Sukses

Agar Anak Tak Mudah Ketularan Sakit Temannya

Anak sakit membuat pusing seisi rumah. Mari tingkatkan imunitas anak sehingga tidak mudah ketularan sakit dari temannya.

Klikdokter.com, Jakarta Saat anak mulai bersekolah, ia tidak hanya akan berhubungan dengan teman-temannya, tetapi juga kuman-kuman penyakit. Kuman bisa didapatkan dari lingkungan luar, seperti ketularan sakit dari temannya.

Hal lain yang juga mungkin membuat anak terserang penyakit adalah konsumsi makanan yang tidak bersih, kuman di udara, dan sebagainya. Jika anak terlindung dengan daya tahan tubuh yang baik, ia tidak akan mudah tertular penyakit.

Lalu, apa saja yang bisa dilakukan untuk melindungi buah hati Anda?

  1. ASI eksklusif

    Saat lahir, berikan ASI eksklusif kepada anak hingga usia 6 bulan. Selanjutnya, anak mulai diberi MPASI dan ASI dilanjutkan hingga usia 2 tahun.

    ASI mengandung zat-zat untuk kekebalan tubuh. Selain itu, beberapa studi menunjukkan hubungan antara pemberian ASI eksklusif dan angka kejadian penyakit alergi yang rendah.

  2. Imunisasi

    Imunisasi membuat anak membentuk kekebalan tubuh spesifik terhadap penyakit tertentu. Imunisasi yang umumnya disarankan adalah hepatitis B, BCG, DPT, polio, campak, MMR, HiB, pneumokokus, rotavirus, influenza, varisela, hepatitis A, dan tifoid.

  3. Perhatikan saluran cerna

    Jarang diketahui bahwa saluran cerna merupakan organ kekebalan tubuh terbesar. Saluran cerna memiliki sebagian besar sel yang menghasilkan antibodi.

    Untuk itu, agar anak selalu sehat, berikanlah probiotik atau bakteri “baik” yang bagus untuk kesehatan saluran cerna. Probiotik bisa diperoleh dari makanan atau minuman fermentasi, seperti yoghurt, tempe, tahu, dan kimchi.

  4. Konsumsi buah dan sayur

    Manfaat dari sayur dan buah sudah tak diragukan lagi. Kedua “keajaiban” ini sama-sama kaya akan vitamin dan mineral, yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh.

  5. Tidur berkualitas

    Memperoleh tidur yang cukup dapat membantu sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit. Waktu tidur yang disarankan bervariasi; pada bayi 18 jam, balita 13 jam, dan anak 3–12 tahun hingga 12 jam per hari.

  6. Sinar matahari

    Sinar matahari turut mendukung pembuatan vitamin D dalam tubuh. Selain untuk kesehatan tulang dan gigi, vitamin ini dikenal baik untuk ketahanan tubuh. Biarkan anak bermain di luar ruangan setiap hari agar terpapar sinar matahari (asal jangan lupa tabir surya juga, ya!)

Semoga kiat-kiat ini dapat membantu menjaga anak Anda agar tak mudah ketularan sakit dari temannya. Anak yang sehat, ceria, dan energik tentu akan membahagiakan kedua orangtuanya.

[RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar