Sukses

Haid Tidak Teratur? Ini Sebabnya

Anda mungkin sedang resah karena haid tidak teratur. Apa penyebabnya?

Klikdokter.com, Jakarta Sebagian wanita mengalami siklus haid yang normal, berlangsung setiap bulan, dan nyaris pada tanggal yang sama. Namun tidak sedikit yang mengalami haid tidak teratur. Anda salah satunya?

Haid merupakan suatu periode terjadinya perubahan dalam organ reproduksi wanita. Setiap bulannya, kandung telur melepaskan satu telurnya. Bersamaan dengan itu, dinding rahim ikut menebal guna mempersiapkan tempat untuk penempelan sel telur yang telah dibuahi oleh sperma.

Kemudian, bila tidak ada pembuahan, lapisan rahim yang menebal tadi akan luruh melalui vagina dalam bentuk darah dan sel-sel yang rusak. Inilah yang dinamakan haid atau menstruasi.

Umumnya, sebuah siklus haid berjarak 21–35 hari dari bulan ke bulan dan berlangsung selama 2–8 hari. Pada beberapa bulan saat pertama kali haid, jarak antara siklus dapat memanjang atau bahkan memendek. Hal ini merupakan proses adaptasi tubuh yang tergolong normal.

Seiring pertambahan usia, siklus haid akan menetap dan lebih teratur. Namun mendekati masa menopause, siklus haid akan kembali tidak teratur akibat adanya perubahan hormon.

Saat pertama kali haid dan menjelang masa menopause, haid tidak teratur merupakan kejadian yang normal. Namun pada beberapa kasus, kondisi itu terjadi berulang dan berlangsung di luar periode tersebut.

Beberapa kondisi yang menjadi ciri haid tidak teratur, yakni:

  • Terjadi perdarahan di luar siklus haid
  • Jumlah darah lebih banyak, dan perlu mengganti pembalut tiap 1–2 jam atau harus mengenakan pembalut ganda
  • Lama haid lebih dari 7 hari
  • Haid terjadi lebih dari 1 kali dalam sebulan
  • Tidak haid dalam kurun waktu >90 hari

Sedangkan, beberapa penyebab haid tidak teratur adalah:

  1. Menyusui

    Proses menyusui pada 6 bulan pertama atau ASI eksklusif dapat menghambat produksi hormon pencetus haid.

  2. Pemakaian KB hormonal

    KB hormonal dapat memengaruhi siklus haid, sehingga haid menjadi tidak teratur.

  3. Olahraga berat dan kelainan pola makan

    Perubahan berat badan yang terlalu drastis, baik peningkatan maupun penurunan, dapat mengacaukan siklus haid seorang wanita.

  4. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)

    Ini adalah kondisi dimana terjadi pembentukan kista berisi cairan di kandung telur, yang memengaruhi kerja hormon pengatur haid.

  5. Gangguan hormon atau organ reproduksi

    Rendahnya produksi hormon tiroid (hipotiroid), kelainan organ reproduksi seperti infeksi rongga panggul, abortus yang tidak diketahui atau sejenisnya dapat menyebabkan haid tidak teratur.

Untuk membedakan penyebabnya, diperlukan pemeriksaan langsung oleh dokter. Bila seorang wanita tidak sedang menyusui atau menggunakan KB hormonal, haid tidak teratur ini perlu ditelusuri lebih lanjut dengan pemeriksaan penunjang seperti USG.

Tidak perlu ragu ataupun takut untuk memeriksakan diri ke dokter. Dengan pemeriksaan langsung dan diagnosis yang tepat, haid tidak teratur dapat diatasi dengan mudah.

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar