Sukses

Anak Mudah Cemas? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Anak mudah cemas tanpa sebab yang jelas? Waspada, kondisi tersebut mungkin dipengaruhi oleh kondisi keluarga. Cari tahu penyebab anak gampang cemas dan cara mengatasinya!

Layaknya orang dewasa, anak-anak juga bisa merasa khawatir dan cemas. Meski demikian, kondisi anak mudah cemas tidak bisa dianggap sepele. Pasalnya, jika terjadi secara berkelanjutan, kecemasan dapat mengganggu proses tumbuh kembang si Kecil.

Sebagai langkah antisipasi, hal pertama yang mesti orang tua ketahui adalah penyebab anak gampang cemas. Setelah itu, barulah orang tua dapat menentukan cara paling tepat untuk mengatasi kecemasan pada anak.

1 dari 4 halaman

Penyebab Anak Mudah Cemas

Penyebab kecemasan berlebihan pada anak sangatlah beragam. Berikut ini adalah beberapa di antaranya sebagai berikut.

  • Separation Anxiety

Kecemasan yang terjadi pada anak berusia sekitar 6 bulan hingga 2 atau 3 tahun bisa terjadi sebagai bagian dari proses pertumbuhan. Kondisi ini biasanya dialami si Kecil saat masa pemisahan. Dari yang tadinya selalu ditemani oleh orang tua atau pengasuh, menjadi tidak lagi. 

Kecemasan yang terjadi di masa-masa tersebut biasanya akan membaik seiring dengan terasahnya sikap mandiri pada si Kecil, yang umumnya terjadi di usia 2 atau 3 tahun.

Artikel Lainnya: Panik dan Cemas akibat Kabar Virus Corona, Lakukan Relaksasi Jari!

  • Adanya Fobia

Adanya fobia terhadap suatu hal juga bisa menjadi penyebab anak gampang cemas. Kondisi ini biasanya terjadi pada anak usia sekolah, di saat dirinya mulai merasa ketakutan terhadap binatang, serangga, kondisi cuaca, ketinggian, air, darah, kegelapan, dan lainnya.

Dalam beberapa kasus, fobia yang terjadi pada anak-anak dapat hilang dengan sendirinya. Namun, tidak menutup kemungkinan, fobia tersebut akan menetap dan mudah kambuh jika dipaparkan dengan sumber ketakutan.

  • Proses Adaptasi

Sebagian anak merasa cemas ketika mereka pindah ke lingkungan yang baru, misalnya sekolah yang baru, kelas baru, bertemu dengan teman baru, dan sejenisnya.

Dalam kasus ini, anak perlu mendapatkan bimbingan agar dirinya tidak dikendalikan dengan emosi negatif. Dengan bimbingan yang tepat, anak dapat kembali tenang dan mampu menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang baru baginya. 

Artikel Lainnya: Benarkah Orang Tua Milenial Lebih Rentan Stres dan Cemas?

2 dari 4 halaman

Tanda dan Gejala Gangguan Kecemasan pada Anak

Rasa cemas dapat menjadi suatu masalah pada anak, karena dapat mengganggu kehidupan mereka sehari-hari. 

Di sisi lain, mendeteksi kecemasan pada si Kecil juga tergolong sebagai hal yang sulit. Pasalnya, ketika anak merasa cemas, mereka tidak selalu mengerti atau dapat mengekspresikannya dengan baik. 

Akan tetapi, anak yang cemas biasanya akan ‘menggambarkan’ kondisinya tersebut dengan menjadi rewel, mudah menangis, atau ingin selalu menempel pada orang tuanya. 

Selain itu, anak yang mengalami kecemasan juga cenderung lebih sulit tidur, terbangun di malam hari, sering mengompol, dan bermimpi buruk. Pada anak yang lebih tua, kecemasan mungkin ditandai dengan kurangnya rasa percaya diri atau kurangnya minat anak untuk menghadapi tantangan mudah sehari-hari. 

Mereka juga terlihat sulit berkonsentrasi, memiliki masalah dengan tidur atau makan, marah dengan meledak-ledak, pesimis, memiliki banyak pikiran negatif, dan mulai menghindari aktivitas sehari-hari.

Artikel Lainnya: Tips Mengatasi Kecemasan Sosial

3 dari 4 halaman

Peran Orang Tua dalam Mengatasi Kecemasan pada Anak

Langkah pertama yang perlu dilakukan untuk mengatasi anak yang mudah cemas adalah dengan mengajaknya bicara. Lakukan obrolan ringan, sambil mencari tahu kondisi yang sedang dialami oleh anak Anda.

Yakinkan dan tunjukkan pada si Kecil bahwa Anda mengerti apa yang mereka rasakan. Apabila anak sudah cukup besar, jelaskan juga bahwa kecemasan yang dialaminya dapat memberikan efek pada kesehatan fisik dan mental.

Tidak cukup dengan itu, orang tua juga perlu memberikan dukungan yang positif. Misalnya, bila anak Anda cemas akan mendapatkan nilai buruk di sekolah, Anda dapat memotivasinya untuk belajar lebih giat atau turun tangan langsung mengajarinya.

Jika cara-cara tersebut dirasa kurang efektif, Anda bisa minta pertolongan tenaga profesional. Misalnya, dengan berkonsultasi pada psikolog sehingga dapat menemukan jalan terbaik untuk mengatasi kecemasan pada anak.

Selalu ingat bahwa kecemasan pada anak dapat mengganggu proses tumbuh kembangnya. Oleh karena itu, kenali tanda anak mudah cemas dan segera lakukan upaya untuk bisa mengatasinya.

Jika Anda menemukan kendala dalam mengatasi anak yang mudah cemas, tak perlu sungkan untuk meminta bantuan kepada dokter atau psikolog. Anda juga bisa menggunakan layanan LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter untuk ngobrol secara daring dengan dokter dan psikolog pilihan.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar