Sukses

Amankah Menjalani Operasi Caesar Berulang Kali?

Benarkah melakukan operasi caesar berulang dapat membahayakan ibu hamil dan janin?

Klikdokter.com, Jakarta Kini semakin banyak wanita lebih memilih operasi caesar untuk melahirkan. Bahkan ada yang menjalaninya hingga beberapa kali. Apakah sebenarnya ini aman?

Penelitian menunjukkan, risiko komplikasi kehamilan dan persalinan meningkat tajam setelah operasi caesar yang ketiga. Misalnya, terjadi perdarahan hebat, gangguan plasenta, dan robekan rahim. Bagaimana hal itu dapat terjadi?

  1. Perlekatan jaringan sekitar lokasi operasi

    Perlekatan jaringan pasti terjadi pada setiap operasi. Namun, eratnya perlekatan bervariasi pada tiap orang dan tidak bisa diprediksi.

    Perlekatan ini akan membuat operasi caesar berikutnya lebih sulit. Waktu lahir bayi lebih panjang dan risiko seperti cedera usus atau kandung kemih pun lebih tinggi.

  2. Perdarahan hebat

    Risiko ini bisa terjadi setiap kali menjalani operasi caesar dan makin tinggi jika dilakukan berulang. Bila perdarahan teramat hebat hingga mengancam nyawa, pengangkatan rahim (histerektomi) perlu dilakukan.

  3. Gangguan plasenta atau ari-ari

    Operasi caesar berulang juga berisiko membuat plasenta terlalu menempel ke dinding rahim (plasenta akreta), atau plasenta menutupi sebagian jalan lahir atau seluruhnya (plasenta previa).

    Gangguan plasenta yang berat juga akan memerlukan histerektomi. Faktanya, risiko histerektomi setelah operasi caesar keempat adalah 1:40 dan pada operasi caesar keenam meningkat menjadi 1:11.

  4. Robekan rahim

    Luka bekas operasi pada dinding rahim semakin tipis dengan riwayat operasi caesar berulang, sehingga dapat menimbulkan robekan rahim. Bila ini terjadi, nyawa bisa terancam. Risiko ini meningkat tajam setelah operasi caesar yang kedua.

  5. 5. Komplikasi jangka panjang lainnya

    Komplikasi ini dapat berupa hernia atau terpisahnya otot perut akibat dinding perut yang melemah.

Sebagian ibu hamil ingin melahirkan normal setelah operasi caesar atau vaginal birth after caesarean (VBAC). Bila dokter menyetujui untuk VBAC, ibu bersalin akan melalui fase yang disebut dengan percobaan persalinan setelah operasi caesar (trial of labor after caesarean/ TOLAC).

Keberhasilan TOLAC bersifat individual dan sangat bergantung pada kondisi kehamilan saat itu serta riwayat operasi caesar sebelumnya. Karena itu, American College of Obstetricians and Gynecologists mengimbau wanita yang telah melakukan operasi caesar sebanyak dua kali untuk menghindari persalinan normal pada kehamilan berikutnya.

Hingga kini, belum ada data berapa jumlah yang dianggap ‘aman’ untuk melakukan operasi caesar. Hal yang jelas, risiko komplikasi kehamilan dan persalinan semakin meningkat bila sering melahirkan secara caesar.

[RS/ RH]

2 Komentar