Sukses

Posisi Tidur untuk Penderita Nyeri Otot

Bukannya segar, bangun pagi malah ‘dihadiahi’ nyeri otot. Apa ini dikarenakan posisi tidur?

Klikdokter.com, Jakarta Tidur berfungsi merelaksasi otot yang digunakan seharian. Namun, jika salah posisi tidur justru akan menimbulkan rasa tidak nyaman, tegang, dan nyeri otot. Tentunya hal ini akan mengganggu aktivitas.

Para ahli mengatakan, sebenarnya tidak ada posisi tidur yang paling benar -- semua tergantung kondisi setiap orang. Ada posisi tidur yang memicu nyeri otot dan penyakit lain, tapi ada pula yang menyembuhkan.

Mereka juga menyarankan posisi tidur yang berubah-ubah, Tidur dengan satu posisi terus-menerus diyakini dapat memicu nyeri otot berkepanjangan.

Lalu, bagaimana posisi tidur yang tepat untuk penderita nyeri otot?

  • Posisi Semi-Fetal (Semi-Janin)

    Posisi seperti janin dalam kandungan ternyata mampu mengurangi nyeri otot, terutama di bagian punggung.

    Usahakan menghadap sisi kiri, kemudian letakkan bantal tipis di antara kedua paha yang mengapit. Hal ini bertujuan menghindari puntiran pada tulang belakang.

    Gunakan juga bantal tipis pada bagian leher dan pundak untuk menyangga tulang leher. Tangan diletakkan ke depan tubuh.

  • Posisi Netral

    Posisi netral yang dimaksud adalah posisi telentang. Kaki tangan dibuat senyaman mungkin dan kepala tidak miring ke kiri atau kanan. Posisi ini akan membuat tulang belakang dalam keadaan lurus sesuai dengan kurvanya.

Selain posisi tidur, perhatikan juga jenis matras tidur dan bantal Anda. Matras tidak boleh terlalu empuk ataupun keras, dan harus mengikuti struktur tulang belakang supaya nyaman.

Bantal yang digunakan juga harus sesuai. Memakai bantal terlalu tebal dapat memicu nyeri otot leher, begitupun sebaliknya.

Jadi, bila Anda nyeri otot setelah bangun tidur, artinya ada yang salah dengan posisi tidur Anda.

[RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar