Sukses

Kelainan Kelamin yang Bisa Terjadi pada Anak Laki-Laki

Anak laki-laki dapat mengalami gangguan kelamin, mulai dari mikropenis hingga fimosis. Kenali apa saja penyakit kelamin pada anak laki-laki berikut ini.

Setiap orang tua tentu ingin sang buah hati lahir dengan sempurna tanpa adanya kelainan. Akan tetapi, harapan tersebut mungkin saja pupus karena adanya masalah pada organ tubuh, termasuk pada alat kelamin.

Meski angka kejadiannya memang relatif kecil, orang tua tetap tak boleh abai akan hal ini. Sebab, apabila dibiarkan, penyakit kelamin dapat memicu terjadinya masalah reproduksi di masa yang akan datang.

1 dari 2 halaman

Mengenal Jenis Penyakit Kelamin pada Anak Laki-Laki

Sebenarnya, penyakit kelamin bisa terjadi pada siapa saja, baik anak laki-laki maupun anak perempuan. Namun, ada beberapa jenis penyakit tertentu yang lebih sering terjadi pada anak laki-laki.

Berikut adalah beberapa jenis penyakit kelamin pada anak laki-laki yang kerap dikeluhkan para orang tua:

1. Mikropenis 

Mikropenis merupakan suatu kelainan dimana ukuran penis lebih kecil dari ukuran normal. Penis seorang anak dikategorikan kecil apabila pada pengukuran kurang dari 2,5 cm. Ukuran normal penis bayi adalah 3-3,5 cm.

Umumnya, salah satu penyakit kelamin pada anak balita ini disebabkan oleh masalah hormon. Untuk menanganinya, dokter akan melakukan terapi hormonal. 

Artikel Lainnya: Alat Kelamin Tidak Jelas, Kenali Gejala Ambiguous Genitalia pada Bayi

2. Hipospadia

Pada anak laki-laki, lubang saluran kemih umumnya terdapat di ujung penis. Akan tetapi, pada kondisi hipospadia, lubang tersebut terdapat di bagian bawah batang penis. 

Hal ini menyebabkan pancaran urine menjadi tidak normal. Untuk menanganinya, dokter dapat melakukan tindakan pembedahan. 

3. Epispadia 

Epispadia adalah salah satu jenis penyakit kelamin pada anak laki-laki yang mirip dengan hipospadia. Hanya saja letak lubang saluran kemihnya terdapat di bagian atas batang penis.

Serupa dengan hipospadia, pada penyakit kelamin pada anak balita ini, penanganan pun umumnya dilakukan dengan tindakan pembedahan untuk memperbaiki posisi lubang saluran kemih tersebut. 

Artikel Lainnya: Pria yang Tidak Sunat Rentan Kena Penyakit Ini

4. Fimosis 

Penis setiap anak laki-laki ditutupi oleh kulit lebih atau yang disebut kulup. Ketika kulup sangat kecil, akan terjadi kondisi yang disebut fimosis.

Penyakit kelamin ini membuat anak kesulitan buang air kecil, merasa nyeri dan rewel saat buang air kecil, serta penis tampak bengkak dan kemerahan. Tindakan yang dilakukan untuk mengatasi fimosis adalah dengan melakukan sirkumsisi atau sunat. 

5. Undescended Testis (UDT)

Pada kondisi kehamilan normal, testis janin laki-laki akan mengalami penurunan menuju skrotum sebelum ia dilahirkan. Akan tetapi, ada kondisi ketika salah satu atau kedua testis tetap berada di rongga panggul dan tidak turun.

Jenis penyakit kelamin pada anak laki-laki ini dikenal dengan undescended testis (UDT) atau kriptorkismus. Apabila dibiarkan, hal ini dapat memicu terjadinya infertilitas atau gangguan kesuburan pada anak saat ia dewasa karena testis tersebut tidak dapat menghasilkan sel sperma.

Umumnya, testis akan turun dalam dua tahun pertama. Akan tetapi, bila anak berusia lebih dari dua tahun testis belum turun, tindakan pembedahan perlu dilakukan untuk mengoreksinya. 

Artikel Lainnya: Waspada, Infeksi Saluran Kemih Juga Terjadi pada Anak

6. Hidrokel 

Hidrokel adalah pembengkakan buah zakar atau skrotum akibat penumpukan cairan. Kondisi ini dapat disertai rasa nyeri. Bila hal ini terjadi, orang tua perlu membawa anak ke dokter untuk dilakukan tindakan yang sesuai. 

7. Hernia Inguinal Kongenital 

Pada kondisi normal, ruang antara rongga perut dan skrotum tertutup pada saat seorang bayi dilahirkan. Apabila batas tersebut masih terbuka, usus dapat turun dan masuk ke area skrotum.

Kondisi tersebut dikenal sebagai hernia inguinal. Cara untuk mengatasinya adalah dengan melakukan tindakan pembedahan oleh dokter. 

Setiap orang tua perlu mengetahui ciri dari beberapa jenis penyakit kelamin pada anak laki-laki di atas. Saat bayi baru lahir, mintalah dokter atau tenaga kesehatan untuk memeriksa area genital anak Anda.

Apabila Anda menemukan satu atau beberapa gejala penyakit kelamin pada buah hati Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter demi memperoleh pengobatan yang optimal.

[WA]

1 Komentar