Sukses

Ini Sebabnya Anda Buang Air Besar Setelah Makan

Banyak orang butuh waktu untuk mencerna makanan. Namun, ada juga yang langsung merasa ingin BAB setelah makan. Apakah ini normal? Benarkah bisa bikin kurus?

Apakah Anda sering buang air besar setelah makan?

Banyak orang butuh waktu untuk mencerna makanan yang mereka konsumsi. Namun, ada juga yang langsung merasa ingin BAB setelah makan.

Memang betul bahwa BAB diperlukan tubuh untuk membuang zat-zat sisa yang tidak dibutuhkan lagi. Namun, jika Anda selalu ingin BAB setelah makan, Anda patut waspada.

1 dari 4 halaman

Normalkah Sering BAB Setelah Makan?

Waktu pencernaan bervariasi dari satu orang dengan orang lainnya. Umumnya, dibutuhkan sekitar 1 hingga 2 hari setelah makan agar makanan melewati tubuh Anda sebagai tinja.

Namun, karena banyak faktor yang terlibat dalam proses pencernaan, sulit untuk memberikan perkiraan waktu pencernaan yang baik. Wanita juga cenderung lebih lambat mencerna makanannya dibandingkan pria.

Seluruh organ sistem pencernaan panjangnya bisa mencapai 30 kaki pada orang dewasa. Sering buang air besar setelah makan mungkin terjadi pada suatu keadaan yang disebut refleks gastrokolik. Refleks gastrokolik, atau respons gastrokolik, adalah reaksi tak sadar yang normal terhadap makanan yang masuk ke perut.

Saat makanan memasuki organ pencernaan, tubuh melepaskan hormon yang menyebabkan usus besar berkontraksi. Kontraksi ini menggerakkan makanan lebih jauh melalui sistem pencernaan, yang dapat menyebabkan keinginan untuk BAB setelah makan.

Bagi sebagian orang, refleks gastrokolik ini tergolong ringan atau tidak menimbulkan gejala. Namun bagi yang lainnya, refleks gastrokolik sangat kuat, dan keinginan untuk BAB setelah makan bisa sangat parah.

Artikel lainnya: Bahaya Sering Menahan Buang Air Besar yang Jarang Diketahui

2 dari 4 halaman

Penyebab Lain dari Buang Air Besar Setelah Makan

Selain keadaan normal dari refleks gastrokolik yang disampaikan di atas, ada beberapa hal lain yang akan mencetuskan keinginan untuk BAB setelah makan. Berikut ini beberapa penyebab sering buang air besar setelah makan:

1. Stimulasi dan Iritasi Karena Zat Tertentu

Ada sejumlah zat yang dapat merangsang buang air besar, misalnya kafein pada kopi dan teh. Tubuh sebagian orang mungkin langsung bereaksi terhadap sedikit kafein, namun ada pula yang tidak. Semua itu tergantung pada tingkat sensitivitas masing-masing individu. Hal yang sama pun berlaku untuk nikotin pada tembakau rokok.

Di samping itu, ada beberapa makanan yang dapat mengiritasi lapisan usus dan memicu buang air besar. Misalnya, makanan pedas dan alkohol. Mirip dengan kafein dan nikotin, pergerakan usus dapat dipicu oleh makanan pedas dan alkohol. Beberapa bahan pengawet dan bahan tambahan makanan juga bisa menyebabkan iritasi.

2. Gastroenteritis dan Enterokolitis

Gastroenteritis dan enterokolitis adalah kondisi peradangan umum pada perut.

Ini juga merupakan penyebab umum diare akut karena kebanyakan kasusnya disebabkan oleh infeksi, terutama infeksi virus. Infeksi lainnya seperti bakteri dan protozoa mungkin juga bisa menjadi dalangnya.

3. Intoleransi Makanan dan Malabsorpsi

Sejumlah makanan bisa memicu gangguan pencernaan. Bahkan, bila tidak dicerna dan diserap dengan baik oleh tubuh, sejumlah makanan tersebut dapat menyebabkan buang air besar atau bahkan diare.

Sedangkan malabsorpsi, seperti malabsorpsi fruktosa, merupakan ketidakmampuan tubuh untuk mencerna dan menyerap fruktosa. Alhasil, sisa-sisa fruktosa tetap berada di usus. Hal ini menyebabkan sejumlah gejala gastrointestinal seperti mual, kram perut, dan diare.

4. Irritable Bowel Syndrome

Irritable Bowel Syndrome (IBS) adalah gangguan usus yang menyebabkan sakit perut dan gejala lainnya seperti sering buang air besar.

Orang yang menderita IBS-D (Irritable Bowel Syndrome dengan diare) bisa saja buang air besar sesaat setelah makan, meski tidak diare.

5. Penyakit Kandung Empedu

Pada penyakit empedu atau saluran empedu yang terganggu, diare bisa terjadi beberapa saat setelah makan. Hal ini lebih mungkin terjadi setelah makan makanan berlemak.

6. Sindrom Dumping

Sindrom Dumping adalah kumpulan gejala yang timbul setelah seseorang baru saja melakukan operasi untuk pengambilan bagian usus atau lambung.

Sindrom ini terjadi karena terlalu cepatnya isi perut dicerna, diangkut, atau dibuang ke dalam usus kecil dan rektum. Kebanyakan orang dengan sindrom ini akan mengalami buang air besar segera setelah makan.

7. Kenaikan Asam Lambung yang Berlebihan

Jumlah asam lambung yang berlebihan telah lama dikaitkan dengan perkembangan penyakit gastroesophageal reflux (GERD).

Sebuah penelitian kecil menemukan bahwa obat GERD yang diberikan kepada sekelompok pasien IBS-D menghasilkan penurunan gejala diare dan urgensi postprandial (sensasi ingin cepat BAB setelah makan) yang signifikan.

Artikel lainnya: Rutin Buang Air Besar Bisa Turunkan Berat Badan, Fakta atau Hoax?

3 dari 4 halaman

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Karena refleks gastrokolik adalah reaksi tubuh yang normal, secara teknis tidak memerlukan pengobatan. Namun, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan orang untuk membantu mengurangi intensitas refleks gastrokolik dan keinginan untuk buang air besar:

  • Cari Pengobatan untuk Kondisi Pencernaan yang Mendasarinya

Seseorang harus menemui dokter jika gejala terkait lambung atau asam lambung lainnya menyertai keinginan untuk BAB setelah makan.

Bergantung pada durasi dan tingkat keparahan gejala ini, dokter dapat melakukan tes untuk mendiagnosis kondisi kesehatan yang mendasarinya. Jika ada suatu kondisi khusus, mengobatinya dapat membantu mengurangi intensitas refleks gastrokolik.

  • Mengubah Pola Makan

Perubahan pola makan dapat membantu mengatasi respons gastrokolik yang intens. Beberapa makanan lebih mungkin menyebabkan respons gastrokolik yang intens dibandingkan yang lain, seperti:

  • Makanan berlemak atau berminyak
  • Produk susu
  • Makanan tinggi serat

Setelah Anda mengidentifikasi makanan pemicu, menghindari makanan tersebut untuk sementara waktu adalah langkah yang tepat.

  • Mengelola Stres

Bagi sebagian orang, stres dapat meningkatkan intensitas refleks gastrokolik. Orang-orang ini mungkin akan mendapat manfaat dari aktivitas yang membantu mengurangi stres. Contohnya termasuk olahraga, meditasi, ataupun piknik.

Sering buang air besar setelah makan biasanya merupakan akibat dari refleks gastrokolik, dan ini merupakan reaksi tubuh yang normal. Intensitasnya dapat berbeda pada setiap orang dan faktor gaya hidup tertentu dapat membantu mengurangi keinginan untuk buang air besar setelah makan.

Segera periksakan diri Anda ke dokter jika sering mengalami diare atau gejala pencernaan berat lainnya setelah makan. Gejala-gejala ini dapat menunjukkan masalah kesehatan yang memerlukan perhatian medis lebih lanjut.

[NWS]

0 Komentar

Belum ada komentar