Sukses

Usia Berapa Bayi Sudah Bisa Diajak Bepergian?

Mengajak bayi bepergian boleh-boleh saja, tetapi perhatikan dulu usia idealnya.

Klikdokter.com, Jakarta Memangnya boleh membawa bayi bepergian? Kira-kira begitulah pertanyaan yang sering dilontarkan orang tua. Ada orang tua yang tak masalah bayinya yang masih merah diajak ke mal, tetapi ada pula yang melarang habis-habisan.

Ini akhirnya menjadi dilema, terutama bagi orang tua baru. Sebetulnya tidak ada aturan dan anjuran baku yang menyarankan kapan sebaiknya bayi boleh diajak bepergian.

Namun, sebaiknya hindari mengajak bayi di bawah usia tiga bulan ke tempat umum atau keramaian karena bisa berpotensi terkena penyakit. Daya tahan tubuh bayi yang masih rendah dapat membuatnya mudah terkena infeksi.

Berdasarkan data dari Centers for Disease Control dan Prevention, penyakit terumum yang dialami oleh bayi yang bepergian, antara lain diare, penyakit kulit (gigitan serangga, infeksi kulit), demam (malaria, demam berdarah), dan gangguan pernapasan.

Sementara itu, bayi yang bepergian dengan pesawat dapat berisiko mengalami rasa nyeri pada telinga karena perbedaan tekanan udara. Apalagi jika bayi Anda sedang batuk, flu, atau infeksi telinga. Untuk itu, dianjurkan untuk menyusui bayi saat pesawat hendak terbang dan mendarat.

Masing-masing penerbangan umumnya memiliki standar sendiri kapan bayi boleh diajak bepergian dengan pesawat. Kebanyakan penerbangan memiliki peraturan minimal usia bayi yang boleh pergi adalah dua minggu.

Meski demikian, tetaplah hindari membawa bayi Anda ke tempat keramaian terutama jika belum mendapatkan vaksinasi. Sebaiknya tunggu hingga bayi Anda berusia di atas 3 bulan.

Jika Anda hendak membawa bayi bepergian baik dengan pesawat, mobil, atau kereta, jangan lupa untuk menyiapkan berbagai keperluan bayi. Mulai dari obat-obatan rutin dan P3K, tabir surya, mainan, makanan, dan kebutuhan bayi lainnya.

Usahakan juga untuk tidak terburu-buru saat berangkat. Siapkan waktu lebih agar bayi Anda tidak rewel dan terganggu waktu tidurnya.

Pastikan juga bayi sudah mendapatkan vaksinasi jika hendak pergi ke daerah endemis penyakit tertentu (misalnya, vaksin meningitis untuk Arab Saudi). Sebelum bayi bepergian, sebaiknya periksakan juga kepada dokter spesialis anak.

[RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar