Sukses

Ini Sebabnya Anda Buang Air Besar Setelah Makan

Anda sering buang air besar setelah makan? Normalkah kondisi ini?

Klikdokter.com, Jakarta Bagi orang yang ingin menurunkan berat badan, buang air besar setelah makan mungkin terasa menyenangkan. Namun, bagi orang yang tidak diet, buang air besar setelah makan tentu sangat mengganggu.

Normalnya, makanan yang dicerna baru bisa dikeluarkan setelah tiga sampai lima jam. Jika terlalu cepat, maka ada beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi.

Berikut ini beberapa macam penyebab buang air besar setelah makan:

  1. Stimulasi dan iritasi karena zat tertentu

    Ada sejumlah zat yang dapat merangsang buang air besar. Contohnya, kafein pada kopi dan teh. Tubuh beberapa orang mungkin langsung bereaksi terhadap sedikit kafein, namun ada pula yang tidak.

    Semua itu bergantung pada tingkat sensitivitas masing-masing individu. Hal yang sama pun berlaku untuk nikotin pada tembakau rokok.

    Di samping itu, ada pula beberapa makanan yang dapat mengiritasi lapisan usus dan memicu buang air besar. Misalnya, makanan pedas dan alkohol.

    Mirip dengan kafein dan nikotin, pergerakan usus dapat dipicu oleh berbagai macam zat termasuk makanan pedas dan alhohol. Beberapa bahan pengawet dan bahan tambahan makanan juga bisa menyebabkan iritasi.

  2. Gastroenteritis dan enterokolitis

    Gastroenteritis dan enterokolitis adalah kondisi peradangan umum pada perut. Ini juga merupakan penyebab umum diare akut karena kebanyakan kasusnya disebabkan oleh infeksi, terutama infeksi virus. Bakteri dan protozoa mungkin juga bisa menjadi penyebabnya.

  3. Intoleransi makanan dan malabsorpsi

    Sejumlah makanan bisa memicu gangguan pencernaan. Bahkan, bila tidak dicerna dan diserap dengan baik oleh tubuh, sejumlah makanan tersebut dapat menyebabkan buang air besar atau diare.

    Sedangkan mengenai malabsorpsi –seperti malabsorpsi fruktosa, merupakan ketidakmampuan tubuh untuk mencerna dan menyerap fruktosa. Alhasil, sisa-sisa fruktosa tetap berada di usus. Hal ini menyebabkan sejumlah gejala gastrointestinal seperti mual, kram perut, dan diare.

  4. Iritable Bowel Syndrome

    Iritable Bowel Syndrome (IBS) adalah gangguan usus yang menyebabkan sakit perut dan gejala lainnya seperti sering buang air besar. Orang yang menderita IBS-D (Iritable Bowel Syndrome dengan diare) bisa saja buang air besar sesaat setelah makan, meski tidak diare.

  5. Penyakit kandung empedu

    Pada penyakit empedu atau saluran empedu yang terganggu, diare bisa terjadi beberapa saat setelah makan. Hal ini lebih mungkin terjadi setelah makan makanan berlemak.

    Empedu bertanggung jawab untuk mengemulsi lemak di usus halus dan enzim pencernaan melakukan fungsinya untuk memecah lemak. Namun, tanpa empedu, lemak bisa melewati usus dan berubah menjadi tinja. Hal ini dapat menimbulkan kotoran berminyak yang dikenal sebagai steatorrhea.

  6. Sindrom Dumping

    Sindrom Dumping adalah kumpulan gejala yang timbul setelah seseorang baru saja melakukan operasi untuk pengambilan bagian usus atau lambung. Sindrom ini terjadi karena terlalu cepatnya isi perut dicerna, diangkut, atau dibuang ke dalam usus kecil dan rektum (bagian akhir dari usus besar, sebelum anus).

    Kebanyakan orang dengan sindrom ini akan mengalami buang air besar segera setelah makan.

  7. Penyebab lainnya

    Buang air besar setelah makan juga dapat disebabkan oleh faktor lain seperti kegelisahan, beraktivitas fisik setelah makan, dan mengonsumsi obat tertentu.

Buang air besar setelah makan normal terjadi. Namun bila hal tersebut sering terjadi, Anda perlu segera mencari penyebabnya. Setelah itu, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk segera mendapatkan penanganan yang tepat.

[BA/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar