Sukses

Apa Penyebab Sakit Kepala Setelah Buka Puasa?

Badan lemas dan sakit kepala setelah buka puasa mungkin saja terjadi. Apa penyebabnya dan bagaimana mengatasinya?

Klikdokter.com, Jakarta Segelas tes manis atau semangkuk kolak sering menjadi menu andalan untuk berbuka puasa. Banyak orang melakukan kebiasaan ini karena makanan manis memang terasa nikmat dan memberikan sensasi segar setelah seharian berpuasa.

Namun setelah mengonsumsi makanan manis, pernahkah Anda merasa lemas atau sakit kepala? Dua keluhan tersebut memang mungkin terjadi.

Mengapa demikian? Sebab mengonsumsi makanan manis saat berbuka puasa dapat menyebabkan terjadinya lonjakan asupan gula dalam jumlah banyak dan lonjakan pengeluaran (sekresi) insulin.

Insulin itu sendiri merupakan hormon yang berfungsi memasukkan gula ke dalam sel tubuh dan menyebabkan penurunan kadar gula darah. Lonjakan pengeluaran insulin akan menyebabkan penurunan kadar gula darah secara tiba-tiba.

Hal inilah yang menimbulkan keluhan pusing dan lemas setelah makan makanan manis dalam jumlah banyak. Kondisi ini disebut hipoglikemia reaktif.

Lakukan Pencegahan

Anda tentu tidak ingin ibadah puasa terganggu karena keluhan sakit kepala dan badan lemas, bukan? Untuk mengurangi reaksi hipoglikemia reaktif, ada beberapa kiat yang dapat Anda lakukan.

Berikut ini adalah kiat yang bisa Anda coba:

  • Batasi asupan gula dalam jumlah besar. Cobalah untuk mengonsumsi makanan manis dalam jumlah kecil terlebih dahulu. Contoh: Di awal buka puasa, Anda dapat mengonsumsi segelas kecil kolak atau teh manis.
  • Olahraga secara teratur dapat menurunkan pengeluaran insulin.
  • Berbukalah dengan makanan yang bervariasi, termasuk protein seperti daging, ikan, atau protein non hewani seperti kacang-kacangan.
  • Pilihlah makanan dengan kandungan serat yang tinggi.

Jadi, tak perlu panic bila mengalami keluhan sakit kepala atau badan lemas setelah mengonsumsi makanan manis saat buka puasa. Kemungkinan terbesar Anda mengalami hipoglikemia reaktif. Namun, diagnosis ini perlu dipastikan dengan pemeriksaan dokter dan pemeriksaan gula darah.

[BA/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar