makan, dan obesitas. Pada kebanyakan kasus, anak yang memiliki kadar kolesterol tinggi, memiliki orangtua yang juga kolesterol tinggi.

Di saat usia anak bertambah, kolesterol tinggi bisa menyebabkan penumpukan plak di dinding pembuluh darah, sehingga terjadi penyumbatan di jantung dan otak (stroke). The American Academy of Pediatrics merekomendasikan anak untuk dilakukan skrining kolesterol pada usia 9-11 tahun dan 17-21 tahun.

Skrining juga direkomendasikan pada anak usia 2-8 tahun dan 12-16 tahun dengan beberapa kondisi yaitu:

  • Memiliki orang tua atau saudara kandung dengan kolesterol total lebih dari 240 mg/dl.
  • Memiliki riwayat penyakit jantung di keluarga sebelum usia 55 tahun pada pria dan sebelum usia 65 tahun pada wanita.
  • Memiliki penyakit medis tertentu, seperti penyakit ginjal, kawasaki disease, dan juvenile idiopathic arthritis.
  • Memiliki berat badan berlebih atau obesitas (>persentil 95 pada anak usia 2 – 8 tahun dan >persentil 85 pada anak usia 12 – 16 tahun)
  • Memiliki faktor risiko tambahan seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan merokok.

Berdasarkan panduan dari The National Cholesterol Education Program, angka kolesterol total anak usia 2-18 tahun adalah kurang dari 170 mg/dl, dan angka LDL kurang dari 110 mg/dl. Jika dari hasil pengukuran dinyatakan normal, maka dianjurkan untuk pemeriksaan ulang 3-5 tahun kemudian.

Namun jika angka kolesterol total lebih dari 200 mg/dl, LDL lebih dari 130 mg/dl, dan anak mengalami obesitas, maka dianjurkan untuk konseling nutrisi, menjalani program diet (mengurangi lemak dan kolesterol), serta berolahraga secara teratur.

Skrining dianjurkan untuk diulang 3-6 bulan kemudian. Jika program diet dan olahraga tidak memberikan hasil, pemberian obat penurun kolesterol dipertimbangkan jika anak berusia lebih dari 10 tahun dan angka kolesterol LDL lebih dari 190 mg/dl.

Agar anak terhindari dari kolesterol tinggi, Anda perlu memperhatikan menu makanan anak. Batasi konsumsi lemak jenuh, kolesterol, dan lemak trans pada makanan anak. Hindari konsumsi makanan cepat saji dan makanan olahan berlebihan. Dan ajaklah anak Anda untuk berolahraga secara teratur sedari dini.

[BA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar