Sukses

Amankah Diet Ketogenik?

Diet kategonik merupakan tren terbaru dalam menurunkan berat badan. Namun apakah sebenarnya diet ini? Amankah untuk dilakukan?

Klikdokter.com, Jakarta Sejak dahulu sampai sekarang, diet memang selalu ramai dibicarakan. Trennya pun beragam, seperti salah satu yang sedang marak yaitu diet ketogenik. Sebenarnya bagaimana cara kerja diet ini?

Tubuh manusia membutuhkan energi untuk dapat menjalankan fungsinya. Biasanya, sumber energi didapatkan dari pembakaran glukosa atau gula dalam tubuh. Prinsip diet ketogenik adalah diet rendah karbohidrat secara ekstrem, sehingga tubuh membakar lemak sebagai sumber energi dan menghasilkan molekul keton.

Proses pembakaran lemak tersebut disebut ketosis. Ketosis adalah bentuk lebih ringan dari ketoasidosis. Ketoasidosis merupakan salah satu keadaan gawat darurat dan dapat menyebabkan kematian pada penderita diabetes.

Walaupun sedang popular belakangan ini, sebenarnya diet ketogenik ini telah digunakan selama hampir seratus tahun. Diet ketogenik telah diterapkan untuk membantu mengatasi kejang pada beberapa kasus epilepsi.

Penelitian pada sembilan belas ribu subyek di Italia membuktikan, diet ketogenik menurunkan berat badan secara cepat dan sedikit efek samping. Selain itu, penurunan berat badan dapat bertahan hingga setahun.

Pada beberapa penelitian, diet ketogenik dibuktikan ampuh menurunkan berat badan pada orang-orang dengan obesitas. Sayangnya, belum banyak yang membahas diet ini jika dilakukan untuk tujuan kosmetik atau kecantikan.

Lantas, bagaimana dengan efek jangka panjangnya? Kritikus memaparkan, penurunan berat secara cepat umumnya hanya berkaitan dengan berkurangnya kandungan air dalam tubuh.

Selain itu, dengan mengurangi asupan karbohidrat secara ekstrem, Anda juga memasuki fase starvation atau kelaparan, sehingga menyebabkan penurunan masa otot. Regulasi tubuh juga akan berubah untuk meminimalisir pembuangan energi, sehingga malah semakin sulit untuk mengurangi berat badan.

Selanjutnya, para ahli berargumen, belum ada studi yang cukup mengenai jenis karbohidrat yang perlu dikurangi dalam diet ketogenik. Seperti diketahui, berbagai sumber karbohidrat memiliki efek yang berbeda terhadap gula darah, sehingga efek dari pengurangan jenis karbohidrat yang satu dengan yang lainnya dapat berbeda.

Diet kategonik memang merupakan tren terbaru dalam menurunkan berat badan. Bila tertarik, Anda boleh saja menerapkannya. Namun karena diet ini cukup ekstrem, Anda perlu melakukannya di bawah pengawasan tenaga ahli, dokter, atau ahli gizi.

[BA/ RH]

1 Komentar

  • Berkurangnya kandungan air hanya terjadi pada bulan pertama. Bulan kedua dan seterusnya baru pembakaran lemak. Saya rasa kajiannya kurang lama, karena yg ada lagi 1 jenis diet yg lebih fleksible tanpa puasa. Tentunya penurunan badannya jauh lbh lambat daripada diet keto, tp aman dlm jangka panjang.