Sukses

Sayap dan Ceker Ayam Picu Kanker, Mitoskah?

Hati-hati, makan sayap dan ceker ayam picu penyakit kanker! Seperti apa faktanya?

Klikdokter.com, Jakarta Rata-rata keluarga di Indonesia suka makan ayam. Anda juga, bukan? Namun, bagaimana reaksi Anda ketika mendengar kabar bahwa bagian sayap dan ceker ayam dapat memicu kanker?

Rumor yang beredar menyebutkan bahwa peternak menyuntik ayam negeri dengan hormon steroid, agar dapat tumbuh besar dengan cepat. Tubuh besar, daging pun banyak. Pundi-pundi uang pun menggemuk.

Kabarnya, lokasi penyuntikan tersering adalah sayap, ceker, dan leher. Akibatnya, bagian tubuh tersebut diyakini mengandung kadar hormon yang paling tinggi.

Tak semua berita pasti benar

Menanggapi hal tersebut, banyak pakar yang angkat suara membantahnya. Menurut Universitas North Carolina State, Universitas Purdue, dan Fakultas Pangan Universitas Arkansas, di Amerika Serikat, berita tersebut tidaklah benar.

Tubuh ayam menjadi besar dan gemuk dengan cepat (kurang lebih 40–45 hari) bukanlah karena disuntik hormon, melainkan karena proses budidaya melalui seleksi genetik. Lagipula, penyuntikan hormon telah dilarang sejak tahun 1960.

Hal senada juga dinyatakan oleh Badan Keamanan Obat dan Pangan Amerika (Food and Drug Administration) yang mengatakan bahwa kalaupun ada, kadar hormon dalam ayam masih aman dan layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

Selain itu, Kementrian Pangan Cina juga mengatakan hal serupa. Mereka bahkan telah melakukan tes terhadap ayam yang terdapat di berbagai supermarket, pasar, dan restoran di Beijing, Shanghai, dan Guangzhou. Hasilnya, tidak terdeteksi hormon steroid pada ayam-ayam tersebut.

Namun, meski tidak mengandung hormon steroid, bukan berarti ayam negeri bebas dari zat kimia. Karena itu, konsumsi ayam organik tetap merupakan pilihan yang lebih baik.

Nah, Anda sudah tahu fakta di balik sayap dan ceker ayam dapat menyebabkan kanker. Dengan ini, semoga Anda bisa lebih bijaksana dalam menyikapi setiap berita yang beredar. Salam sehat!

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar