Sukses

Buang Air Besar Berdarah, Haruskah Khawatir?

Buang air besar berdarah? Hati-hati, bisa jadi Anda menderita penyakit berbahaya ini!

Klikdokter.com, Jakarta Buang air besar berdarah bukan lagi kejadian langka saat ini. Dengan gaya hidup, pola makan rendah serat, dan menjamurnya tren makanan siap saji, gangguan pencernaan yang berujung pada kondisi berbahaya itu kini semakin sering terjadi.

Buang air besar berdarah umumnya dikeluhkan dalam bentuk cairan berwarna merah muda atau darah yang menetes setelah buang air besar.

Penyebab dari kondisi ini bergantung dari darah yang dikeluarkan. Jika darah berwarna hitam, penyebabnya adalah gangguan saluran cerna tengah dan atas. Sedangkan darah berwarna merah segar disebabkan oleh gangguan pencernaan bawah.

BAB berdarah akibat ganguan saluran cerna atas. Pada kasus buang air besar berdarah akibat gangguan saluran pencernaan atas, karakteristik warna darah yang muncul adalah akibat dari reaksi darah yang bercampur dengan asam lambung. Ini karena tukak lambung dan radang lambung (gastritis) kerap jadi dalangnya.

BAB berdarah akibat gangguan saluran cerna bawah. Pada kasus ini, yang keluar adalah darah segar. Biasanya darah menetes setelah selesai buang air besar, atau bercampur dengan kotoran.

Darah segar yang menetes setelah selesai buang air besar biasanya disebabkan oleh wasir atau hemoroid. Karena pada penykait wasir terjadi pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus, yang dapat berdarah jika penderita mengejan atau kotoran terlalu keras.

Selain dua kondisi di atas, ternyata buang air besar bedarah juga bisa disebabkan oleh kanker saluran pencernaan. Beberapa hal yang menyertai kondisi ini adalah:

  • Usia di atas 40 tahun dan frukuensi BAB mulai berkurang
  • Berusia di atas 60 tahun dan perdarahan sudah berlangsung lebih dari 6 minggu
  • Ada gejala anemia
  • Memiliki riwayat kanker saluran cerna di keluarga

Jika Anda tidak ingin mengalami buang air besar berdarah, ubahlah pola makan menjadi lebih sehat serta rajin-rajinlah berolahraga. Menu makan yang seimbang disertai dengan aktivitas fisik yang cukup dapat membantu menjaga, merawat, dan melancarkan sistem pencernaan Anda.

(NB/ RH)

1 Komentar